LSM Barelang; Diduga Kuat Penyidik Lanal Batam Main Mata Dengan Pemilik Barang Penyelundupan Atas Kandasnya Kapal KM.Mulya Abadi

Detiknewsocean.com, Batam ~ Terkait tertangkapnya Kapal KM. Mulya Abadi di perairan sungai Belian Batam Center pada tanggal 18 September lalu, pada pemberita DNO sebelumnya (Penangkapan Kapal KM. Mulya Abadi: LSM Barelang Minta Lantamal IV Tangkap Pemilik Barang & Serius Terhadap Pemberantasan Penyelundupan), membawa pertanyaan banyak oleh publik kepada Penyidik Lanal Batam,

Sampai saat ini pemilik barang sesungguhnya “Saleh Thouba” sebagai pihak yang bertanggungjawab terhadap Kapten beserta para kru dan Pemilik Kapal KM Mulya Abadi, yaitu H Rusli, bebas tanpa ada tindakan dari pihak Penyidik Lantamal IV Tanjung Pinang atau Lanal Batam,

H Rusli mengatakan kepada awak media DNO yang didampingi oleh Ketua LSM Barelang Yusril Kato seharusnya Saleh Thouba jadi tersangka utama dalam hal permasalahan ini. Jumat, 14-10-2016.
LSM Barelang; Diduga Kuat Penyidik Lanal Batam Main Mata Dengan Pemilik Barang Penyelundupan Atas Kandasnya Kapal KM.Mulya Abadi
H Rusli Pemilik Kapal KM.Mulya Abadi Saat Di Jumpai Tim DNO. Jumat, 14-10-2016. Detiknewsocean.com
Rusli menerangkan "kalau pihaknya telah menyewakan kapal miliknya kepada Saleh Thouba yang dikuatkan Surat Perjanjian Sewa Menyewa Kapal dan tercatat di Notaris Wirlisman SH, pertanggal 12 Agustus 2016. D‎engan surat perjanjian ini, maka H Rusli menuntut Saleh mengganti kapal yang telah tertahan senilai Rp 850 juta, jika tidak mengembalikan secepatnya".

"Mengapa Saleh Thouba sampai saat ini tidak diperiksa, sedangkan saya sudah dimintai keterangan oleh Penyidik Lanal Batam, Bapak "Kd". Saya megatakan tidak tahu menahu apa yang di perbuat terhadap Kapal saya. Sebab saya berada di Tanah Suci Mekkah saat itu".

"Akibat perbuatan Saleh ini saya mengalami kerugian yang cukup besar dan mengganggu aktivitas pekerjaan saya sehari-hari".

Di tempat yang sama Yusril Mengatakan "bahwa penangkapan Kapal KM.Mulya Abadi tidak sesuai Prosedur, karna yang di tangkap Kapten Kapal dan menahan Kapal H Rusli, seharusnya pemilik Barang selundupan tersebut yang ditangkap dan jadi tersangka.

Yusril juga menerangkan, "pengakuan Pemilik Kapal kepada saya bahwa praktek penyelundupan pengiriman Barang tersebut ternyata sudah berjalan 3 kali, dan anehnya untuk yang ketiga kalinya baru di tangkap oleh Tim WFQR yang terdiri dari unit Jatarnas dan unit Intel Lanal Batam . 

"Untuk proses memperlancar perjalanan penyelundupan yang pertama dengan yang kedua, pemilik barang Saleh Thouba sudah pernah memberikan sejumlah uang Koordinasi kepada oknum Lanal Batam" ujarnya.

"Saya menduga hal ini bisa saja tindakan Danlanal Batam hanya mencari popularitas, mengapa pada praktek penyelundupan Saleh Thouba yang ketiga saja ditangkap ? Sementara yang kedua berjalan dengan baik. Apalagi dengan adanya instruksi dari Bapak Presiden kita untuk memberantas pelaku penyelundupan. Sehingga yang jadi korban disini adalah Bapak H Rusli" terang Yusril. 

"Sewaktu penangkapan barang selundupan  ternyata informasi yang kita terima adalah 125 ton, bukan 90 ton
Beras dan Gula selundupan tersebut. Untuk barang Beras dan Gula yang  35 ton sudah tercecer dijalan" tak tau lagi dimana rimbanya" .

Jadi, Yusril juga menduga kuat, penangkapan Kapal KM. Mulya Abadi sebagai Tumbal atas perintah dari Oknum Lamtamal IV Tanjung Pinang.(SA&PSb)

Subscribe to receive free email updates: