Dinas PU Medan Asal Peilih Rekanan, Bangun Jembatan di Marelan Pakai Besi Bekas

Detiknewsocean.com, Medan (Sumut) ~ Pembuatan/pekerjaan drainase di kawasan Jl Marelan V, Kel Rengas Pulau, Kec Medan Marelan, ditengarai menggunakan besi bekas untuk pembuatan titi warga.

Pantauan di lokasi drainase, Senin (27/11) siang, pembuatan drainase di kawasan ini memiliki panjang lebih dari 1 KM yang membelah dua Kelurahan; Kel. Rengas Pulau dan Kel. Terjun.

Di sepanjang pembuatan drainase yang digawangi Dinas PU Bina Marga Medan ini, terdapat ratusan rumah warga dan puluhan gang yang menuju pemukiman warga bagian dalam.

Dinas PU Medan Asal Peilih Rekanan, Bangun Jembatan di Marelan Pakai Besi Bekas
Pembuatan drainase yang berada di Kel. Terjun telah rampung. Namun temuan di lapangan, bodem yang tidak dipasang dengan benar, dinding drainase tidak diplester. Begitu pula dengan titi umum yang tidak dilapisi dan bahkan ada titi yang jarang (cluvert box satu dan yang lain tidak rapat).

Kerenggangan titi umum ini membahayakan pengendara maupun warga yang melintasinya. Bila tak hati-hati, alamat orang dan kenderaan yang melintas bakal terperosok ke dalam celah tersebut.

Pemandangan yang sama juga terlihat di Kel. Rengas Pulau. Baik titi umum maupun titi warga dikerjakan seperti asal jadi, tanpa lapis aspal. Dan mirisnya, pembuatan titi warga menggunakan besi lama alias besi bekas. Padahal, pembuatan titi diharusnya menggunakan besi baru yang tertuang dalam RAB. “Aneh juga memang bang, titi ini kan seharusnya pake besi baru, tapi ini kenapa besi lama juga yang dipasang,” kesal Hamdan (40), warga di sana.

Selain itu, di ujung pekerjaan yang mengarah ke parit besar, dibuat sebuah pintu klep agar air yang mengalir dari parit warga ke parit utama tidak berbalik. Dalam pekerjaannya, pintu klep tak dapat terbuka tutup dengan leluasa.

Pondasi untuk pintu klep ini pun hanya ditempelkan pada dinding drainase tanpa sokong yang kuat. “Kalau abang lihat dari ujung sana (Kel. Terjun) hingga ke pintu klep, terdapat penyempitan alur. Bahkan sekitar pintu klep ini pun pembuatan dindingnya tak rapi. Coba abang telusuri alur drainase ini, pasti ada penyempitan,” sebut Hamdan lagi saat dikutip dari Sumutpos.

Baca :
Saat dicek ke lokasi, ada satu titik terdapat tiang listrik dan telkom yang tidak dipindahkan. Hal ini membuat alur parit yang lebarnya 1 meter menjadi menyempit.

Menurut warga, pelaksanaan pembuatan drainase di Jalan Marelan V ini diduga tidak diawasi pengawas dari PU Bina Marga Medan.

Pembuatan drainase sepanjang 1 KM lebih ini diduga mengurangi bidang volume, dengan nilai fisik dari pagu anggaran hanya berkisar 50 hingga 55 %.

Kadis PU Bina Marga Medan, Khairul Sahnan tak dapat dihubungi. Kabid Drainase maupun PPTK terkait pekerjaan dimaksud, bungkam. (***)

Subscribe to receive free email updates: