Ruhut Tanggapi SBY Agar Kepala Tetap Dingin, Pembisik Sebagai Biang Keladi Di Balik Kemarahannya

Detiknewsocean.com, Jakarta ~ Ruhut Sitompul, Politikus Partai Demokrat, Anggota Komisi III DPR, menyebut Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai seorang negarawan. Karena itu, Ruhut meminta ketua umum Partai Demokrat itu untuk bijak dalam menghadapi situasi politik saat ini dan untuk tetap bersikap tenang dan sabar meski hati sedang panas.

"Pak SBY, hati boleh panas tapi kepala harus dingin. Bapak adalah negarawan," ujar Ruhut, Rabu (02-11-2016).

Seperti diketahui, dalam konferensi pers di Cikeas, SBY tidak terima dengan informasi yang menyebutkan rencana aksi demonstrasi 4 November 2016 digerakkan oleh partai politik.

Ruhut menolak jika pemerintah yang dipimpin Joko Widodo dituding tengah melakukan segenap upaya untuk menjatuhkan SBY. Terlebih, jika anggapan itu dikaitkan dengan gelaran Pilkada DKI Jakarta 2017.

"Aku yakin Pemerintah Jokowi yang aku dukung tidak melakukan itu," ucap Ruhut.
Ruhut Tanggapi SBY Agar Kepala Tetap Dingin, Pembisik Sebagai Biang Keladi Di Balik Kemarahannya
Ruhut Sitompul Politikus Partai Demokrat, Anggota Komisi III DPR RI. Detiknewsocean.com
Ruhut justru menuding para pembisik SBY sebagai biang keladi di balik kemarahan SBY di Cikeas. Para pembisik disebut Ruhut tidak memberikan data yang benar tentang situasi yang terjadi, sehingga memicu kemarahan SBY.

"Orang-orang di lingkungan Pak SBY tolong kajilah info yang benar sebelum diberi ke Pak SBY. Beliau ini negarawan," sambungnya.

Contoh kecilnya adalah bisikan bahwa karir anak sulung SBY, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), akan terganggu di era Jokowi. Tapi faktanya, karir AHY mulus dan segera naik pangkat jadi kolonel. Atas bisikan itu juga akhirnya AHY diusung sebagai cagub.

Selain pembisik SBY, Ruhut juga mempermasalahkan perkembangan penggunaan media sosial yang tanpa batas hingga mudah membuat adu domba di negeri ini.

"Sekarang era media sosial, jadi jangan sensitif menanggapinya. Memang medsos kebangetan mengadu domba. Jadi apa yang dikatakan Pak SBY itu semua dari pemberitaan medsos," terang Ruhut. (JSh)

Subscribe to receive free email updates: