JK : Mesin Tik Masih Ada PNS Daerah Gunakan Sebagai Komputer

Jakarta, DetikNewsOcean ~ Gagap Teknologi (Gaptek) atau ketinggalan zaman akan melekat pada seseorang jika tidak dapat menggunakan laptop / komputer. Selain itu seringkali pekerjaan sekarang menuntut kebanyakan orang untuk dapat mengoperasikan komputer. Sebab dengan penggunaan komputer dapat mempercepat dan mempermudah suatu proses pekerjaan.

Di era globalisasi ini banyak hal yang dapat dilakukan seseorang dengan komputer. Komputer adalah media atau alat bantu untuk mempermudah pekerjaan seseorang baik dalam bidang pendidikan maupun yang lainnya. Selain dapat mengakses informasi dari segala penjuru dunia, komputer juga menyajikan pelajaran yang menarik dan kreatif baik di sekolah, di rumah atau dimanapun anda berada.

Wakil Presiden Jusuf Kalla mengingatkan Pegawai Negeri Sipil (PNS) untuk siap menghadapi perkembangan teknologi saat ini. Mengingat banyak daerah yang belum maksimal menggunakan teknologi.

JK : Mesin Tik Masih Ada PNS Daerah Gunakan Sebagai Komputer
Wakil Presiden Jusuf Kalla Bersama Beberapa Jajaran Mentri Menghadiri pembukaan Pertemuan Pisagro, Kadin, ISEI di Jakarta,  Membahas Implementasi Financial Inclusion untuk Petani. 
"Ada daerah yang manfaatkan komputer hanya sebagai mesin ketik. Itu akan ketinggalan dengan daerah yang gunakan sebagai sistem komunikasi dan perhubungan," ungkap JK saat Rakornas Badan Kepegawaian Nasional (BKN) di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis 26 mei 2016.

Untuk menguasai teknologi dan mengaplikasikannya ke sistem pemerintahan perlu inovasi. "Daerah harus lebih inovatif. Semua membutuhkan keahlian, skill dan juga kecermatan yang baik. Tanpa itu maka daerah akan ketinggalan," tegas JK.

Apalagi, menurut Wapres, di masa depan bukan jumlah aparat atau PNS lagi yang akan menjadi pertimbangan, melainkan inovasi dari para PNS sehingga bisa meningkatkan daya saing.

"Bukan aparat yang banyak yang dapat meningkatkan kesejahteraan tapi produktivitas yang tinggi dari masyarakat yang dapat memberikan kesejahteraan masyarakat," ujar JK.

Pola Kerja Pegawai Negeri Sipil (PNS)

Di lain sisi, Wapres juga menilai PNS saat ini sudah mengalami banyak perubahan. Perubahan ini tak bisa dipungkiri seiring dengan perkembangan zaman. Menurut JK, setidaknya ada tiga faktor yang mengubah pola kerja PNS saat ini. Pertama, sistem pemerintahan yang berubah dari sentralisasi ke otomoni.

Otonomi mengubah pola PNS dari nasional menjadi sangat kedaerahan. Pejabat di daerah tidak bisa serta merta pindah ke daerah lainnya. Karena itu pula, instruksi pusat hampir tak ada. Para aparatur negara dituntut kreatif dalam mengembangkan daerah mereka.

Kedua adalah teknologi. Perkembangan teknologi mengubah hampir semua sistem kepemerintahan yang ada. Dengan adanya teknologi sudah tak perlu lagi datang ke kantor untuk sekadar mengisi formulir pendaftaran dan berhadapan langsung dengan staf pemerintahan, berganti dengan e-government dan smart city.

"Semua itu mempercepat dan mempersingkat layanan kepada masyarakat sehingga PNS tidak perlu selalu berhubungan langsung dengan masyarakat. Tapi bisa terjadi langsung dengan teknologi yang baik itu. Semua itu menyebabkan sesuatu yang diperbaiki," jelas JK.

Persaingan baik internal aparatur maupun eksternal setiap daerah juga sangat terasa saat ini. Daerah yang tak bisa bersaing tentu akan ditinggal investor.

"Kalau daerah tidak efisien, orang berusaha di daerah lain. Kalau di sini tarif terlalu mahal, orang pindah ke daerah yang lebih murah. Kalau di sini layanan kurang, pengusaha menginvestasi di daerah yang layanannya baik," pungkas JK. (S.A)

Subscribe to receive free email updates: