KSPI Sebut Gubernur DKI Gratiskan Transjakarta Sebagai Bualan Belaka

Detiknewsocean.com, Jakarta ~ Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal menilai bahwa janji Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan-Sandiaga Uno untuk menggratiskan bus Transjakarta sebagai bualan belaka. Hal ini dikarenakan kebijakan tersebut tidak akan menjangkau seluruh buruh di ibu kota.

Menurut Said, buruh yang menggunakan Trans Jakarta merupakan buruh yang bekerja di pusat kota atau di dekat jalan-jalan utama ibu kota. Sementara untuk buruh-buruh yang bekerja di Jakarta pinggiran dikatakannya tidak akan menikmati fasilitas tersebut.

Presiden KSPI Said Iqbal/Aktual.com
“Kalau buruh Jakarta mayoritas pabrik-pabriknya di pinggiran kota, seperti di daerah Cilincing, Cakung, Penggilingan, Ancol, Kapuk, Daan Mogot, Ciracas, Jalan Raya Bogor, Sunter, dan Tanjung Priuk,” katanya dalam keterangan tertulis yang dikirim kepada Aktual, Jum’at (3/10).

Menurutnya, tempat tinggal dan pabrik-pabrik mayoritas buruh Jakarta berada di pinggir kota dan tidak terjangkau dengan Trans Jakarta. Sehingga para buruh naik angkot dan ojek yang harganya mahal untuk bisa masuk ke kawasan Industri.

“Jadi kebijakan gratis Trans Jakarta ini menyisir buruh yang tidak tepat,” jelas Said Iqbal.

Selain itu, ia pun menyoroti janji pasangan pemimpin DKI Jakarta tersebut untuk memberikan diskon kepada buruh yang berbelanja di Jakmart.

Menurut Said, kebanyakan buruh lajang disebut Said justru jarak memasak sendiri. Terlebih, Jakmart belum tentu ada pemukiman buruh sehingga buruh pun terpaksa harus ke Jakmart, yang tentunya memerlukan ongkos tambahan untuk transportasi.

“Kalau kebanyakan buruh lajang itu membeli masakan jadi di warteg. Karena itu tidak tepat kalau pakai Jakmart, karena tidak ada yang belanja. Jadi Jakmart tidak tepat sasaran,” katanya.

Baca :
Berdasarkan data KSPI, Said menyatakan jika sebanyak 75% dari jumlah buruh di Jakarta adalah penerima UMP. Berarti 75 persen buruh Jakarta yang jumlahnya jutaan orang akan nombok tiap bulan dan menutupinya dengan cara berhutang, mengurangi gizi kebutuhan hidup serta tinggal di rumah mertua atau orang tua.


“Karena itu stop retorika Anies Sandi dengan lip service menggratiskan Transjarkarta dan pemberian diskon,” pungkasnya. Demikian dilansir dari Aktual.com. (***)

Subscribe to receive free email updates: