PT. ID Pengelola Pasar Di Dutamana Batam Kota Diduga Tipu Konsumen

Detiknewsocean.com, Batam ~ Produsen yang tidak bertanggung jawab sering merugikan sisi konsumen. Sering kali produk atau jasa yang diberikan tidak sesuai dengan yang telah mereka janjikan kepada konsumen. Sayangnya, selama ini konsumen tidak pernah mengeluh dan menerima begitu saja, tanpa ada perlawanan.

Terjadinya sengketa konsumen  adalah merupakan potret lemahnya posisi tawar konsumen, sebab hak konsumen sudah dikebiri para produsen bahkan ketika baru menunjukkan minat membeli maupun sewa properti.

PT. Indo Dutamana adalah salah satu perusahaan pengembang Pengelola Pasar Dutamana di Batam yang sudah menerima sejumlah uang dari beberapa konsumen untuk sewa kios dengan durasi waktu 3 (tiga) bulan, tetapi sampai saat ini kios yang akan digunakan para konsumen sesuai perjanjian belum ada juga rampung pembangunannya. 
PT. ID Pengelola Pasar Di Dutamana Batam Kota Diduga Tipu Konsumen
Lokasi  Pasar Di Dutamana. Detiknewsocean.com
Dilihat dari lokasi tempat berdirinya bangunan yang masih setengah jadi membuat para konsumen kecewa dengan janji janji pihak Pengelola Pasar.

Puluhan konsumen, salah satu diantaranya "M" sudah menyerahkan sejumlah uang untuk sewa kios tiga bulan pada April 2016 kepada pihak pengelola pasar Dutamana. Penyerahan uang yang disertakan dengan pemberian tanda bukti (kwitansi) pebayaran tanpa perjanjian itu karena M dijanjikan bisa menempatkan kios ukuran 4 x 6 meter sebagai tempat usaha dagangnya setelah habis lebaran atau paling lambat pada bulan Agustus 2016.

"Namun hingga saat ini tidak ada tanda-tanda kios itu bisa ditempatkan dan konsumen menilai pengembang tersebut tidak jelas dan terlihat dari jalan masuk ke lokasi pasar itu pun belum ada dikerjakan" terang "M".

M juga berharap agar pihak berwajib bisa membantu menyelesaikan permasalah mereka dengan PT. Indo Dutamana.

"Harapan kita terlebih saya sendiri, kiranya pihak yang berwajib mau membantu kami untuk penyelesaian permasalahan ini, agar kami mendapatkan kepastian dari pihak pengelola pasar, sebab hal ini sudah cukup kesabaran kami hanya menunggu janji-janji manis mereka". tutupnya.

Memy staf Keuangan PT. Indo Dutamana belum bisa di konfirmasi terkait hal ini, saat dihubungi via telepon seluler tidak ada jawaban.

Subscribe to receive free email updates: