Menaker Menyorot Peningkatan Pengidap HIV/AIDS Di Asia Adalah Indonesia

DetikNewsOcean ~ HIV merupakan singkatan dari 'Human Immunodeficiency Virus'. HIV adalah suatu virus yang dapat menyebabkan penyakit AIDS. Virus ini menyerang manusia dan menyerang sistem kekebalan (imunitas) tubuh, sehingga tubuh menjadi lemah dalam melawan infeksi. Dengan kata lain, kehadiran virus ini dalam tubuh akan menyebabkan defisiensi (kekurangan) sistem imun. Atau HIV merupakan retrovirus yang menjangkiti sel-sel sistem kekebalan tubuh manusia (terutama CD4 positive T-sel dan macrophages– komponen-komponen utama sistem kekebalan sel), dan menghancurkan atau mengganggu fungsinya.

Infeksi virus ini mengakibatkan terjadinya penurunan sistem kekebalan yang terus-menerus, yang akan mengakibatkan defisiensi kekebalan tubuh. Sistem kekebalan dianggap defisien ketika sistem tersebut tidak dapat lagi menjalankan fungsinya memerangi infeksi dan penyakit-penyakit. Orang yang kekebalan tubuhnya defisien (Immunodeficient) menjadi lebih rentan terhadap berbagai ragam infeksi, yang sebagian besar jarang menjangkiti orang yang tidak mengalami defisiensi kekebalan. Penyakit-penyakit yang berkaitan dengan defisiensi kekebalan yang parah dikenal sebagai "infeksi oportunistik" karena infeksi-infeksi tersebut memanfaatkan sistem kekebalan tubuh yang melemah.

AIDS adalah singkatan dari 'Acquired Immunodeficiency Syndrome / Acquired Immune Deficiency Syndrome' yang menggambarkan berbagai gejala dan infeksi yang terkait dengan menurunnya sistem kekebalan tubuh. Infeksi HIV telah ditahbiskan sebagai penyebab AIDS. Tingkat HIV dalam tubuh dan timbulnya berbagai infeksi tertentu merupakan indikator bahwa infeksi HIV telah berkembang menjadi AIDS.

Menaker Menyorot Peningkatan Pengidap HIV/AIDS Di Asia Adalah Indonesia
Menaker Menyorot Peningkatan Pengidap HIV/AIDS Di Asia Adalah Indonesia 
HIV bisa berkembang menjadi AIDS dapat bervariasi dari satu individu dengan individu yang lain. Dengan gaya hidup sehat, jarak waktu antara infeksi HIV dan menjadi sakit karena AIDS dapat berkisar antara 10-15 tahun, kadang-kadang bahkan lebih lama. Terapi antiretroviral dapat memperlambat perkembangan AIDS dengan menurunkan jumlah virus (viral load) dalam tubuh yang terinfeksi.

Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri menyorot tajam peningkatan pengidap HIV/AIDS di Indonesia. Menurut dia, kehawatiran memuncak karena Indonesia jadi negara dengan peningkatan pengidap penyakit berbahaya tersebut tertinggi di Asia.

"Jumlah pengidapnya terus meningkat secara signifikan," ucap Hanif dalam pidato pembukaan K3 Award di Gedung Bidakara, Jakarta, Rabu (17/5/2016).

"Indonesia merupakan negara dengan peningkatan kasus HIV/AIDS tercepat di wilayah Asia, data pengidap sudah pada kondisi mengkhawatirkan," sambung dia.

Bukan cuma itu, lebih mengkhawatirkan lagi Hanif menyebut usia pengidap HIV/AIDS ada di level umur produktif kerja. "HIV/AIDS menjadi penyakit yang menjadi masalah besar di dunia termasuk di Indonesia," papar Hanif.

"Ini meningkat dari tahun ke tahun dan 85 persennya ada dalam usia produktif kerja," jelas menteri asal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.

Dia menjelaskan, adanya fakta ini membuat dunia usaha terdampak negatif. "Dunia kerja akan menjadi sektor yang terdampak negatif mengingat usia kerja produktif adalah tulang punggung dunia usaha," tegas Hanif.

Meski demikian, dia menegaskan pemerintah tak akan tinggal diam. "Penanggulangan HIV/AIDS merupakan bagian dari program K3 yang bertujuan untuk melindungi pekerja dari kecelakaan, penyakit dan gangguan kesehatan lain," pungkas Hanif. (G.A)

Subscribe to receive free email updates: