Tujuan Program Keluarga Harapan (PKH) Tidak Tepat Sasaran, Dinsos Batam Tutup Mata

Detiknewsocean.com, Batam ~ Pemerintah memiliki komitmen untuk meneruskan Program Keluarga Harapan (PKH) yang sudah digulirkan sejak era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebelumnya.

Sebab, program tersebut dinilai memiliki manfaat besar dalam mengangkat kesejahteraan rumah tangga sangat miskin di Indonesia.

Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa berharap bahwa PKH mempunyai kontribusi besar dalam memerangi atau menyasar pengentasan kemiskinan di negeri ini. Program tersebut kiranya mampu mengubah status keluarga sangat miskin (KSM) menjadi keluarga dengan tingkat ekonomi yang jauh lebih baik.

Pantauan DNO dilapangan pada saat verifikasi data yang dilakukan, tepatnya di Kecamatan Sagulung, Kelurahan Sei Lekop, Kota Batam, Kepulauan Riau, sangat banyak yang tidak tepat sasaran. Minggu 16-10-2016.
Tujuan Program Keluarga Harapan (PKH) Tidak Tepat Sasaran, Dinsos Batam Tutup Mata
Tujuan Program Keluarga Harapan (PKH) 
Dari ratusan warga yang datang, ada beberapa dari warga yang sangat menarik perhatian dengan penampilan jauh dari kata miskin. Salah seorang ibu muda berinisial (LJS), yang penampilannya di hiasi perhiasan yang sangat tinggi nilainya.

Diketahui ibu muda ini adalah warga Rw11, dengan membawa sebuah stopmap warna merah yang berisikan kertas undangan untuk verifikasi data PKH, Anehnya saat di tanya terkait tujuannya ke tempat tersebut ibu muda ini menolak dan dan tidak mau menjawab, spontan ibu muda ini pergi begitu saja.
Tujuan Program Keluarga Harapan (PKH) Tidak Tepat Sasaran, Dinsos Batam Tutup Mata
Dinas Sosial Dan Pemakaman Pemko Batam. Detiknewsocean.com
Ditempat terpisah Mantan Ketua RT di Kelurahan Sei Lekop ini mengatakan "bahwa sistem pendataan ini tidak tepat sasaran, informasinya hanya lima kepala keluarga saja yang menerima undangan dari tempat saya, padahal di lingkungan RT saya masih banyak keluarga kurang mampu".

"Ada warga saya LS (35) yang memiliki anak lima, tiga orang anaknya sudah sekolah ditingkat Sekolah Menengah Pertama SMP dua orang lagi masih balita. Keluarga LS tidak memiliki penghasilan tetap, bahkan rumah juga ngontrak. Tetapi mereka tidak diundang menjadi peserta PKH, bahkan program yang sebelumnya yaitu program Kartu Indonesia Pintar (KIP) mereka juga tidak dapat," terangnya.

"Dia juga berharap agar progam PKH ini tepat sasaran pada orang yang sangat membutuhkan, bukan pada orang yang kehidupannya mapan," tutupnya.

Hal ini mengakibatkan banyaknya polemik dan keluhan warga yang menimbulkan kecemburuan sosial atas kehadiran PKH di Kota Batam dan menjadi salah satu bukti kurangnya perhatian dan seleksi yang di lakukan Dinas terkait. 

Kepala Dinas Sosial Dan Pemakaman Kota Batam, Raja Kamarul Zaman belum bisa dikonfirmasi melalui telepon selulernya terkait penjelasan mengenai kategori keluarga yang bagaimanakah di Kota Batam ini yang layak menjadi peserta penerima Program Keluarga Harapan PKH. (PSb)

Subscribe to receive free email updates: