Tiga Kapal Pukat Trawl Mini Dibakar Nelayan Tradisional, Di Perairan Labuhanbatu

Detik News Ocean, Labuhanbatu ~ Akibat dari tidak mematuhi Peraturan Menteri Kelautan Dan perikanan RI nomor 02/PERMEN-KP/2015 Tentang larangan Pengunaan alat penangkap ikan pukat hela (trawls) dan pukat Tarik (senne nets) diwilayah pengelolaan perikanan negara kesatuan RI, tiga kapal penangkap ikan yang menggunakan pukat trawl mini dibakar di perairan Dusun Datuan Golok, Desa Simandulang, Kecamatan Kualuh Leidong, Kabupaten Labuhanbatu. Minggu (09/10/2016).

Diduga pembakaran ketiga kapal pukat itu dilakukan oleh nelayan jaring tradisional yang berasal dari Dusun Simandulang dan Dusun Jatuhan Golok, Desa Simandulang, Kecamatan Kualauh Lediong dan Sei Berombang yang berjumlah ratusan orang.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Sedikitnya 40 orang nelayan mengalami kerugian materi, dampak dari pembakaran kapal tersebut. Belum diketahui apa penyebab aksi pembakaran tiga kapal nelayan yang menggunakan pukat trawl tersebut.
 Tiga Kapal Pukat Trawl Mini Dibakar Nelayan Tradisional, Di Perairan Labuhanbatu
Situasi Saat Tiga Kapal Pukat Trawl (Harimau) Dibakar Massa Nelayan Tradisional. Detiknewsocean.com
Pantauan awak media DNO, Personel kepolisian masih berjaga-jaga pasca-pembakaran tiga kapal pukat harimau dan pukat tarik di wilayah perairan Sei Berombang dan perairan Asahan, Sumatera Utara. Situasi di wilayah itu berangsur-angsur kondusif setelah ribuan nelayan membakar tiga kapal penangkap ikan tersebut.

(Baca : Puluhan Pukat Trawl Mini Beroperasi Di Sei Berombang, Labuhanbatu)

Kepala Satuan Polisi Perairan (Sat Polair) Sei Berombang, AKP Wahyudi Widodo melalui pesan singkat melalui telepon selulernya membenarkan adanya kejadian pembakaran itu, Senin (10/10/2016).

“Benar, saat ini pelaku pembakaran/pengrusakan serta pelaku ilegal fishing sudah diamankan dan saat ini sedang diproses di polres labuhanbatu”.

“Dari sejumlah pelaku yang sudah dimintai keterangannya, 18 orang telah memenuhi unsur. Sedangkan pemilik kapal saat ini dalam perjalanan dari kualuh leidong menuju ke polres Labuhanbatu untuk dilakukan pendalaman penyelidikan” kata Suwito.

Di jelaskannya, sebelumnya, pihaknya telah mengeluarkan surat edaran tertanggal 29 September 2016 yang ditandatangani AKP H Suwito Widodo SH yang intinya melarang melakukan penangkapan ikan dengan melakukan alat tangkap ikan yang dilarang oleh peraturan perundangan yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia seperti tarik dua, tarik mini, pukat sondong/dorong dan lainnya. (ACD)

Subscribe to receive free email updates: