Balita 20 Bulan Tewas Ditabrak Truk Dinas PU Medan

Detiknewsocean.com, Medan (Sumut) ~ Seorang bayi berusia 20 bulan sekarat setelah ditabrak truk berplat merah, milik Dinas Pekerjaan Umum (PU) Medan. Walau sempat dioperasi, nyawanya si bayi tidak tertolong. Sementara abang korban harus mendapat puluhan jahitan di bagian kepala.

Mirisnya lagi, hingga dikebumikan supir atau pihak Dinas PU tidak ada yang datang walau hanya mengucapkan kata duka.

Tidak terima dengan perlakuan supir dan Dinas PU kota Medan, Yusrizal (37) dan Nova Devi Yanti Br Tarigan (36), mengadukan duka mereka ke DPRD Kota Medan, Pemko juga DPRD Sumut.
Balita 20 Bulan Tewas Ditabrak Truk Dinas PU Medan
Kedua orang tua bayi yang ditabrak truk Pemko Medan.
Hal itu diceritakan ayah dan ibu bayi malang, bernama Putri Meutia saat dikutip dari Sumutpos.

“Kami cuma minta uang pembayaran rumah sakit saja. Saya sudah bayar Rp10 Juta dan sudah surat tanah saya jadi jaminan di Rumah Sakit Bina Kasih. Tapi pembayaran rumah sakit masih saja kurang,” ucap Yusrizal dan Nova di lobby Graha Pena, Jumat (17/11) malam kemarin.

Menurut Yusrizal, peristiwa mengenaskan itu terjadi 2 Oktober lalu, sekitar pukul 18.00 WIB, di Jalan Tunggul Hitam, Simpang empat Swadaya.

Saat itu, Putri Meutia dibonceng sang abang Ahmad Fauzan (16). Mereka mengendarai sepeda motor matic. Tiba di lokasi kejadian, tiba-tiba mobil truk berplat merah yang dikendarai Mauli Siregar itu menghantam mereka. Begitu dihantam, warga di sana langsung membawa Putri Meutia dan Ahmad Fauzan ke rumah sakit. Sementara supir dan truk diamankan polisi.

Menurut warga yang melihat kejadian, mengatakan kalau Mauli Siregar mengemudikan truk itu lumayan kencang.

“Mereka mau pulang ke rumah kami di Gang Oyong Arsad. Karena kejadian itu, kepala belakang Fauzan terkena 16 jahitan. Anak saya Putri Meutia jam 9 malam di operasi paginya langsung meninggal,” kata sepasang pasutri ini sambil meneteskan air mata.

Masih Yusrizal dan Nova, katanya biaya yang mereka keluarkan untuk mengobati kedua anaknya Rp90 juta. Mereka sangat berharap agar staf Dinas PU Pemko Medan itu mau bertanggungjawab dengan perbuatannya.

“Sopir ini rumahnya tak jauh dari rumah kami. Tapi mungkin sepela sama kami karena orang susah. Makanya nggak ada datang melihat saat tahlilan dan saat penguburan juga nggak ada datang,” ucap Nova.

Sementara itu, dua hari setelah kejadian keluarga korban mendatangi Unit Lantas Polsek Sunggal. Di sana, truk yang menabrak kedua korban sudah tidak berplate (nomor polisi) lagi. Nomor polisinya sudah dicopot. “Dua hari kejadian plat truk itu sudah gak ada lagi. Waktu kejadian ada. Ini maksudnya gimana,” ucap Yusrizal.

Masih Yusrizal, katanya, “Kami juga sudah mendatangi DPRD Medan. Sudah juga mendatangi Unit lalu lintas Polsek Sunggal. Tapi jawabannya masih nanti. Dan tak ada jawaban yang jelas,” ujar Yusrizal.

Terkini :
Bukan hanya menyurati DRRD Kota Medan. Pihak keluarga juga sudah menyurati pihak Pemprovsu. “Kami ke DPRD Kota Medan sekali, tanggal 16 bulan 11 ini. Kami juga sudah menyurati Walikota Medan, Kantor Gubernur serta DPRD Deli Serdang. Tapi belum ada jawaban yang pasti,” terangnya.

Masih keterangan pihak keluarga korban, mereka sudah 4 kali berkunjung ke Mapolsek Sunggal untuk mengetahui perkembangan kasus laka lantas yang merenggut nyawa putri mereka. Tapi menurut keterangan yang mereka peroleh di Polsek tersebut, hingga kini supir truk Dinas PU tersebut belum sekali pun diperiksa polisi.

“Si Mauli Siregar, belum ada diperiksa. Bahkan kata Juper di sana si sopir itu cuma ada SIM A. Kan gak boleh bawa truk dengan SIM itu,” Keluhnya.

Terpisah Kapolsek Medan Sunggal, Kompol Wira yang dikonfirmasi kru koran ini melalui watshap. Minggu (19/11) belum memberikan keterangan. (***)

Subscribe to receive free email updates: