Rapat Sidang Paripurna DPR Setujui Sembilan Anggota Komisioner KPI

Jakarta, Detik News Ocean (DNO) ~ Lewat Rapat Sidang Paripurna ke-33 hari ini, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengesahkan sembilan komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) periode 2016-2019. ‎Mereka adalah Nuning Rodiyah, Sudjarwanto Rahmat Muh Arifin, Yulindre Darwis, Ubaidilah, Dewi Setyarini, Obsatar Sinaga, Mayong Suryo Laksono, Hardly Stefano Fenelon Pariela, dan Agung Suprio.‎

Mereka sebelumnya lulus melewati uji kelayakan dan ‎kepatutan (Fit and Proper Test) yang digelar Komisi I DPR pada 18 dan 19 Juli 2016.‎ "Apakah laporan Komisi I DPR terhadap hasil uji kelayakan calon anggota KPI 2016-2019 tersebut dapat disetujui?" tanya Wakil Ketua DPR Fadli Zon selaku pemimpin ‎Rapat Paripurna, Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (20/7/2016).‎

Peserta Rapat Paripurna‎ pun serentak menjawab setuju. Ketua Komisi I DPR Abdul Kharis Almasyhari‎ menjelaskan bahwa sembilan nama itu diputuskan berdasarkan pemilihan suara.

Rapat Sidang Paripurna DPR Setujui Sembilan Anggota Komisioner KPI
Rapat Sidang Paripurna DPR yang menyetuju sembilan Calon Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) periode 2016-2019, Rabu (20/7/2016). 
"Sebagaimana hal tersebut, kami mengharapkan persetujuan terhadap anggota KPI 2016-2019 berdasarkan hasil uji kepatutan, untuk diserahkan ke presiden untuk mendapatkan ketetapan," kata Abdul dalam laporannya.

Mengenai rekam jejak para komisioner terpilih tersebut, Wakil Ketua Komisi I DPR Hanafi Rais mengatakan hal itu sudah disaring secara berlapis dari panitia seleksi.

"Prosesnya sudah panjang, kalau kita men-judge tidak kredibel, saya kira itu tidak bijaksana," tuturnya, Rabu ini.

Hanafi juga menegaskan bahwa tidak ada unsur politik dalam pemilihan sembilan komisioner KPI baru ini. Ia berpendapat bahwa sembilan orang ini adalah yang paling layak mewakili publik untuk mengemban tugas di KPI dari 27 calon yang sebelumnya diterima Komisi I.

Dalam kesempatan sama, anggota Komisi III dari Fraksi Partai Demokrat Ruhut Sitompul menyampaikan pesan kepada komisioner KPI terpilih‎.‎

"Tolong sampaikan kepada yang memberitakan, harus sadar, waspadai contohnya Pokemon. Belum launching, tapi tiap hari diberitain Pokemon," ujar Ruhut. ‎

Pemberitaan mengenai game Pokemon Go dianggapnya menjadi iklan gratis. "Tolong pak, supaya sahabat saya Akbar Faisal bisa tenang," pungkasnya.‎ (G.A)

Subscribe to receive free email updates: