Garis Pantai Riau Rawan Penyeludupan Narkoba

Detiknewsocean.com, Pekanbaru, (Riau) ~ Dua bulan resmi ber­tugas di Polda Riau, Kapolda Irjen Pol Drs Nandang MH menjadikan Riau Pos Group (RPG) sebagai kelompok media pertama yang dikunjunginya, Selasa (21/11). De­ngan gayanya yang humoris berbagai hal dia ceritakan. Mulai dari pengalamannya bertugas di Riau, tantangan tugas memberantas penyeludupan narkoba di daerah yang berbatasan langsung dengan negara tetangga hingga ancaman bagi pelaku politik uang (money politic) saat Pilgubri 2018 nanti.

Mantan Kapolda Sulawesi Barat itu tiba di Graha Pena Riau sekitar pukul 10.30 WIB. Bersamanya hadir Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Guntur Aryo Tejo, Direktur Reserse Narkoba Kombes Pol Hariono, Direktur Reserse Kriminal Khusus (Ditreskirmsus) AKBP Gidion Arif Setiawan, Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) AKBP Hadi Poerwanto, Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Kombes Pol Tulus Ikhlas Pamuji, Dansat Brimob Kombes Pol Kamaruddin, Direktur Polair Polda Riau Kombes Pol Kasmolan, dan Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Susanto beserta jajaran.
Garis Pantai Riau Rawan Penyeludupan Narkoba
TERIMA BUKU: Kapolda Riau Irjen Pol Nandang menerima buku Seperempat Abad Riau Pos yang diserahkan Wakil Direktur Utama Riau Pos H Zulmansyah Sekedang (empat kiri) saat foto bersama di depan Graha Pena Riau usai kunjungan silaturahmi bersama pejabat utama di lingkungan Polda Riau ke redaksi Riau Pos, Pekanbaru, Selasa (21/11/2017).
Begitu tiba, rombongan Kapolda langsung diajak menuju lantai 3 Graha Pena Riau. Tepatnya di ruang rapat redaksi Riau Pos. Rombongan disambut Wakil Direktur Utama Riau Pos H Zulmansyah Sekedang, Dirut Harian Pekanbaru MX Abdul Kadir Bey, Pemimpin Redaksi Riau Pos M Hapiz, Pemimpin Redaksi Pekanbaru MX Hendri Agustira dan jajaran pimpinan media yang berada di bawah RPG.

Nandang menyampaikan, kunjungan pihaknya untuk bersilaturahmi bersama Riau Pos dan media yang berada di bawah RPG.
‘’Media ini khususnya Riau Pos sebagai corong Polda Riau. Terutama dalam meningkatkan kualitas SDM masyarakat berkaitan dengan kesadaran hukum. Bagaimana masyarakat berpartisipasi mewujudkan Kamtibmas,’’ katanya.

Masalah peredaran narkoba di Riau disebut Nandang juga menjadi satu hal yang memprihatinkan. Kondisi geografis Riau sering dimanfaatkan penyalahguna untuk memasok narkoba. ‘’Riau pintunya sangat banyak. Garis pantai panjang, kita dengan Malaysia itu dekat sekali. Saya ketemu dengan Kepala Polisi Malaka saya sampaikan jangan sampai dari sana lepas narkoba ke Riau,’’ tegasnya.

Nandang memastikan Pilgubri 2018 berjalan aman, tertib dan jauh dari kecurangan-kecurangan. Dia mencontohkan saat bertugas di Sulbar pernah memproses pidana 11 orang pelaku politik uang.

Terkini :
Nandang kemudian menceritakan kisah penugasannya. Penugasan di Riau kali ini sebutnya adalah kali kedua.’’Saya di Riau tahun 1992 Kabag Ops sampai 1993 di Dumai. Lalu Kasat Lantas di Tanjungpinang, lalu Dikyasa di Ditlantas, Wakapolres Indragiri Hilir, Wakapolres Bengkalis, dan Kabag Dalpro,’’ jelasnya saat diberitakan Riaupost.

Sementara Zulmansyah me­ngaku senang dengan kunjungan yang menandakan mesranya hubungan RPG dengan jajaran Polda Riau.

‘’Riau Pos ini berdiri 17 Januari 1991, sudah 27 tahun. Punya anak perusahaan seperti Pekanbaru MX, Pekanbaru Pos, Posmetro Indragiri, Posmetro Mandau, Posmetro Rohil, Riau TV dan Dumai Pos. Riau Pos juga induk dari 5 provinsi. Kami punya 23 koran harian dan lima televisi daerah,’’ urai pria yang juga Ketua PWI Riau ini.(***)

Subscribe to receive free email updates: