Penangkapan Kapal KM. Mulya Abadi: LSM Barelang Minta Lantamal IV Tangkap Pemilik Barang & Serius Terhadap Pemberantasan Penyelundupan

Detiknewsocean.com, Batam ~ Penangkapan Kapal KM Mulya Abadi di perairan Sungai Belian Batam Center oleh Tim WFQR yang terdiri dari unit Jatanras dan Unit Intel, Lanal Batam, yang membawa barang selundupan pada 18 September 2016 lalu, patut dipertanyakan.

Bahwa sampai saat ini pemilik barang sesungguhnya “Saleh Thouba” bebas tanpa ada tindakan dari pihak Penyidik Lantamal IV Tanjung Pinang, sebagai pihak yang bertanggungjawab terhadap Kapten beserta para kru dan Pemilik Kapal KM Mulya Abadi, H Rusli.

H Rusli menjelaskan "kalau pihaknya telah menyewakan kapal miliknya kepada Saleh Thouba yang dikuatkan Surat Perjanjian Sewa Menyewa Kapal dan tercatat di Notaris Wirlisman SH, pertanggal 12 Agustus 2016. D‎engan surat perjanjian ini, maka H Rusli menuntut Saleh mengganti kapal yang telah tertahan senilai Rp 850 juta, jika tidak mengembalikan secepatnya".
Penangkapan Kapal KM. Mulya Abadi: LSM Barelang Minta Lantamal IV Tangkap Pemilik Barang &Serius Terhadap Pemberantasan Penyeludupan
Surat Perjanjian Sewa Menyewa Kapal Antara H Rusli Dengan Saleh Thuba. Detiknewsocean.com 
”Kami sebagai pihak pemilik dan yang menyewakan kapal KM Mulya Abadi terhadap Saleh Thouba dalam proses dua kali surat perjanjian sangat kecewa dan mengalami kerugian. Sejak kapal ditahan di Lanal Batam kondisi kapal saya masuk air dan dikhawatirkan akan bertambah rusak.

Dalam kasus tertangkap ini kami ikut diperiksa penyidik AL, padahal ini harus tanggungjawab Saleh,” ujar H Rusli didampingi Yusril Koto selaku Ketua LSM Barelang, Kamis (14/10/2016) kepada awak Media DNO.

“Waktu diperiksa saya menjawab kalau kapal telah disewakan ke Saleh Thouba‎. Dalam kasus tertangkap kapal ini, kami tidak terlibat dan tidak mengetahui apa yang di perbuat Saleh Thouba. Karena saya sedang Ibadah Suci Makkah.

“Seharusnya dalam kasus ini yang menjadi tersangka utama adalah Saleh Thauba. Tetapi malah sebaliknya, yang ditahan Nahkoda Kapal Idris, sedangkan Saleh Thouba bebas saat ini”, ujar H Rusli.
“‎Jika tidak bisa mengembalikan kapal milik saya, Saleh bisa langsung mengganti rugi sesuai perjanjian kalau kapal tertangkap harus urus sendiri, dan atau mengganti rugi uang kapal Rp 850 juta”, tegas Rusli.
‎”Dalam hal kasus ini Yusril menarangkan bahwa kasus ini cukup memprihatinkan kenapa Nakoda Kapal yang ditahan. Seharusnya, pihak yang ditahan adalah pemilik barang selundupan, yaitu Saleh Thauba”.

“Para nahkoda Kapal adalah pekerja sesuai dengan arahan dan perintah Saleh Thauba dan tidak mengetahui pastinya bagaimana sebenarnya barang selundupan yang mereka bawa dari Singapura hingga tiba di Batam.

“Tetapi sampai saat ini, pihak penyidik dari Lanal Batam tidak ada melakukan tindakan atau pemanggilan dan penangkapan terhadap Saleh Thauba, untuk proses penyidikan” terang Yusril.

Yusril meminta dan berharap, sebagai pendamping pemilik kapal meminta Penyidik Lantamal IV bekerja secara profesional dan proporsional. Sesuai Surat Perjanjian Sewa Menyewa Kapal, pemilik hanya menyewakan Kapal KM Mulya Abadi. Saleh Thouba adalah pihak yang bertanggung jawab terhadap Kapten dan kru Kapal beserta 90 ton beras dan gula ilegal itu, periksa dan tangkap.

“KALAU YANG DITANGKAP DAN JADI TERSANGKA KAPTEN KAPAL SAJA, SEDANGKAN PEMILIK BARANG DIBIARKAN SAMA SAJA ITU BUKAN PEMBERANTASAN PENYELUNDUPAN”.

“LSM BARELANG meminta perhatian serius dari Lantamal IV Tanjung Pinang dalam pemberantasan penyelundupan di Batam. Terkait penangkapan Kapal KM Mulya Abadi yang membawa barang selundupan beras dan gula yang kandas di Perairan Belian Batam pada 18 September 2016”.

“PEMILIK KAPAL hanya menyewakan kapal KM. Mulya Abadi, kapten dan kru kapal itu orangnya Saleh Thouba”, Tutup Yusril. (SA & PSb)

Subscribe to receive free email updates: