Terkait Penemuan 42 Juta Pil Obat Ilegal Bareskrim Periksa 15 Saksi

Detiknewsocean.com, JAKARTA ~ Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Markas Besar Polri bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Obat dan Makanan (BPOM) berhasil mengungkap dan menemukan obat ilegal 42 juta pil palsu melalui penggerebekan lima gudang di Balaraja, Banten, pada Jumat, 02 September 2016.

Kepala BPOM, Penny Lukito, mengatakan 15 saksi telah diperiksa setelah penggerebekan tersebut dilakukan. Tujuan pemeriksaan untuk mengetahui aktor intelektual kejahatan obat ilegal. kata Penny di Gedung Bareskrim Polri, Selasa (6/9/2016).

Ke depan, lanjut Penny, BPOM akan melakukan pengembangan dan penelusuran di seluruh nusantara terkait peredaran obat ilegal dan palsu tersebut. Dari penggerebekan awal disita 42 juta butir pil.

"Kita teruskan dan kembangkan penelusuran ini, karena kami BPOM punya balai-balai di 34 provinsi dengan kerja sama dengan Bareskrim akan kita tingkatkan sehingga kita sampai pada titik siapa tersangka aktor intelektulnya dan bisa dikurangi ini (peredaran obat ilegal dan palsu) secara drastis," kata Penny.
Terkait Penemuan 42 Juta Pil Obat Ilegal Bareskrim Periksa 15 Saksi
Hasil Penemuan 42 Juta Pil Obat Ilegal Oleh Bareskrim Bekerjasama Dengan BPOM, Jakarta (6/9/2016).
Wakil Kepala Bareskrim (Wakabareskrim) Irjen Antam Novambar di Bareskrim Polri "Saksi sudah diperiksa tapi untuk tersangka belum ada. Saksi akan ditelusuri kembali dan tindak lanjut akan diteruskan dan dikembangkan sampai aktor tersebut ditemukan," ujarnya, Jakarta, Selasa (6/9/2016).

Antam menjelaskan, “modus kasusnya dengan memproduksi obat yang dibatalkan nomor izin edarnya, memalsukan obat yang telah memiliki izin edar dan mencampur bahan kimia obat dalam obat tradisional”.

"Temuan obat itu didominasi oleh obat yang sering disalahgunakan jadi menimbulkan efek halusinasi," jelasnya.

Jenis obat ilegal itu diantaranya Heximer 2, Somadryl, Carnophen, Tramadol, Thorexiphenydyl. Untuk obat tradisional antara lain merk Pa'e, Agrican Black Ant, New Anrat, Gemuk sehat dan Nengen Zengzhangsu.

Atas perbuatan mereka, para pelaku diancam dengan hukuman pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda 1,5 miliar. Adapun undang-undang yang dilanggar dalam kasus ini adalah Pasal 196 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2006 Tentang Kesehatan. (BSgr)

Subscribe to receive free email updates: