Jangan Hanya Andalkan Pendidikan Formal : Menteri Darmin Nasution

detiknewsocean.com (DNO) ~ Pendidikan formal itu memang penting dalam upaya meningkatkan kompetensi seseorang, namun harus disadari juga bahwa pendidikan itu tidak hanya berada dalam jalur formal saja, tetapi ada nonformal dan informal. Hal ini sangat jelas diakui oleh undang-undang sistem pendidikan nasional kita yang tertuang dalam UU Sisdiknas Nomor 20 Tahun 2003. Pendidikan formal merupakan pendidikan yang diselenggarakan di sekolah-sekolah, seperti pendidikan dasar, pendidikan menengah, hingga perguruan tinggi.

Pendidikan nonformal merupakan jalur pendidikan di luar pendidikan formal, seperti tempat kursus maupun tempat latihan lainnya. Sedangkan pendidikan informal merupakan jalur pendidikan keluarga dan lingkungan dengan belajar secara mandiri yang dilakukan secara sadar dan bertanggung jawab. Sementara arti dari kompetensi itu sendiri adalah seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati, dan dikuasai oleh seseorang.

Darmin Nasution Menteri Koordinator Perekonomian mengatakan, Indonesia tidak dapat mengandalkan pendidikan formal saja. Seusai rapat koordinasi pelatihan ketenagakerjaan, dia berujar, pelatihan keterampilan diperlukan untuk meningkatkan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Jangan Hanya Andalkan Pendidikan Formal : Menteri Darmin Nasution
Darmin Nasution Menteri Koordinator Perekonomian (DNO)
Darmin mendorong lahirnya lembaga-lembaga pelatihan keterampilan, seperti lembaga pelatihan yang dibentuk oleh perusahaan swasta. "Lembaga itu kemudian perlu diakreditasi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP)," kata Darmin dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 11 Mei 2016.

Darmin juga meminta standar kompetensi yang telah ditetapkan saat ini lebih ditingkatkan. Diharapkan, ada mekanisme yang mendorong asosiasi industri dan profesi untuk ambil bagian dalam menyusun standar kompetensi.

Nantinya, standar kompetensi dapat diajukan ke BNSP untuk dibakukan. "Sehingga, baik standar kompetensi maupun lembaga-lembaga pelatihan yang sudah terakreditasi, dapat dihargai setara dengan pendidikan formal."

Kepala BNSP Sumarna Abdurahman, yang juga hadir dalam rapat tersebut, mengatakan BNSP tengah mendorong lembaga pelatihan agar memiliki standar kompetensi. "Kurangnya dana dan belum adanya lembaga sertifikasi di beberapa sektor juga menjadi fokus BNSP," katanyanya. (G.A)

Subscribe to receive free email updates: