1.263 Gedung Sekolah Rusak di Meranti, Riau

Detiknewsocean.com, Selat Panjang, Meranti (Riau) ~ Dari catatan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kepulauan Meranti, ada 1.263 gedung sekolah di Kepulauan Meranti mengalami kerusakan. Jika tidak segera diperbaiki, dikhawatirkan roboh dan menjadi ancaman bagi anak-anak peserta didik.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kepulauan Meranti, Syafrizal, Kamis (23/11) mengakui dari sebanyak 1.263 gedung sekolah yang rusak tersebut mulai dari tingkat SD maupun SMP yang mengalami rusak ringan, sedang dan rusak berat. Kerusakan terbanyak bahkan terjadi di Kecamatan Tebingtinggi yang berjumlah 284 gedung yang rusak. Kemudian diikuti Kecamatan Rangsang sebanyak 161 gedung yang rusak.
1.263 Gedung Sekolah Rusak di Meranti, Riau

Selanjutnya di Kecamatan Pulau Merbau sebanyak 139 gedung yang rusak, Putri Puyu dengan jumlah 136 gedung sekolah yang rusak, Rangsang Pesisir dengan kerusakan berjumlah 128 gedung, Merbau dengan jumlah kerusakan mencapai 117 unit gedung, Rangsang Barat dengan jumlah 115, Tebingtinggi Timur dengan kerusakan gedung mencapai 108 unit dan terendah di Kecamatan Rangsang yang hanya berjumlah 75 gedung yang mengalami rusak ringan, sedang, berat dan rusak total.

“Selain pada bagian atap yang bocor, kerusakan juga terjadi pada bagian dinding dan kerangka bangunan,” katanya seperti di beritakan Riaupos.

Kebanyak dari sekolah reot tersebut terbuat dari bahan kayu. Usianya pun sudah cukup tua, karena rata-rata dibangun sejak masih zaman Kabupaten Bengkalis.

Syafrizal mengatakan, sejumlah sekolah yang mengalami kerusakan tersebut menjadi prioritas pembangunan pada 2018 mendatang. Saat ini pihaknya telah pula melakukan pendataan dan menganggarkan pembangunannya melalui bantuan keuangan (Bankeu) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik 2018.

“Satu-satunya cara memang harus dianggarkan melalui bankeu dan DAK fisik 2018. Bahkan keluhan masalah pendidikan tersebut juga sudah disampaikan ke DPRD. Kalau usulan ini dicoret, mungkin tak ada cara lain lagi untuk menangani masalah ini,” kata Syafrizal.

Terkini :
Menurut dia, setidaknya ada empat item yang menjadi prioritas. Selain rehab dan meubiler, anggaran itu nantinya bisa untuk perbaikan atau pembangunan WC dan semenisasi lapangan.

Tidak hanya itu, Dinas Pendidikan juga sudah merancang program manajerial bagi kepala sekolah. Program tersebut dikemas dalam bentuk rakor yang membahas tentang kepemimpinan dan manajemen, termasuk biaya pemeliharaan sekolah.

“Hal itu dipandang perlu karena banyak kepala sekolah yang tidak bisa menangani masalah tersebut di sekolah. Makanya banyak sekolah yang terancam ambruk. Sekolah juga tidak bisa berharap banyak pada dana BOS,” terangnya.(***)

Subscribe to receive free email updates: