Kenaikan Cukai Untungkan Produsen Besar

Detiknewsocean.com, Jakarta ~ Kebijakan pemerintah menaikkan cukai rokok sebesar 10,04 persen pada awal tahun depan dinilai hanya menguntungkan emiten produsen rokok besar seperti PT HM Sampoerna Tbk dan PT Gudang Garam Tbk.

“Dengan kenaikan cukai rokok secara tidak langsung menyebabkan harga rokok naik dan pada akhirnya membuat orang mengurangi konsumsi rokok, namun tidak akan menggerus pangsa pasar pemain besar seperti Sampoerna dan Gudang Garam,” kata Analis PT Bahana Sekuritas, Michael Setjoadi dalam kajiannya di Jakarta, Kamis (2/11).

Kenaikan Cukai Untungkan Produsen Besar
Foto : ISTIMEWA
Ia mengemukakan bahwa dalam aturan yang baru dirilis, pemerintah menaikkan cukai rokok untuk tier sigaret kretek mesin (SKM) sebesar 11,3 persen dari 530 rupiah per batang menjadi 590 rupiah per batang, untuk sigaret kretek tangan (SKT) naik sebesar 5,8 persen dari 345 rupiah per batang menjadi 365 rupiah per batang, sedangkan tarif cukai untuk kelas sigaret putih mesin (SPM) naik sebesar 12,6 persen dari 555 rupiah per batang menjadi 625 rupiah per batang.

Maka, lanjut dia, tidak heran jika Sampoerna yang menjadi pemimpin kelas SKM mild dan SKT akan diuntungkan, demikian juga Gudang Garam yang menjadi pemimpin untuk kelas SKM FF (high tar) akan mendapat dampak positif dari kenaikan tarif cukai ini.

Dengan melihat situasi itu, ia mengemukakan bahwa produsen rokok besar akan mendapat dampak positif dari kenaikan tarif cukai, sehingga Bahana mengubah rekomendasinya menjadi beli pada saham HM Sampoerna Tbk (HMSP) dan saham Gudang Garam Tbk (GGRM), dari sebelumnya netral.

Baca :
“Bahana merekomendasikan beli dengan target harga 4.500 rupiah per saham dari yang sebelumnya 4.300 rupiah per saham untuk HMSP. Sementara GGRM memiliki target harga 83.000 rupiah per saham, dari perkiraan sebelumnya 79.000 rupiah per saham,” paparnya. Pendapatan HMSP tahun depan diperkirakan naik sebesar 3,7 persen dari perkiraan semula menjadi 107,24 triliun rupiah dari perkiraan semula sebesar 103,45 triliun rupiah.

Sedangkan tahun ini pendapatan Sampoerna diperkirakan 99,3 triliun rupiah. Sedangkan pendapatan 2018 GGRM menjadi 92,13 triliun rupiah. Sedangkan akhir tahun ini diperkirakan pendapatan GGRM mencapai 83,63 triliun rupiah. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) Kamis (2/11), terpantau saham HMSP berada di posisi 3.900 rupiah per saham, sedangkan GGRM di 71.925 rupiah per saham, demikian dilansir dari koran-jakarta.com. (***).

Subscribe to receive free email updates: