Kerusuhan di Mako Brimob, Ahok Tidak Dipindah ke Rutan Lain?

Detiknewsocean.com, Depok (Jakarta) ~ Kerusuhan yang terjadi di Rumah Tahanan Teroris Markas Korps Brigade Mobil Cabang Salemba di Kelapa Dua, Depok, pada Jumat sore, 10 November 2017, sudah bisa diatasi. Bagaimana dengan nasib mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang dihukum 2 tahun penjara dalam perkara penistaan agama?

Pengacara Ahok, I Wayan Sudirta, mengatakan sistem keamanan yang diterapkan di Rutan Mako Brimob patut dicontoh rumah tahanan lain di seluruh Indonesia. Respons penanganan saat terjadi kerusuhan di blok khusus tahanan teroris begitu sigap dan cepat. “Hal ini tidak sampai memberi dampak ke blok lain, termasuk sel tahanan Pak Ahok,” ujar Wayan kepada Tempo, Ahad, 12 November 2017.

Kerusuhan di Mako Brimob, Ahok Tidak Dipindah ke Rutan Lain?
Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok melambaikan tangan saat tiba di rumah tahanan LP Cipinang, Jakarta, Selasa (9/5). ANTARA FOTO/Ubaidillah
Menurut Wayan, insiden pada Jumat sore itu tidak mempengaruhi aktivitas tahanan lain yang berada di Rutan Mako Brimob. Ahok masih bisa berkegiatan seperti biasa. “Pak Ahok kan masih sempat berolahraga, membaca, dan menulis pas kejadian, karena lokasi blok berbeda,” katanya.

Ihwal isu kemungkinan Ahok akan dipindahkan ke rutan lain, menurut Wayan, sampai saat ini dirinya tidak mendapat informasi. “Pak Ahok tidak akan dipindahkan, tahanan lain juga tidak ada rencana untuk pemindahan,” ucap Wayan.

Kerusuhan bermula setelah salat Jumat. Saat itu tahanan teroris dimasukkan ke sel masing-masing dan diperiksa Detasemen Khusus 88 Antiteror. Seorang tahanan yang tidak disebutkan namanya tersebut tidak terima diperiksa, lantas mengucapkan kata-kata provokatif kepada petugas Tim Densus 88.

Baca :
Aksi provokatif tahanan kasus terorisme itu memancing petugas dan tahanan lain sehingga timbul keributan. "Ada tahanan yang sambil takbir keras-keras sehingga memancing tahanan blok sebelahnya," ucap Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Kepolisian RI Brigadir Jenderal Rikwanto.

Dari hasil penggeledahan, Densus 88 menyita empat unit telepon seluler dari tahanan. “Ditemukan HP empat unit milik Juhanda, Saulihun, Kairul Anam, dan Jumali," kata Rikwanto, seperti dikutip dari Tempo.co. Sedangkan kondisi Ahok aman dan tak terganggu.(***)

Subscribe to receive free email updates: