Silahturahmi Gubernur Dan FKPD Provinsi KEPRI : "Masyarakat Diharap Menjaga Persatuan & Kesatuan"

Detiknewsocean.com, Batam (Kepri) ~ Silaturahmi antara Gubernur dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Bersama Organisasi Keagamaan, Organisasi Kepemudaan, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Provinsi Kepulauan Riau dengan tema "Pembinaan Wawasan Kebangsaan Dalam Menuju Indonesia AMA" berlansung dengan baik yang di adakan di Ruang Galaxy Hotel Planet Holiday, Kota Batam, pukul 14.30 Wib, Rabu, 23-11=2016 .

Adapaun acara di mulai dengan pembukaan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan diikuti Doa oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kepri.

Pada acara ini turut hadir Gubernur H. Nurdin Basirun, Kapolda Kepri Brigjen Pol. Sam Budigusdian, Danrem 033/Wira Pratama Brigjen TNI Fachri, Kabinda Kepri Brigjen TNI Yulius Selvanus, Kepala Kantor Pertahanan Provinsi Kepri Laksma TNI R. Gatot Suprapto, Wakil Kajati Kepri H. Asri Agung Putra, Wakil Ketua DPRD Provinsi Kepri Amir Hakim Siregar, Sekda Prov. Kepri TS. Arief Fadillah. Hadir juga Walikota Batam H. Muhammad Rudi, Kapolresta Barelang Kombes Pol. Helmy Santika, Kepala Kanwil Kemenag Prov. Kepri Marwin Jamal dan Kepala Kanwil Kemenag Kota Batam Zulkifli Aka.
Silahturahmi Gubernur Dan FKPD Provinsi KEPRI : "Masyarakat Diharap Menjaga Persatuan & Kesatuan"
Jajaran Gubernur Dan FKPD Provinsi KEPRI Saat Foto Bersama. Detiknewsocean.com
Gubernur Kepri dan Forum koordinasi Pimpinan Daerah Bersama seluruh elemen masyarakat provinsi kepulauan riau,dengan ini kami menyatakan dimana Deklarasi bersama Cinta Damai mempunyai tujuan dan makna sebagai berikut ;
  1. Setia pada NKRI yang berdasarkan pancasila dan UUD 1945.
  2. Tetap menjaga ke_Bhinekaan dengan menghargai perbedaan suku,bangsa,agama dan ras demi terciptanya keamanan dan ketertiban masyarakat yang damai untuk menjaga keutuhan NKRI.
  3. Menolak segala bentuk faham yang anti pancasila dan UUD 1945.
  4. Menolak dan menentang segala bentuk tindakan kekerasan yang dapat menimbulkan perpecahan dan perselisihan di masyarakat dan mengancam kedaulatan NKRI.
  5. Mengamaikan dan mengemban nilai nilai luhur pancasila sebagai landasan moral dan etika dalam membagun perabatan bangsa dan negara.
Dengan Tertanda oleh : Ketua MUI Kepri, Ketua PGI Kepri, Ketua KWI Kepri, Ketua PHDI Kepri, Ketua WALUBI Kepri. Ketua MATAKIN Kepri,

Dan Diketahui oleh : Gubernur Kepri, Ketua DPRD Kepri, Kapolda Kepri, Danrem 033 Wira Pratama, Kejati Kepri, Kabinda Kepri, Danlanud Tanjung Pinang.

Silahturahmi Gubernur Dan FKPD Provinsi KEPRI : "Masyarakat Diharap Menjaga Persatuan & Kesatuan"
Detiknewsocean.com. Foto : Pino
Masyarakat Kepri diharap untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan, agar terus terbangun kondisi yang baik untuk daerah ini. Sikap saling menghargai dan menghormati satu sama lain sangat penting untuk terus ditumbuhkan. Semua pihak diminta untuk terus menjaga kedamaian Kepri.

Gubernur Nurdin dalam kesempatan itu mengajak masyarakat Kepri untuk terus menjalin persatuan kesatuan untuk peningkatan keamanan. Juga terus bersilaturahmi, dan saling menghargai agar Kepri khususnya dan Indonesia umumnya aman dari segala macam bentuk ancaman yang merusak tatanan bangsa.

Detiknewsocean.com. Foto : Pino
"Menjaga Keamanan dan Persatuan agar situasi tetap kondusif dan bersatu padu merupakan langkah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional. Langsung ataupun tidak langsung, bahwa peranan dari seluruh elemen masyarakat sangat mendukung program pembangunan Kepri. Apalagi Kepri merupakan miniaturnya Indonesia dan merasa bangga dengan penggunaan bahasa Melayu menjadi bahasa persatuan serta sebagai contoh menjaga ke-Bhineka Tungga Ika-an" ujar Nurdin.

Silahturahmi Gubernur Dan FKPD Provinsi KEPRI : "Masyarakat Diharap Menjaga Persatuan & Kesatuan"
Detiknewsocean.com. Foto : Pino
Kapolda Brigjen Sam menambahkan, Indonesia adalah bangsa yang majemuk dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika. Perbedaan bukanlah penghalang agar semua bersatu dan akan menjadikan Indonesia lebih kuat untuk bersama.

"Hal yang perlu diwaspadai adalah konfik yang membawa SARA karena mudah terprovokasi. Saling menghargai dan menghormati satu dengan lainnya," kata Kapolda.

Kabinda Kepri Yulius Syevanus menyebutkan, situasi NKRI saat ini terasa hangat dikarenakan isu-isu yang beredar di media sosial. Yulius mengajak semua pihak menjaga Persatuan dan Kesatuan NKRI dengan tidak menebar isu-isu kebencian yang tidak jelas sumbernya.
Silahturahmi Gubernur Dan FKPD Provinsi KEPRI : "Masyarakat Diharap Menjaga Persatuan & Kesatuan"
Detiknewsocean.com. Foto : Pino
"Ancaman Perang Teknologi Cyber akan terus memberi efek negatif seperti isu kebencian, pembunuhan karakter, sarana penggalangan kelompok radikal dan separatis, serta ancaman lain bidang komunikasi dan teknologi," kata Yulius.
Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag Kepri Marwin Jamal mengatakan, peran agama tentang perdamaian perlu untuk selalu diingatkan kepada setiap penganutnya. "Tidak akan terwujud kerukunan umat beragama tanpa kedamaian. Setiap umat beragama memiliki kitab suci yang menjadi pedoman hidupnya," kata Marwin.

Danrem 033/WP Brigjen Fachri mengajak semua pihak untuk berjuang dan bergotong-royong mewujudkan bangsa Indonesia sebagai bangsa pemenang. Apalagi, kini, kata Fachri, 70 persen konflik dunia karena latar belakang energi.

"Mari kita sepakat bersama-sama bahwa semboyan Bhineka Tunggal Ika adalah pemersatu bangsa," kata Fachri. (PSb)

Subscribe to receive free email updates: