Oknum Aparat Jadi Beking Pengusaha Reklamasi, "Presiden Diminta Turun Tangan"

Detiknewsocean.com, Batam ~ Sejak Putusan Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPRD Batam tentang Hak Angket Reklamasi habis kekuatan di putaran skor 18 vs 20 beberapa waktu lalu, dimana diantaranya 18 menyetujui hak angket dan dilanjutkan 20 yang menolak.

Hal ini adalah menjadi jembatan tanpa ada hambatan bagi para Pengusaha Reklamasi dan langsung angkat bendera kebebasan untuk melanjutkan proyeknya kembali.

Salah satu sumber (Y) mengatakan “Izin armada Dump Truck Cut and Fill untuk Reklamasi di berbagai titik di lingkungan Kota Batam tidaklah Armada yang berbadan usaha Koperasi melainkan Perseroan Terbatas (PT)”, Kamis, 27-10-2016.

(Y) menerangkan “adanya penggunaan Stiker Koperasi salah satu Institusi TNI yang dipasang di depan kaca mobil dump truck terkesan diduga kuat jadi beking terselubung pengusaha tersebut”.
 Oknum Aparat Jadi Beking Pengusaha Reklamasi, "Presiden Diminta Turun Tangan"
Armada Dump Truck Cut and Fill Untuk Kegiatan Reklamasi. Detiknewsocean.com
“Keluhan masyarakat Kota Batam dengan kegiatan dump truck tersebut yang menimbulkan pencemaran lingkungan dan mengganggu ketenangan perjalanan mereka”. (Berita terkait : Hasil Pengembangan Penyidikan Reklamasi Pantai, Pemko Batam Tetapkan 4 Perusahaan Melanggar Aturan Berat)

“Keberadaan dump truck yang menjadi raja jalanan di Batam, adalah bukti tidak adanya kebijakan dari dinas terkait beberapa bulan ini” terang (Y).

(Y) juga menyesalkan penggunaan stiker oknum TNI pada dump truck dinilai tidak ada hubunganya dengan operasi pengusaha dan terlihat menjadi beck up.

“Penggunaan stiker oknum TNI pada dump truck dari sudut pandangan manapun saya nilai tidak hubungannya dengan armada operasi para Pengusaha reklamasi. Hal ini terlihat menjadi beck up bagi pengusaha untuk menperlancar usaha reklamasi mereka” ucap (Y).

Dalam hal ini (Y) juga meminta “agar di jembatani kasus ini sampai ke Presiden RI, Ir Joko Widodo, untuk menghentikan kegiatan reklamasi ini”. (Berita terkait : Nelayan Tradisional Sengsara, Akibat Bentuk Kegiatan Reklamasi Di Batam)

Saat dikonfirmasi awak media DNO melalui telepon seluler Direktur PT Silma (YH) mengatakan stiker Koperasi salah satu oknum aparat tersebut tidak benar adanya dan silahkan di cek ulang ke lokasi tempat armada kita berada.

“Stiker Koperasi salah satu oknum aparat tersebut tidak benar adanya kita buat dan saya pinta silahkan di cek ulang ke lokasi tempat armada kita berada”, tutup (YH). (PSb)

Subscribe to receive free email updates: