Bareskrim : Dua Tersangka Korupsi Mobile Crane Pelabuhan Tanjung Priok Segera Diadili, Berkas P-21

Detiknewsocean.com, Jakarta ~ Kasus dugaan korupsi atas pengadaan 10 unit mobile crane di Pelabuhan Tanjung Priok oleh PT Pelindo II akan segera masuk ke persidangan.

Ada dua tersangka yang akan diseret ke meja hijau, yakni mantan Direktur Teknik Pelindo II Ferialdy Noerlan (FN) dan mantan Senior Manager Peralatan PT Pelindo II Haryadi Budi Kuncoro (HBK) adik mantan Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto, akan diserahkan ke Kejaksaan Agung (Kejagung), Kamis 3 November 2016 pagi.

Keduanya saat ini sudah ditahan di Rumah Tahanan Bareskrim yang sementara berada di Polda Metro Jaya. Dari rutan, kedua tersangka akan dibawa ke kantor Bareskrim sebelum diserahkan ke Kejagung.

Brigjen Agung Setya, Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri "Besok pukul 07.00 WIB untuk tersangka HBK dan FN akan dilimpahkan dari kantor Bareskrim di Kompleks Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP), Gambir Jakarta Pusat ke Kejaksaan Agung," ucapnya, Rabu (2/11/2016).
Bareskrim : Dua Tersangka Korupsi Mobile Crane Pelabuhan Tanjung Priok Segera Diadili, Berkas P-21
Situasi Pekerja Melakukan Proses Bongkar Muat Kontainer Di Pelabuhan JICT, Tanjung Priok, Jakarta. Detiknewsocean.com
"Hari ini berkas perkara P-21 (berkas lengkap). Tersangka FN dan HBK hari ini diamankan untuk diserahkan besok ke kejaksaan," katanya.

Agung menjelaskan "Selain kedua nama tersebut, ada satu nama lagi yang menjadi sorotan dalam kasus ini, yakni Richard Joost Lino. Pria yang kala itu menjabat sebagai Direktur Utama, sudah beberapa kali diperiksa penyidik".

Ketika ditanya soal Lino, Agung hanya menjawab dengan nada bercanda. "Berkasnya belum jadi" ujarnya diikuti dengan tawa.

Agung juga mempersilahkan awak media untuk mengambil gambar kedua tersangka yang merugikan negara hampir Rp46,5 miliar. Kedua tersangka ditangkap pagi ini pasca Kejaksaan Agung menyatakan berkas perkara keduanya lengkap atau P21. Mereka diketahui tengah bermain golf di tempat yang berbeda.

"HBK ditangkap pukul 09.06 WIB di Gading Mas Driving Range Kelapa Gading sedangkan FB ditangkap pukul 10.40 WIB di Emeralda Golf Club Cimanggis Depok," kata Agung.

Kasus ini berawal saat penyidik menemukan sepuluh mesin derek yang semestinya dikirim ke delapan pelabuhan berbeda justru mangkrak di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Polisi menduga ada motif korupsi di balik pengadaan alat-alat berat itu karena apa yang terjadi tidak sesuai dengan rencana pengadaan yang sudah ditetapkan. Keduanya dan mantan Direktur Utama RJ Lino mengatakan perubahan itu wajar saja dalam sebuah perusahaan. (JSh)

Subscribe to receive free email updates: