Hendri; Penerimaan Sappol PP Lalu, Ilmu Politik Walikota Batam

Detiknewsocean.com, Batam (Kepri) ~ Menindaklanjuti atas ketidakjelasan nasib Tenaga Honorer Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Batam yang direkrut pada tahun 2014/2015 silam, dengan jumlah kurang lebih sekitar 825 orang dan terkait atas aksi unjuk rasa Ratusan anggota tenaga honorer Satpol PP Batam yang mendatangi Kantor Pemerintah Kota (Pemko) Batam untuk mempertanyakan terkait kejelasan status mereka di lingkungan Pemko Batam pada Rabu,14-09-2016.

Aksi yang dilakukan para Tenaga Honorer Satpol PP ini juga telah diterima Wali Kota Batam Rudi untuk perwakilan di Gedung Pemko Batam, pada Rabu,14-09-2016, tetapi sampai dengan sekarang tidak ada kejelasan dari nasib mereka.

Hendri; Penerimaan Sappol PP Lalu, Ilmu Politik Walikota Batam
Ilustrasi : Walikota Batam H Rudi Saat Berjabatan Tangan Dengan Kasatpol PP.
Air mata para Calon Sappol PP beberapa Waktu Yang lalu saat menuntut nasib mereka kepada Walikota Batam dan juga DPRD Batam Komisi I, tidak membuahkan hasil yang baik atas nasib mereka, dimana sudah hampir 2 tahun bekerja dan mengabdi di Lingkungan Pemko Batam, mereka hanya mendapatkan gaji sebesar Rp.500 ribu selama 2 tahun,

Banyak pihak-pihak ataupun Public bertanya, siapa di balik kasus penerimaan Tenaga Honorer Satpol PP, dan siapa saja yang di untungkan ? Rapat yang diadakan beberapa waktu lalu di Gedung DPRD batam yang diterima oleh Komisi I . Belum ada kejelasan yang pasti, dan terkesan hilang dari Tugas dan tanggung Jawab pihak terkait.

Hendri; Penerimaan Sappol PP Lalu, Ilmu Politik Walikota Batam
Korban Rekrutan Secara Ilegal Untuk Tenaga Honorer Satpol PP Batam Saat Melakukan Perundingan. Detiknewsocean.com
Walikota Batam dalam waktu dekat ini akan memilih dan Melantik 6 (enam) Kepala Dinas di lingkungan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemko Batam,

Dalam hal ini, bahwa Mantan Kasatpol PP Hendri menyebut dirinya adalah sebagai korban dari kebijakan petinggi Pemko Batam terkait penerimaan Satpol PP ilegal tahun 2014/2015. Hendri juga menyatakan dirinya akan membongkar keburukan dan aib Wako (Walikota Batam) jika dirinya pada Desember 2016 tidak juga diangkat menjabat di salah satu SKPD Pemko Batam.

"Saya adalah sebagai korban Politik dari kebijakan Petinggi Pemko Batam terkait dengan adanya penerimaan Tenaga Honorer Satpol PP Batam Ilegal sebanyak kurang lebih 825 orang".

"Saya akan buka dengan menyatakan yang sebenarnya atas kasus ini dan membongkar Keburukan ataupun "Borok" Walikota Batam "Rudi", jika saya tidak juga diangkat dan dilantik menjabat di salah satu SKPD Pemko Batam pada Desember 2016 ini" ujar Hendri.

Hendri; Penerimaan Sappol PP Lalu, Ilmu Politik Walikota Batam
Korban Rekrutan Secara Ilegal Untuk Tenaga Honorer Satpol PP Batam. Detiknewsocean.com
Sebenarnya, banyak pihak dan public menaruh perhatian terkait kasus penerimaan ilegal Satpol PP ini dan hendaknya mantan Kasatpol PP berani dan tegas membongkar “borok” petinggi Pemko Batam yang diduga menjadi dalang untuk kepentingan politiknya, tetapi sangat disayangkan atas kasus ini tidak ada solusi yang baik bagi mereka.
Ditempat terpisah "ML" mengatakan "saya adalah korban dari penerimaan Satpol PP Batam ilegal tahun 2014/2015, banyak pihak-pihak maupun publik menayakan kepada saya bagaimana kasus kami, tetapi sangat disayangkan atas kasus kami ini, Bapak Hendri selaku Pimpinan kami dahulu tidak berani mengambil sikap yang tegas untuk membuka kasus ini dan begitu juga pihak yang berwajib". 

Terkait dari pernyataan Mantan Kasatpol PP Hendri, Walikota Batam Muhammad Rudi, belum bisa dikonfirmasi untuk dimintai Keterangan. (PSb)

Berita terkait :

Subscribe to receive free email updates: