Industri Jasa Keuangan Hingga September 2017, LPS Likuidasi 82 Bank

Detiknewsocean.com, Jakarta ~ Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) hingga 30 September 2017 telah melikuidasi 82 bank secara nasional, terdiri dari satu bank umum, 76 bank perkreditan rakyat (BPR) dan lima BPR Syariah (BPRS).

“Dari 82 bank tersebut, 30 BPR berada di wilayah Jawa Barat, terdiri dari 27 BPR yang sudah selesai likuidasi, dan tiga BPR sedang dalam proses likuidasi,” ungkap Ketua Dewan Komisioner LPS, Halim Alamsyah saat bertemu Gubernur Jabar Ahmad Heryawan Jumat (24/11).

Industri Jasa Keuangan Hingga September 2017, LPS Likuidasi 82 Bank

Pada 2016, terdapat dua bank di wilayah Jawa Barat yang dicabut izin usahanya yakni BPRS Shadiq Amanah Bandung, dan BPR Multi Artha Mas Sejahtera Bekasi. Sementara pada tahun ini, Katanya, tak ada satu pun bank yang dicabut izin usahanya.

BPR yang dilikuidasi diantaranya dua bank di Bogor, Depok dan Cimahi, Sukabumi, Cianjur, Garut dan Cirebon satu bank, Bandung dan Bekasi delapan bank dan Subang tiga bank.

Dia menambahkan berdasarkan data likuidasi bank di wilayah Jabar selama periode 2010-2016 proses penyelesaian likuidasi mencapai rata-rata dua tahun. Klaim recovery sebesar rata-rata 28,03 persen, pencairan asset sebesar rata-rata 157,95 persen, dan recovery rate sebesar rata-rata 18,70 persen.

“Penyebabnya bank dilikuidasi karenapengelolaan yang kurang prudent, kredit topengan, pelanggaran batas minimum pemberian kredit,” ujarnya saat dikutip dari Koran-Jakarta.

Kurang Hati-hati

Gubernur Ahmad Heryawan menambahkan BPR yang dilikuidasi rata-rata disebabkan kurangnya prinsip kehati-hatian. Misalnya, pemberian kredit secara jor-joran tanpa mempertimbangkan kualitas calon debitur, kredit fiktif, gratifikasi, dan lain sebagainya.

Terkini :
“Banyak pengusaha bank berbisnis hanya memikirkan untung. Padahal harus ada budaya perbankan yang baik,” katanya.

Jabar menurutnya banyak memiliki BPR karena memang luasnya wilayah dan jumlah penduduk yang mencapai 47 juta jiwa menjadi daya tarik pengusaha untuk membuka BPR.(***)

Subscribe to receive free email updates: