Polresta Barelang Gelar Rekonstruksi Pengeroyokan Ketua RT Tiban Kampung Hingga Meninggal Dunia

Detiknewsocean.com, Batam ~ Polresta Barelang beserta dengan Tim Inafis dan Kejaksaan Negeri Batam melakukan gelar rekontruksi atas meninggalnya Syahrial Koto Alias Bayan, Ketua RT 01 Tiban Kampung, Kelurahan Tiban Lama, Kecamatan Sekupang, di Lapangan Tembak Polresta Barelang, Selasa (20/9) siang.

Dalam rekonstruksi ini, 6 tersangka yang melakukan 19 adegan. Keenam tersangka masing-masing Atreven Notaris, Oskar Koya, Anwar Arifin, Ardiansyah, Sadam serta Rahmat Baharudin.

Adapun penyebab tewasnya Syahrial dalam aksi pengeroyokan beberapa waktu lalu dapat diketahui pada adegan yang ke-14. Adegan tersebut tersangka mengayunkan senjata tajam ke arah korban.

Kanit Unit 4 Jatanras Polresta Barelang, Iptu Afuza Edmond mengatakan “rekonstruksi itu dilakukan untuk membuat terang kasus pembunuhan Ketua RT di Tiban Kampung pada Minggu (29/05/2016) dini hari. Kita menggelar rekontruksi ini untuk dapat mencocokkan laporan berita acara penyidik agar membuat terang kasus ini", kata Afuza.

Dalam adegan sebelum terbunuhnya Bayan, papar Afuza, para tersangka terlebih dahulu menyerang warga yang sedang duduk duduk di warung bandrek. "Para tersangka ini sempat bertanya. Namun tiba-tiba mereka ini lansung menyerang dan memukul warga secara membabi buta. Pelaku memukul dengan gelas dan kursi," ungkap Kanit Jatanras.
Polresta Barelang Gelar Rekonstruksi Pengeroyokan Ketua RT Tiban Kampung Hingga Meninggal Dunia
Polresta Barelang Gelar Rekonstruksi : Saat Adegan Para Tersangka Melakukan Pengeroyokan Ketua RT Tiban Kampung Hingga Meninggal Dunia
Disaat bersamaan, korban mendatangi lokasi dan mencoba melerai pengeroyokan terhadap Robby. Namun, korban dipukul menggunakan kursi dan gelas.

"Tapi saat Sahrial melerai itu, salah seorang tersangka Aven, mengayunkan tangannya ke arah leher korban, dan diikuti oleh tersangka Oskar, yang juga hendak memukul si korban. Namun, ia melihat ada darah dileher Bayan,"
terang Afuza.

"Saya juga mau memukul si korban, dengan memegang pundaknya. Tetapi, tangan saya berdarah ketika pegang pundak korban itu," ujar Oskar, saat dia memperagakan adegan ke 14 dan ke 15 tersebut.

Melihat tangannya berdarah, Oskar langsung panik dan memberikan instruksi pada teman -temannya, untuk segera kabur tinggalkan tempat itu. "Ayo.. ayo..., tangan saya pegang berdarah. Ayo cepat kita pergi dari sini, cepat," teriak Oskar, diikuti oleh 14 orang rekan yang lain dengan delapan unit sepeda motor.

Nah, ungkap Iptu Afuza, pada adegan ke 14 inilah yang membuat si ketua RT meninggal dunia, setelah tersangka Aven mengayunkan tangan ke leher Sahrial, yang menyebabkan luka halus ataupun ada tusukan benda tajam pada leher korbannya.

Afuza menegaskan “terkait aksi kriminal yang menyebabkan ada korban yang meninggal dunia ke 6 tersangka dijerat dengan Pasal 338 jo Pasal 170 ayat 2 ke 1, ke 2, dan 3 UU KUHP. Dengan ancaman kurungan selama 20 tahun, ataupun sampai seumur hidup” tutupnya. (LAr)

Subscribe to receive free email updates: