Tanda Atau Ciri dan Gejala Penyakit Demam Berdarah Atau Demam Dengue (DBD)

DNO (detiknewsocean.com) ~ Demam berdarah atau demam berdarah dengue (DBD ) adalah jenis penyakit demam akut yang disebabkan oleh salah satu dari empat serotipe virus lagi dengan genus Flavivirus dikenal dengan nama Virus dengue. Penyakit ini ditemukan manusia oleh nyamuk Aedes Aegypti.

Sekira 80% dari pasien (atau 8 dari 10 pasien) yang terinfeksi virus dengue tidak menunjukkan gejala, atau hanya menunjukkan gejala ringan (seperti demam biasa). Sekira 5% dari orang yang terinfeksi (atau 5 dari 100) akan mengalami infeksi berat. Penyakit tersebut bahkan mengancam jiwa sedikit dari mereka. Pada sebagian kecil penderita ini, penyakit tersebut mengancam jiwa. Gejala akan muncul antara 3 dan 14 hari setelah seseorang terpajan virus dengue. Seringkali gejala muncul setelah 4 hingga 7 hari.

Oleh karena itu jika seseorang baru kembali dari wilayah yang memiliki banyak kasus dengue, kemudian ia menderita demam atau gejala lainnya setelah lebih dari 14 hari dia kembali dari wilayah tersebut, kemungkinan penyakitnya tersebut bukan dengue.
Tanda Atau Ciri dan Gejala Penyakit Demam Berdarah Atau Demam Dengue (DBD)
Tanda Atau Ciri dan Gejala Penyakit Demam Berdarah Atau Demam Dengue (DBD) (detiknewsocean.com)
Seringkali, apabila anak-anak terkena demam dengue, gejala yang muncul sama dengan gejala pilek ataugastroenteritis (atau flu perut; misalnya, muntah-muntah dan diare). Namun, anak-anak mungkin mengalami masalah yang parah karena demam dengue.

  • Laju penyakit secara klinis

Gejala klasik demam dengue adalah demam yang terjadi secara tiba-tiba :
  • Sakit Kepala (biasanya di belakang mata);
  • Ruam; 
  • Nyeri Otot; dan
  • Nyeri Sendi. 
Julukan "demam sendi" untuk penyakit ini menggambarkan betapa rasa sakit yang ditimbulkannya dapat menjadi sangat parah. Demam dengue terjadi dalam tiga tahap: demam, kritis, dan pemulihan.

Pada fase demam, seseorang biasanya mengalami demam tinggi. ("Demam" berarti bahwa seseorang mengalami demam.) Panas badan seringkali mencapai 40 derajat Celsius (104 derajat Fahrenheit). Penderita juga biasanya menderita sakit yang umum atau sakit kepala. Fase febrile biasanya berlangsung selama 2 hingga 7 hari. Pada fase ini, sekira 50 hingga 80% pasien dengan gejala mengalami ruam. Pada hari pertama atau kedua, ruam akan tampak seperti kulit yang terkena panas (merah).

Selanjutnya (pada hari ke-4 hingga hari ke-7), ruam tersebut akan tampak seperti campak. Bintik merah kecil (petechiae) dapat muncul di kulit. Bintik-bintik ini tidak hilang jika kulit ditekan. Bintik-bintik ini disebabkan oleh pembuluh kapiler yang pecah. Penderita mungkin juga mengalami perdarahan ringan membran mukus mulut dan hidung. Demam itu sendiri cenderung akan berhenti (pulih) kemudian terjadi lagi selama satu atau dua hari. Namun, pola ini berbeda-beda pada masing-masing penderita.

Pada beberapa penderita, penyakit berkembang ke fase kritis setelah demam tinggi mereda. Fase kritis tersebut biasanya berlangsung selama hingga 2 hari. Selama fase ini, cairan dapat menumpuk di dada dan abdomen. Hal ini terjadi karena pembuluh darah kecil bocor. Cairan tersebut akan semakin banyak, kemudian cairan berhenti bersirkulasi di dalam tubuh. Ini berarti bahwa organ-organ vital (terpenting) tidak mendapatkan suplai darah sebanyak biasanya. Karena itu, organ-organ tersebut tidak bekerja secara normal. Penderita penyakit tersebut juga dapat mengalami perdarahan parah (biasanya dari saluran gastrointestinal).

Kurang dari 5% dari orang dengan dengue mengalami renjat peredaran darah, sindrom renjat dengue, dan demam berdarah. Jika seseorang pernah mengidap jenis dengue yang lain (“infeksi sekunder”), kemungkinan mereka akan mengalami masalah yang serius.

Pada fase penyembuhan, cairan yang keluar dari pembuluh darah diambil kembali ke dalam aliran darah. Fase penyembuhan biasanya berlangsung selama 2 hingga 3 hari. Pasien biasanya semakin pulih dalam tahap ini. Namun, mereka mungkin menderita gatal-gatal yang parah dan detak jantung yang lemah. Selama fase ini, pasien dapat mengalami kondisi kelebihan cairan (yakni terlalu banyak cairan yang diambil kembali). Jika terkena otak, cairan tersebut dapat menyebabkan kejang atau perubahan derajat kesadaran (yakni seseorang yang pikirannya, kesadarannya, dan perilakunya tidak seperti biasanya).

Untuk mengenali lebih dalam gejala jenis penyakit demam berdarah yang ringan tidak mudah, karena banyak juga jenis infeksi virus (bukan dengue) yang gejala nya hampir sama, misalnya demam atau panas selama beberapa hari. Sementara infeksi berat dari virus dengue akan menimbulkan banyak sinyal dari tubuh yang terjadi secara tiba-tiba seperti sakit kepala, nyeri otot atau sendi, dan ruam kulit (bintik merah).

Pada fase awal, penderita akan mengalami demam yang bersuhu tinggi, panas badan mencapai 40 derajat Celsius atau 104 derajat Fahrenheit. Setelah itu penderita akan merasakan sakit kepala (febrile) yang berlangsung selama 2 sampai 7 hari. Pada fase febrile ini biasanya gejala yang dirasakan pasien disertai ruam pada kulit. Pada hari pertama atau kedua ruam akan terlihat kemerahan seperti kulit yang terkena panas. Selanjutnya (pada hari ke-4 sampai ke-7) ruam menyerupai campak.
Demam tinggi yang dirasakan oleh penderita akan mereda setelah memasuki fase kritis yang berlangsung selama hingga 2 hari. Pada fase ini, cairan dapat menumpuk di dada dan abdomen akibat terjadi kebocoran kecil pada pembuluh darah. Cairan tersebut akan terus keluar yang mengakibatkan berhentinya sirkulasi darah di dalam tubuh.

Saat fase penyembuhan, cairan yang keluar akibat kebocoran pembuluh darah akan masuk kembali ke dalam aliran darah. Pasien biasanya akan pulih secara berangsur pada tahap ini, kurang lebih 2 hingga 3 hari. Pada fase ini pula tak jarang penderita kehilangan kesadaran atau kejang akibat otak yang terpasok cairan berlebih. Ada pula yang merasakan gatal-gatal parah dan detak jantung yang lemah.

  • Masalah terkait

Sesekali, dengue dapat memengaruhi sistem lain di dalam tubuh manusia. Seseorang yang terkena dengue dapat menderita gejalanya saja, atau disertai gejala dengue klasik juga. Tingkat kesadaran yang menurun terjadi pada 0,5–6% dari kasus parah. Ini dapat terjadi apabila virus dengue menyebabkan infeksi di otak. Ini juga dapat terjadi apabila organ vital, seperti hati, tidak berfungsi dengan baik.

Kelainan neurologikal lainnya (kelainan yang memengaruhi otak dan saraf) dilaporkan terjadi pada pasien yang mengalami demam dengue. Misalnya, dengue dapat menyebabkan mielitis melintang dan sindrom Guillain-Barré. Meskipun hal ini hampir tidak pernah terjadi, dengue juga dapat mengakibatkan infeksi jantung dan gagal ginjal akut.

Secara umum Ciri-ciri gejala yang Timbul Karena Penyakit Demam Berdarah adalah :
  1. Demam tinggi terus menerus hingga 2-7 hari, dengan penderita yang tampak lemah lesu dan suhu badan mencapai 40 derajat celcius.
  2. Adanya tanda pendarahan di mulut, hidung ( mimisan ), dan dubur (BAB berdarah).
  3. Bintik-bintik merah pada kulit yang bila kulit direnggangkan bintik akan tetap terlihat berbeda dengan gigitan nyamuk lainnya yang tidak terlihat saat kulit direnggangkan.
  4. Sakit perut yang mungkin terjadi muntah.
  5. Bila penyakit sudah parah penderita akan merasakan gelisah dengan ujung tangan dan kaki yang dingin. Berkeringat pendrahan selaput lendir mukosa dan alat cerna gastrointestinal serta tempat suntikan atau tempat lainnya.
  6. Hasil tes torniquet yang positif dan berkurangnya jumlah trombosit hingga dibawah 100.000 per mm3.
  7. Sakit kepala berat dan Sakit kepala sendi (atralgia).
  8. Nyeri pada ulu hati dan kadang kadang hingga ada pendarahan lambung.
  9. Sakit pada otot (mialgia).
  10. Pembesaran plasma yang ada hubungannya dengan kenaikan permeabilitas dinding pembuluh darah yang ditandai dengan munculnya kenaikan nilai 20% dari hematokrit atau lebih tergantung pada umur dan jemis kelamin penderita demam berdarah. Menurunnya nilai hematokrit dari nilai daras 20% atau lebih sesudah dilakukan pengobatan. Serta tanda-tanda pembesaran plasma yaitu efusi pleura, asites, hipo-ptoteinaemia. (SA)

Referensi :
  1. http://www.detiknewsocean.com/2016/08/pengertian-penyakit-demam-berdarah-atau.html
  2. Whitehorn J, Farrar J (2010). "Dengue". Br. Med. Bull. 95: 161–73. doi:10.1093/bmb/ldq019. PMID 20616106.
  3. Reiter P (2010-03-11). "Yellow fever and dengue: a threat to Europe?".Euro Surveil 15 (10): 19509. PMID 20403310.
  4. Ranjit S, Kissoon N (July 2010). "Dengue hemorrhagic fever and shock syndromes". Pediatr. Crit. Care Med. 12 (1): 90–100. doi:10.1097/PCC.0b013e3181e911a7. PMID 20639791.
  5. Varatharaj A (2010). "Encephalitis in the clinical spectrum of dengue infection". Neurol. India 58 (4): 585–91. doi:10.4103/0028-3886.68655.PMID 20739797.
  6. Chen LH, Wilson ME (October 2010). "Dengue and chikungunya infections in travelers". Curr. Opin. Infect. Dis. 23 (5): 438–44.doi:10.1097/QCO.0b013e32833c1d16. PMID 20581669.
  7. Wolff K, Johnson RA (eds.) (2009). "Viral Infections of Skin and Mucosa".Fitzpatrick's Color Atlas and Synopsis of Clinical Dermatology (6th ed.). New York: McGraw-Hill Medical. pp. 810–2. ISBN 9780071599757.
  8. Knoop KJ, Stack LB, Storrow A, Thurman RJ (eds.) (2010). "Tropical Medicine". Atlas of Emergency Medicine (3rd ed.). New York: McGraw-Hill Professional. pp. 658–9. ISBN 0071496181.
  9. Gould EA, Solomon T (February 2008). "Pathogenic flaviviruses". The Lancet 371 (9611): 500–9. doi:10.1016/S0140-6736(08)60238-X.PMID 18262042.

Subscribe to receive free email updates: