Kapolres Diminta Tindak Tegas Nelayan Nakal Pengguna Pukat Trawls Di Labuhanbatu

Detiknewsocean.com, Labuhanbatu ~ Walaupun tidak mempunyai ijin menangkap ikan, para pemilik 48 kapal Pukat Trawls yang berada di Sei Berombang Kabupaten Labuhanbatu tidak takut melaut.

Bahkan ada kesan mereka “menantang” pihak terkait. Padahal, pihak Satpol Air Sei Berombang mengeluarkan surat edaran tentang penegakan hukum diwilayah perairan yang menyatakan larangan melaut.

Untuk itu diharapkan pihak polres Labuhanbatu agar melakukan tindakan dan sanksi hukum bagi para nelayan “ nakal” untuk mengantisipasi tidak terjadi lagi konflik sesama nelayan seperti yang sempat terjadi di Leidong, baru-baru ini.

Perlu diketahui, , sebanyak 2 unit Kapal pukat trawl tarik dua di Perairan laut Desa Simandulang Kecamatan Kualuh Leidong Kabupaten Labura, Minggu (9/10) sekira pukul 10.00 Wib dibakar massa. Akibatnya, sebanyak 20 orang nelayan ditetapkan sebagai tersangka, 3 diantaranya merupakan tersangka ilegal fishing, disinyalir bakal ada tersangka lain.
Kapolres Diminta Tindak Tegas Nelayan Nakal Pengguna Pukat Trawls Di Labuhanbatu
Wilayah Lokasi Penangkapan Ikan Yang Menggunakan Pukat Trawls. Detiknewsocean.com
"Sebaiknya Kapolres segera melakukan penindakan terhadap nelayan-nelayan nakal yang berani menentang (kangkangi) surat edaran tersebut dengan pergi melaut, ini disangsikan akan memunculkan polemik baru" kata pengurus LPPN-RI M. Fajar Sitorus. Kamis (20/10/2016).

Dijelaskannya, "dari sejumlah pelaku, pihak Polres diminta  semua pemilik kapal pukat trawls ditindak, karena sudah ada dijadikan 3 orang tersangka pelaku kegiatan Ilegal Fishing dan dalam hal ini jenis alat tangkap ikan yang digunakan sama dan tidak mempunyai ijin tangkap ikan".

Kalau merujuk surat edaran dari Sat Pol Air Sei Berombang dan kejadian konflik di perairan Leidong, sudah selayaknya pihak Satpol Air bersama Polres Labuhanbatu melakukan tindakan tegas terhadap pemilik pukat trawl yang sampai saat ini masih melaut, jelas Sitorus.

Anehnya, Beng khui warga Sei Berombang yang juga pemilik dua unit kapal penangkap ikan yang menggunakan alat tangkap ikan yang dilarang menurut Peraturan Menteri (Permen) Nomor 2 Tahun 2015 tentang Larangan Penggunaan Alat Penangkapan Ikan Pukat Hela (Trawl) dan Pukat Tarik (Seinen Nets) tidak takut melaut, bahkan terkesan menentang pihak penegak hukum.

Seperti yang dikatakannya menjawab pertanyaan wartawan dikediamannya, Selasa (18/10/2016) Saat ini pihaknya memang tidak punya ijin tangkap ikan, sekarang sedang pengurusaan” kata beng khui menjawab. Alasannya, pukat trawl yang dimilikinya bukan menangkap anak ikan, tetapi ikan teri, katanya berkilah.

Pihaknya tidak takut dengan siapapun serta apapun alasannya dirinya tetap akan melaut. "saya sudah bikin lapor sama mentri, dan mengenai izinnya sedang dalam pengurusan, kalau mau lebih jelasnya tanya langsung aja kesana, saya gak punya hak kasi keterangan, dan yang jelas pasti melaut" kata Beng Kui seakan menantang aparat.

AKP Suwito, Kasat Pol Air Sei Berombang via pesan singkatnya menjelaskan, pihaknya akan melakukan tindakan, namun yang paling berwenang adalah Dinas perikanan sebagai unsur Pembina nelayan. Berdasarkan itu, makanya kita sudah buat surat edaran untuk melakukan tindakan penegakan Permen No. 2 Tahun 2015 Tentang Larangan Penggunaan Alat Penangkapan Ikan Pukat Hela (Trawls) Dan Pukat Tarik (Seine Nets) Di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia. (ACD)

Subscribe to receive free email updates: