Bangunan Hotel 7 Lantai Berdiri Dilahan Buffer Zone, BP Batam dan BPM-PTSP (Pemko) Batam Saling Lempar Tanggung Jawab

Detiknewsocean.com, Batam ~ Pemko Batam atas Perintah Muhammad Rudi dan Amsakar, selaku Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam yang sedang genjar merubuhkan bangunan liar dan kios-kios liar di sejumlah titik Row Jalan, justru tumbuh subur bangunan gedung skala besar dan liar di Buffer Zone (Daerah Penyangga).

Daerah Penyangga adalah wilayah yang berada di luar kawasan suaka alam baik sebagai kawasan hutan lain, tanah negara bebas maupun tanah yang dibebani hak, yang diperlukan maupun menjaga ketentuan kawasan suaka alam.

Sebagian masyarakat Batam menilai tindakan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam, tidak sesuai dengan amanah dan sumpah sebagai pemimpin Pemerintahan, sebab tindakan ini cuma berlaku kepada masyarakat kecil.
Bangunan Hotel 7 Lantai Berdiri Dilahan Buffer Zone, BP Batam dan BPM-PTSP (Pemko) Batam Saling Lempar Tanggung Jawab
Bangunan Hotel 7 Lantai Berdiri Dilahan Buffer Zone, Dalam Tahap Finishing. Rabu, 05-10-2016. Detiknewsocean.com
Pasalnya tindakan penggusuran yang dilakukan Pemko Batam di beberapa titik Row Jalan menuai adanya sifat tebang pilih (diskriminasi).

Hal ini terlihat dari salah satu Bagunan di seputaran Penuin Nagoya, Bangunan Hotel 7 lantai yang berdiri di atas Row Jalan dan jelas sudah tidak sesuai lagi dengan Rencana Tata Ruang Wilayah Kota (RTRWK) disebut juga sebagai Urban Planning atau Urban Land use Plan.

Pantauan DNO, Bangunan Hotel yang sudah tahap finishing ini di syalir berdiri di lahan Buffer Zone, yang menjadi salah satu kelemahan pengawasan dari Pemko Batam.
Bangunan Hotel 7 Lantai Berdiri Dilahan Buffer Zone, BP Batam dan BPM-PTSP (Pemko) Batam Saling Lempar Tanggung Jawab
Bangunan Hotel 7 Lantai Berdiri Dilahan Buffer Zone, Dalam Tahap Finishing. Rabu, 05-10-2016. Detiknewsocean.com
Konfirmasi awak media DNO kepada Kepala Dinas Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPM-PTSP) Kota Batam, Dohar di ruang kerjanya mengatakan, "kami memang mengeluarkan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) bangunan tersebut, tidak lebih. Jadi, silahkan Bapak konfirmasi BP Batam karena mereka yang mengeluarkan izin lahan" ucapnya. Rabu, 05-10-2016.

Di tempat terpisah dinas BP Batam bagian lahan, "berdasarkan pengajuan pemilik lahan adalah untuk rumah tinggal, bukan untuk membangun hotel. Namun mengapa Dinas terkait, khususnya BPM-PTSP, memberikan izin bangunan Hotel tersebut dengan mulus ?". Terang salah seorang staf bagian lahan BP Batam yang namanya enggan dipublikasikan.

Bangunan Hotel 7 Lantai Berdiri Dilahan Buffer Zone, BP Batam dan BPM-PTSP (Pemko) Batam Saling Lempar Tanggung Jawab
Bangunan Hotel 7 Lantai Berdiri Dilahan Buffer Zone,
 Dalam Tahap Finishing. Rabu, 05-10-2016.
Detiknewsocean.com
Hasil Pantauan DNO, dengan berdirinya Bangunan Hotel ini, sangatlah bertentangan dengan RTRWK dan melanggar sebagaimana disebutkan dalam Pasal 35, 37 dan 61 dengan Ketentuan Pidana pada Pasal 70 dan 73 UU Nomor 26 Tahun 2007 Tentang Penataan Ruang. (SA&PSb/FPPI)

Subscribe to receive free email updates: