Batam Butuh Pejabat Pendidikan Berkarakter, Bukan Doyan Dugem

Detiknewsocean.com, Batam (Kepri) ~ Batam saat ini membutuhkan pejabat pendidikan berkarakter. Tertangkapnya Kabid Dikdas Dinas Pendidikan Kota Batam Rustam Efendi dan juga sebagai Ketua PGRI Kota Batam oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Kepri saat asik dugem di Diskotik Sphinx mencerminkan kurangnya keteladanan perilaku pejabat pendidikan.

"Yusril Koto" selaku Ketua dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Barelang mengatakan "tidak dapat dipungkiri bahwa hingga saat ini Indonesia terlebih khusus Kota Batam belum menemukan sistem pendidikan yang tepat untuk kemajuan generasi dari masa ke masa. Hal ini dapat terlihat dari sifat para oknum Pejabat Dinas Pendidikan banyak melakukan penyalahan wewenang demi memperkaya diri sendiri. Padahal sistem pendidikan merupakan faktor kunci menuju Indonesia yang maju. Tetapi oleh karena hal ini, membuat dan dapat terlihat bahwa Kota Batam sangat kekurangan akan sumber daya manusia yang berkualitas", Senin, 29-11-2016. 
Batam Butuh Pejabat Pendidikan Berkarakter, Bukan Doyan Dugem
Dinas Pendidikan Kota Batam. Detiknewsocean.com
"Dengan adanya kejadian bahwa Rustam Efendi selaku Kabid Dikdas dari Disdik dan juga sebagai Ketua PGRI Kota Batam oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Kepri saat asik dugem di Diskotik Sphinx mencerminkan kurangnya keteladanan perilaku pejabat pendidikan" ujar Yusril.

Lanjut Yusril mengatakan "Pendidikan merupakan memegang peranan penting dalam proses kehidupan seorang manusia, lebih dari itu penting bagi berjalannya regenerasi sebuah bangsa yang berkualitas. Dengan pendidikan manusia dapat meningkatkan harkat dan martabat serta kedudukannya sebagai manusia dalam bermasyarakat".

"Kerusakan sistem yang sudah berlangsung dengan lama ini lebih khusus Kota Batam ini sudah banyak memberikan dampak negatif bagi banyak pihak. Dari sekian banyak aspek yang terkena dampak negatifnya ada dua aspek yang saling berkaitan dan paling memprihatinkan, yaitu ketika pemerintah mengalokasikan anggaran, tetapi masih banyak anak yang berusia produktif tidak mendapatkan pendidikan. Pengeluaran negara untuk sektor pendidikan begitu tinggi, namun hasilnya adalah peserta didik yang tidak mendapatkan pendidikan dengan layak dan semakin bertambahnya pengangguran. Lalu pertanyaannya adalah, kemana uang anggaran itu pergi ?" terang Yusril

"Pejabat pendidikan harus berkarakter, punya kredibilitas, menjadi inspirasi keteladanan dan mampu menumbuhkan harapan masyarakat dalam peningkatan mutu pelayanan pendidikan Pemimpin berkarakter sudah barang tentu bukan sosok menjadi biang kisruh sekolah dijadikan lapak bisnis seragam dan lks serta carut marut bobroknya mutu pelayanan pendidikan. Pemimpin berkarakter adalah pemimpin yang mampu membuat kebijakan masa depan pendidikan bagi masyarakat Batam tanpa mengangkangi aturan tidak dengan akal bulus menyalahgunakan kewenangan demi memperkaya diri".

Batam Butuh Pejabat Pendidikan Berkarakter, Bukan Doyan Dugem
Illustrasi Seragam Pendidikan Indonesia. Detiknewsocean.com
"Di samping berkarakter pejabat pendidikan juga diharapkan memiliki kredibilitas. Ini menyangkut komitmen, integritas, kejujuran, konsistensi dan keberanian untuk bertanggung jawab atas jabatannya. Pemimpin yang kredibilitasnya mumpuni, sejak semula diberi amanah siap mempertanggungjawabkan kegagalan tanpa mencari kambing belang. Ia lebih suka mencari apa yang keliru untuk diperbaiki ketimbang mencari siapa yang patut disalahkan. Kredibilitas juga mengandung pengertian adanya ketenangan batin seorang pemimpin untuk memberikan reaksi yang tepat terutama dalam kedaaan kritis. Selain tentu, saja kredibilitas juga menyangkut aspek kecakapan dan ketrampilan teknis memimpin".
Pejabat berkarakter juga menjadi inspirasi keteladanan, bukan pejabat yang gagal menjadi sumber inspirasi keteladanan. Mereka tidak sanggup berdiri di barisan terdepan dalam memberi teladan dari dirinya dan lingkungan masyarakat. Pejabat yang inspiratif, semestinya sanggup secara otentik menunjukkan ketulusan satunya ucapan dengan tindakan, satunya seruan dengan pelaksanaan, satunya tekad dengan perbuatan. (PSb)

Subscribe to receive free email updates: