Sengketa Lahan Di Dapur 12 Pantai Sagulung: "Yusril vs Limin"

Detiknewsocean.com, Batam ~ Gugatan sengketa lahan seluas 5000 M2 yang dijadikan aktivitas bongkar muat BBM solar illegal milik Limin pada (16-6-2016) malam lalu digerebek Satreskrim Polresta Barelang saat ini tengah bergulir di Pengadilan Negeri (PN) Klas 1 A Batam.

Ketua LSM Barelang Yusril Koto sebagai pendamping Bapak Ikup pihak penggugat pada hari Kamis, 20-10-2016, di Dapur 12 Sagulung Kota Batam menjelaskan "bahwa lahan seluas 5000 M2 sejak tahun 2012 lalu dikuasai secara paksa oleh Limin dan dipergunakan sebagai lokasi sandar dan perbaikan beberapa Kapal Tug Boat dan Tanker".

Disebutkan Yusril "bahwa lahan itu termasuk dalam area lahan seluas seluas 80.000 m2 yang diperoleh sejak tahun 1960 oleh almarhum Bapak Manaf, orang tua kandung Bapak Ikup dengan bukti surat tertanggal 8 Juli 1990 yang diketahui Muchsin Kepala Desa Pulau Buluh saat itu".

“Lahan yang dikuasai Limin sebagai gudang dan aktivitas bongkar muat solar ilegal yang beberapa bulan lalu digerebek Satreskirim Polresta Barelang semula lokasi tambak kepiting, sedangkan lokasi yang dijadikan sandar kapal tug boat oleh Limin itu merupakan lokasi keramba tancap sebagai usaha mata pencaharian yang dirintis oleh Bapak Ikup” tegas Yusril.
Sengketa Lahan Di  Dapur 12 Pantai Sagulung: "Yusril vs Limin"
Lokasi Lahan Sengketa Di  Dapur 12 Pantai Sagulung Yang Saat Ini Dalam Penguasaan Limin. Detiknewsocean.com
"Adalah Nurjanah saat itu berumur 14 tahun memperoleh tanah seluas 5000 M2 pada tahun 1970 dari usaha sendiri seperti disebut pada surat pernyataan yang dibuatnya tertanggal 21 Juni 1996".

"Surat pernyataan yang dibuat Nurjanah itu juga ditandatangi Muchsin Kepala Desa Pulau Buluh", terang Yusril.

Menurut Yusril "berdasarkan keterangan beberapa orang lama disitu dan saat ini masih bermukim di Dapur 12 Pantai Sagulung yang mengetahui sejarah serta asal usul lahan itu menyangsikan ataupun meragukan soal kebenaran surat pernyataan tanah yang dibuat Nurjanah.

Dijelaskan Yusril sewaktu dirinya pernah bertemu Bapak Muchsin mantan Kepala Desa Pulau Labuh di Sagulung dan menanyakan soal surat pernyataan tanah yang dibuat Nurjanah.

"Kemudian Bapak Muchsin mengatakan  bahwa dirinya ada menandatangani dan menstempel surat pernyataan itu yang sudah disiapkan dan dibawa oleh Bisan Ketua RW Dapur 12, dimana saat itu tanpa kehadiran Nurjanah". 
Sengketa Lahan Di  Dapur 12 Pantai Sagulung: "Yusril vs Limin"
Lokasi Lahan Sengketa Di  Dapur 12 Pantai Sagulung. Detiknewsocean.com
"Akibat dari surat pernyataan tanah yang dibuat Nurjanah itu, Limin sejak tahun 2012 hingga saat ini menguasai sepenuhnya lahan tersebut", ucap Yusril.

Dalam permasalahan ini Bapak Yusril mengatakan "bahwa kita menunjuk Pengacara Palti Siringo-Ringo, SH dan Ibnu Hajar, SH sebagai kuasa hukum Bapak Ikup pada 12 Juli 2016, yang menggugat Nurjanah dan Limin ke PN Batam, dengan gugatan tercatat Nomor : 171/PDTG/2016/PN BTM".

Diterangkan Yusril lagi "bahwa dirinya membantu Pak Ikup (sehari-hari dipanggil pak Pendek) itu merupakan penyandang buta aksara karena selalu mendapat tekanan dan intimidasi selama lahan miliknya dikusai oleh Limin". 

Palti Siringo-Ringo, SH di Dapur 12 Pantai Sagulung mengatakan "saat ini penasehat hukum sedang mempersiapkan alat-alat bukti untuk meyakinkan bahwa lahan seluas 5000 M2 yang saat ini dikuasai Limin merupakan lahan sah milik pak Ikup, Kamis, 27-10-2016.

Sengketa Lahan Di  Dapur 12 Pantai Sagulung: "Yusril vs Limin"
Pak Ikup Saat Menunjukkan Salah Satu Bukti Surat Kepemilikan Lahan.
Detiknewsocean.com
Diterangkan Ibnu Hajar, SH, "bahwa lahan yang dikuasai Limin itu area laut semula merupakan lokasi keramba tancap dan tambak kepiting yang kemudian ditimbun oleh Limin sehingga mengakibatkan kerugian dan hilangnya sumber ekonomi dan mata pencaharian Pak Ikup. “Surat pernyataan lahan yang dibuat Nurjazah itu merupakan lahan darat bukan area laut”, tegasnya.

Hajar Penasehat hukum dari pihak penggugat mengatakan "akan meyakinkan Majelis Hakim pada sidang penyampaian alat bukti yang rencana akan digelar minggu depan (3/11) bahwa lahan yang ditimbun dan dikuasai Limin saat ini semula merupakan area laut milik sah Pak Ikup dengan menunjukkan bukti surat asli berupa surat Tanda Pencatatan Kegiatan Perikanan Dinas Kelautan, Perikanan Dan Pertanian Kota Batam tertanggal 23 April 2002 dan juga berupa foto tambak kepiting dilokasi itu. 

Ditambahkan Yusril, "selain orang-orang tua yang masih hidup sebagai saksi yang mengetahui sejarah lokasi tanah itu juga petunjuk lain bahwa pihaknya sangat meyakini tanah itu merupakan milik Pak Pendek (Ikup) sebagai ahli waris adalah batas-batas tanah yang disebutkan di dalam surat pernyataan yang dibuat oleh Nurjanah itu bukanlah yang dimaksud tanah seluas 5000 m2 yang saat ini dikuasi oleh Limin".

Dalam surat gugatan tangal 12 Juli 2016 yang disampaikan Palti Siringo-ringo, SH selaku kuasa hukum Pak Pendek itu "selain Nurjanah sebagai Tergugat I juga diminta kepada Ketua Pengadilan Negeri Batam agar Limin sebagai tergugat II, selain dituntut membayar kerugian materiil akibat kerusakan tambak kepiting dan keramba tancap juga Limin diminta untuk mengosongkan lokasi tanah tersebut dari semua kegiatan", tutupnya. (SA&PSb)

Subscribe to receive free email updates: