Polda Kepri Dan BPM (PTSP) Tutup Mata : "Perjudian Besar Modus Gelper Marak Di Kota Batam"

Detiknewsocean.com, Batam ~ Gelanggang Permainan (Gelper) yang dalam setahun lalu banyak ditertibkan oleh pihak Kepolisian Daerah Kepulauan Riau karena berbau judi, tetapi saat ini kembali berjamur lagi hampir setiap wilayah Kecamatan kawasan Kota Madya Batam telah bebas berkembang praktek judi bentuk ala gelper.

Hal itu terlihat di seputaran wilayah Nagoya, Jodoh, Batam Centre, Sekupang, Batu Aji, Tembesi dan daerah lainnya.

Dari penelusuran yang dihimpun DNO dari beberapa lokasi permainan, setiap pemain terlihat membawa hadiah Rokok, HP dan bentuk hadiah lainnya yang dimenangkannya keluar dari lokasi gelper menuju tempat yang belum teridentifikasi keberadaanya untuk ditukarkan ke dalam bentuk uang.

Seperti diketahui, sejumlah lokasi gelper melakukan transaksi penukaran hadiah HP dan rokok yang sudah diberi code (tanda) dengan angka masing-masing dibayar ke bentuk sejumlah uang di sebuah lokasi yang telah ditentukan.
Polda Kepri Dan BPM (PTSP) Tutup Mata : "Perjudian Besar Modus Gelper Marak Di Kota Batam"
Praktek Perjudian Besar Modus Gelper Di Lokasi Super Sonic. Senin, 03-10-2016. Detiknewsocean.com
Salah seorang warga yang dapat berbagi informasi dengan awak media ini, Lukman (33) wilayah Sagululung Tembesi Top 100, mengatakan dia udah sering main di lokasi Super Sonic dan dia sering pulang dari tempat tersebut dengan status kalah (Ko), "Keras juga settingan mesinnya bang masak kita main udah 3 hari ini ngak pernah menang”. Dia juga mengatakan sudah kalah hampir delapan juta rupiah dalam tiga hari itu. "Tiga hari ini Aq udah kalah hampir 8 jutaan bang " Ucapnya dengan muka lemas. Senin, 04-10-2016.

Sebelumnya Perintah Kapolda Kepri Brigjen Pol Sam Budigusdian pada tanggal 24/03/2016 lalu tentang penutupan lokasi gelanggang permainan (gelper) di batam yang tidak punya izin maupun yang ada izin. “Hari ini saya sudah perintahkan jajaran saya untuk menutup semua lokasi gelper tampa ada negosiasi, yang ada izin maupun yang tidak ada izin" tegasnya .

Terkesan untuk sementara setelah perintah Kapolda tersebut semua gelper tutup dengan garis Polisi Polda Kepri di depan semua pintu lokasi gelper kota batam tanpa terkecuali.

Tapi waktu berlalu garis polisi tersebut mulai tidak nampak lagi dan Pengusaha Judi ala gelper mulai membuka usahanya.

Dalam hal ini pihak kepolisian Polda Kepri dan Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPM dan PTSP) Pemko Batam tutup mata hingga saat ini atau pro aktif memeriksa arena gelanggang permainan (Gelper) tersebut, hitungan hari saja.

Sehingga membuat para Pengusaha Judi ala gelper leluasa membuka usahanya untuk mencari keuntungan yang sebesar-besarnya.

Hasil pantauan dari DNO bahwa praktek Gelanggang Permainan Elektronik (Gelper) di Kota Batam mengandung unsur-unsur praktek perjudian. Sebagaimana dalam Pasal 303 ayat (3) Kitab Undang Undang Hukum Pidana :
“Yang disebut permainan judi adalah tiap-tiap permainan, di mana pada umumnya kemungkinan mendapat untung bergantung pada peruntungan belaka, juga karena pemainnya lebih terlatih atau lebih mahir. Di situ termasuk segala pertaruhan tentang keputusan perlombaan atau permainan lain-lainnya yang tidak diadakan antara mereka yang turut berlomba atau bermain, demikian juga segala pertaruhan lainnya”.

KUHP sebagai lex generalis (hukum yang bersifat umum) memang tidak memberikan penjelasan secara rinci mengenai kegiatan apa saja yang dapat dikatakan sebagai “judi”. Namun, selain KUHP, ada ketentuan-ketentuan lain yang bersifat lebih khusus (lex specialis) yang dapat kita rujuk untuk mengerti lebih jauh mengenai larangan kegiatan perjudian ini yaitu antara lain UU No. 7 Tahun 1974 Tentang Penertiban Perjudian dan PP No. 9 Tahun 1981 Tentang Pelaksanaan Penertiban Perjudian sebagai peraturan pelaksananya.

Pasal 1 UU 7/1974 menyatakan semua tindak pidana perjudian sebagai kejahatan. Lebih jauh dan rinci mengenai permainan judi yang dilarang dapat kita temui dalam Penjelasan Pasal 1 ayat (1) PP 9/1981yang meliputi:
  • a. Perjudian di Kasino, antara lain terdiri dari :
1. Roulette; 2. Blackjack; 3. Baccarat; 4. Creps; 5. Keno; 6. Tombola; 7. Super Ping-pong; 8. Lotto Fair; 9. Satan; 10. Paykyu; 11. Slot machine (Jackpot); 12. Ji Si Kie; 13. Big Six Wheel; 14. Chuc a Luck; 15. Lempar paser/bulu ayam pada sasaran atau papan yang berputar (Paseran); 16. Pachinko; 17. Poker; 18. Twenty One; 19.Hwa-Hwe; 20. Kiu-kiu.
  • b. Perjudian di tempat-tempat keramaian, antara lain terdiri dari perjudian dengan:
1. Lempar paser atau bulu ayam pada papan atau sasaran yang tidak bergerak; 2. Lempar Gelang; 3. Lempar Uang (Coin); 4. Kim; 5. Pancingan; 6. Menembak sasaran yang tidak berputar; 7. Lempar bola; 8. Adu ayam; 9. Adu sapi; 10. Adu kerbau; 11. Adu domba/kambing; 12. Pacu kuda; 13. Karapan sapi; 14. Pacu anjing; 15. Hailai; 16. Mayong/Macak; 17. Erek-erek.
  • c. Perjudian yang dikaitkan dengan alasan-alasan lain, antara lain perjudian yang dikaitkan dengan kebiasaan;
1. Adu ayam; 2. Adu sapi; 3. Adu kerbau; 4. Pacu kuda; 5. Karapan sapi; 6. Adu domba/kambing.
  • d. Tidak termasuk dalam pengertian penjelasan Pasal 1 huruf c termaksud di atas, apabila kebiasaan yang bersangkutan berkaitan dengan upacara keagamaan, dan sepanjang hal itu tidak merupakan perjudian.
Kepala BPM Batam Gustian Riau saat di konfirmasi awak media DNO tentang verifikasi izin Gelper di wilayah Batam melalui selulernya belum dapat penjelasan. (Tim).

Subscribe to receive free email updates: