BBPOM Pekanbaru Sita Ribuan Kosmetik Mengandung Bahan Berbahaya Dari 33 Sarana Distribusi

Detiknewsocean.com, Pekanbaru, (Riau) ~ Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Pekanbaru mengamankan 1.923 kemasan kosmetik yang kedapatan tidak memenuhi ketentuan (TMK), diantaranya menjual produk tanpa izin edar hingga mengandung bahan berbahaya.

Kosmetik dengan taksiran nilai Rp94.810.500 tersebut ditemukan dari 33 sarana distribusi, mulai dari toko, salon hingga penjual via online dibeberapa kabupaten/kota di Provinsi Riau. Mayoritasnya, ditemukan di Pekanbaru. Semuanya sudah disita oleh petugas BBPOM.
BBPOM Pekanbaru Sita Ribuan Kosmetik Mengandung Bahan Berbahaya Dari 33 Sarana Distribusi
Kepala BBPOM Pekanbaru M Kashuri saat menunjukkan beberapa produk kosmetik yang disita karena diduga tidak memenuhi ketentuan (Foto: Chairul Hadi)
Kepala BBPOM Pekanbaru Mohammad Kashuri dalam jumpa persnya Senin (20/11/2017) siang mengatakan, kosmetik ini merupakan hasil penindakan oleh jajarannya sejak pertengahan Oktober 2017 hingga sekarang, di mana ada 50 sarana dicek, dan ditemukan 33 diantaranya tidak memenuhi ketentuan.

"Pelanggarannya antara lain menjual kosmetik ilegal, tanpa izin edar dan mengandung bahan berbahaya serta sudah kadaluarsa. Ada 1.923 kemasan terdiri artas 98,7 persen kosmetik tanpa izin edar, 1,14 persen kosmetik mengandung bahan berbahaya dan 0.16 persen kosmetik kadaluarsa," terangnya saat dilansir dari Goriau.

Terkini :
Bagi pengelola yang kedapatan melakukan pelanggaran, pihak BBPOM Pekanbaru sudah mengambil langkah sesuai dengan prosedurnya, bahkan ada diantara 33 sarana tersebut kedapatan melakukan pelanggaran berulang (Lebih dari satu kali, red).

Produk kosmetik yang disita ini ada yang mereknya sangat familiar di masyarakat. Diduga masuk barang ini ilegal karena tidak dilengkapi perizinan. Kashuri pun memastikan, agar konsumen tidak terkecoh dan dapat memastikan lebih jeli.

"Kita akan tingkatkan pengawasan, juga bersama kepolisian, salah satunya seperti ungkapan kasus di Siak. Proses hukum ditangani pihak di sana dan kita mendampinginya," singkat Mohammad Kashuri didampingi anggotanya.(***)

Subscribe to receive free email updates: