Oknum Dishub Batam Diduga Menyalahgunakan Anggaran Belanja Kota Batam

Detiknewsocean.com, Batam ~  Kebijakan Pemerintah Indonesia menempatkan daerah sebagai objek pembangunan dengan diterbitkannya UU Nomor 22 Tahun 1999 dan UU Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, yang menjadi landasan yuridis pengembangan otonomi daerah di Indonesia. 

Lemahnya perencanaan, pemprograman, penganggaran, pelaksanaan, pengendalian, pengawasan dan pertanggungjawaban mengakibatkan munculnya indikasi korupsi, pemborosan, salah alokasi serta banyaknya berbagai macam pungutan yang justru mereduksi upaya pertumbuhan perekonomian daerah.

Oknum Dinas Perhubungan Kota Batam (BS) yang ini saat ini menjadi sorotan publik atas adanya dugaan penyalahgunaan Anggaran Belanja untuk Trans Kota Batam seperti Pengadaan BBM Solar, pengadaan Ban Mobil, dan Penerimaan Retribusi Trans Batam di lingkungan kota Batam.
Oknum Dishub Batam Diduga Menyalahgunakan Anggaran Belanja Kota Batam
BBM Solar Dalam Jerigen Untuk Pengisian Mobil Trans Kota Batam. Detiknewsocean.com
Hasil informasi yang diterima Media DNO dari "Y" mengatakan "Sejak bulan Januari hingga Oktober 2016 ada sebanyak 29 org direkrut sebagai tenaga kontrak untuk Trans Batam yang diduga kuat menerima pungli dlm perekrutan.

Oknum Dishub Batam Diduga Menyalahgunakan Anggaran Belanja Kota Batam
Rumah Kediaman Oknum Dishub Batam "BS"
Diduga Yang Tergolong Bangunan Mewah.Detiknewsocean.com
"Y" menjelaskan "Adapun modus yang dipakai untuk menyalahgunakan anggaran belanja buat kebutuhan Trans Batam adalah antara lain : 
  1. Belanja pengadaan solar bahwa pengadaan solar tidak dilakukan dengan pembelian di SPBU melainkan oknum BS ini berkolusi dengan oknum suplier solar ilegal dengan waktu tertentu. Trans Batam diisi melalui jerigen kemudian jumlah pemakaian sesungguhnya tidak sesuai dengan jumlah yang dilaporkan dalam pembukuan keuangan.
  2. Pengadaan Roda Ban Trans Batam, dilakukan dengan pembelian ban bekas tetapi sebaliknya dilaporkan dengan mengganti ban baru.
  3. Melakukan perekrutan sebanyak 29 orang Tenaga Harian Lepas (THL) dengan inisial : Za, Am, Rs, Fa, Pa, F, Yo, Ar, Ra, Ri, Sp, E, Yg, Si, Pe, Ma, Fe, Ma, Ai, Wi, Wi, Fr, Fe, Wa, Sp, Ib, No, dan 3 direkrut dalam bulan Oktober 2016. Masuk dengan “pakai” bayaran sejumlah uang. Bahwa perekrutan ini tidak memenuhi Asas-Asas Umum Pemerintahan Yang Baik (AUPB) padahal uang negara dibayar untuk belanja itu" ujar "Y".
Oknum Dishub Batam Diduga Menyalahgunakan Anggaran Belanja Kota Batam
Penggunaan Ban Bekas Pada Mobil Trans Kota Batam.
Detiknewsocean.com

"Jadi, dalam hal ini "BS" banyak melakukan penggelapan ataupun penyelewengan dana dari APBD Kota Batam dengan modus laporan fiktif agar dapat terlepas dari pengawasan instansi terkait.

"Sesuai Pasal 67 (e) UU RI No. 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintah DaerahWalikota Rudi berkewajiban menerapkan prinsip tata pemerintahan yang bersih dan baik".

"Aparat Penegak Hukum kita minta Periksa oknum "BS" Kasubag TU UPT Jasa Pelayanan Transportasi Dishub Batam diduga menyalahgunakan anggaran belanja Trans Batam", tutup "Y"

Saat media DNO ini mencoba menghubungi selulernya "BS" tidak aktif lagi. (PSb)

Subscribe to receive free email updates: