Diduga Kuat Oknum Pejabat Kantor Pos Cabang Batam Melakukan Penggelapan Dana BLSM Periode 2013-2015

Detiknewsocean.com, Batam ~ Pemerintah melalui Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) menyalurkan bantuan sementara kepada Rumah Tangga miskin dan rentan agar terlindungi dari dampak kenaikan harga, akibat penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Program BLSM diberikan kepada Rumah Tangga dengan tingkat sosial ekonomi terendah berdasarkan Basis Data Terpadu (BDT) hasil Pendataan Program Perlindungan Sosial (PPLS) 2011. BLSM ini diharapkan mampu membantu untuk mempertahankan daya beli dalam memenuhi kebutuhan hidup masyarakat miskin.

Program dana BLSM yang di kucurkan Pemerintah melalui Kementrian Sosial (KEMENSOS) tahun 2013-2015 diduga ada penggelapan yang dilakukan oleh knum pejabat Kantor Pos Indonesia Cabang Kota Batam.

Hal ini diketahui berdasarkan laporan warga kepada awak media DNO, yaitu Ls (35)  warga Kecamatan Sagulung.

BLSM yang tidak pernah dicairkan, karena Kartu Perlindungan Sosial (KPS) tidak pernah sampai di tangan saya.

“Sebab, Penerima BLSM diwajibkan membawa KPS dan dokumen pendukung (misalnya, KTP) ke kantor pos terdekat untuk mengambil bantuan tunai”, ujar LS
Diduga Kuat Oknum Pejabat Kantor Pos Cabang Batam Melakukan Penggelapan Dana BLSM Periode 2013-2015
Kantor Pos Indonesia Cabang Batam. Selasa, 25-10-2016. Detiknewsocean.com
Ls kepada awak media DNO mengatakan “bahwa pada saat pendistribusian kartu KPS, yang bersangkutan pindah alamat.

“Ia bang, memang pada saat kartu ini di bagikan saya sudah pindah rumah, jadi karena Ketua RT kami saat itu tidak mengetahui kami tinggal dimana, maka kartunya dibiarkan aja dikantor Kelurahan”, ucap LS.

“Jadi semuanya ini saya tahu pada saat Pemerintah meluncurkan Program yang baru, yaitu program Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), pengganti KPS. Waktu itu ada tetangga ditempat saya yang lama memberitahukan bahwa kartu kami ada di Kelurahan, maka saya pergi ke kantor Kelurahan dan benar kartu KKS kami ada”.

“Saya heran kenapa saya dapat KKS, sedangkan yang punya KPS tidak semuanya dapat KKS, karena informasinya ada pengurangan, berarti saya peserta KPS aktif”, terang LS.

“Maka, dalam hal ini saya minta pihak Kelurahan untuk cek data, dan benar nama saya ada sebagai peserta KPS, singkatnya saya diberi surat pengantar untuk langsung tanyakan hal ini ke Kantor Pos Indonesia Cabang Kota Batam. Karena menurut pihak Kelurahan bahwa ada beberapa kartu yang tidak terdistribusikan dan semuanya itu dikembalikan ke Kantor Pos”.

Ls lanjut menceritakan “bahwa hal ini sudah pernah saya tanyakan langsung mengenai dana BLSM yang tidak pernah ia ambil ataupun terima dan kartu KPS saya kepada pimpinan Kantor Pos Indonesia Cabang Kota Batam, yaitu dengan Pak Pramono dan Pak Sutikno, namun tidak mendapat jawaban yang pasti dan terkesan berbelit belit ataupun menghindar”.

“Mereka menjelaskan bahwa nama saya tidak terdaftar, saat saya tunjukkan data dari Kelurahan, mereka menjawab bahwa dana dan kartu sudah dikembalikan ke Pusat (KEMENSOS) dan saya katakan, jika memang dana dan kartu milik saya dan yang lainnya sudah dikembalikan ke Pusat, tolong ditunjukin berita acara serah terimanya, Pihak Kantor Pos menjawab, bahwa datanya sudah tidak ada karena sudah lama”.

“Karena saya tidak puas dengan jawaban dari mereka pada saat itu, maka saya ulangi lagi datang ke Kantor Pos untuk kedua kalinya dan pada saat itu saya diberikan print out selembar kertas, yang isinya menyatakan bahwa dananya sudah diblokir tertanggal 01-11-2013, tetapi anehnya pada tanggal 05-07-2013 dananya pernah dibayarkan senilai Rp.300.000”.

“Saat itu saya tanya siapa yang mencairkan dana tersebut ? Pihak Kantor Pos yang diwakili oleh Pak Sutikno tidak dapat mejelaskan dan beberapa kali hal ini saya pertanyakan, namun tidak pernah mendapatkan penjelasan yang pasti”.

“Hal ini menyangkut orang banyak, karena menurut informasi yang saya dapat ada banyak yang mengalami hal seperti yang saya alami ini”, ujar Ls panjang lebar.

Ls mengatakan lagi “saya sangat berharap hal ini dilaporkan ke Pihak yang berwajib, supaya Pihak yang berwajib yang mengusut kasus ini sampai tuntas, karena ini dana Sosial yang diperuntukkan bagi keluarga miskin,ujar Ls mengakhiri.

Terkait dalam hal ini, awak media DNO mendatangi Pihak Kantor Pos untuk kepentingan konfirmasi, salah satu dari bagian Customer Service (Riani) mengatakan untuk sabar menunggu. Namun salah satu unsur pimpinan tidak ada yang dapat di temui. Karena sudah menunggu beberapa saat dan juga tidak ada yang bersedia di temuin, maka awak media DNO meninggalkan Kantor Pos, Selasa, 25-10-2016, pukul 14,00wib. (SA&PSb)

Subscribe to receive free email updates: