Lahan Diperjualbelikan, Mampukah Pimpinan BP Batam Baru

Detiknewsocean.com, Batam (Kepri) ~ Pergantian pimpinan BP Batam sangatlah mengemban tugas yang kian begitu besar, para pimpinan baru tersebut akan dihadapkan dengan segala persoalan lahan yang selama ini telah diperjual belikan oleh pengusaha dengan harga jual Rp.285.000m2 s/d Rp.700.000/m2, tentu yang menjadi pertanyaan mampukah pimpinan baru BP Batam untuk melakukan tindakan tegas kepada perusahaan – perusahaan nakal ?

Semasa jabatan bapak Purba Robet Sianipar Deputi IV BP Batam pernah mengatakan apa dasar hukum pihak perusahaan tersebut menjual lahan kepada masyarakat ? sambil mengarahkan media ini untuk menemui Deputi III BP Batam. 

Lahan Diperjualbelikan, Mampukah Pimpinan BP Batam Baru
DETIKGLOBALNEWS.COM
Sementara berdasarkan surat pengajuan permohonan lahan kepada BP Batam untuk mendapatkan pengalokasian lahan ada beberapa ketentuan antara lain ” IZIN PRINSIP INI TIDAK DAPAT DIPERJUAL BELIKAN, BARANG SIAPA YANG MELAKUKAN AKAN DITUNTUT SECARA HUKUM DAN IZIN PRINSIPNYA AKAN DICABUT KEMBALI ” lalu ada apa di BP Batam melakukan pembiaran selama ini.

Sementara salah seorang pengusaha yang tidak mau dipublikasikan namanya menuturkan pada media ini bahwa setiap perusahaan yang mendapatkan alokasi lahan diwajibkan harus membangun, karena perusahaan yang telah mendapatkan alokasi lahan tersebut bukan hanya melakukan pembayaran Uang Wajib Tahunan Otorita Batam( UWTO) selama 30 Tahun, tetapi diwajibkan juga membayar uang jaminan pembangunan,kata sumber berinisial S.

” Lalu jika lahan yang dialokasikan BP Batam kepada pihak pengusaha, kemudian dijual kemasyarakat dalam bentuk dan ukuran kavling – kavling sementara lahan tersebut dibangun oleh warga sendiri, buat apa uang jaminan pembangunan tersebut dibayarkan saat pengajuan lahan ” tanya dia nya lagi.

Sepengetahuan saya menurut aturan dan peraturan di BP Batam bahwa setiap perusahaan yang mendapatkan alokasi lahan tidak diperbolehkan untuk diperjualbelikan kepada masyarakat, apalagi dalam bentuk kavling, yang saya tahu kavling itu atas pemberian BP Batam kepada masyarakat, tentu pemberian itu bermacam – macam ada yang melalui penataan/kavling swadaya siap bangun dan lain – lainnya.Tentu biar lebih jelasnya ditanyakan saja sama Deputi III BP.Batam, mereka itu kan masih pejabat baru dan belum ada kepentingan pribadi dengan pengusaha yang dimaksud,katanya pada awak media ini.

Pak Yoga warga Kampung Belimbing pada hari Rabu (25/10/2017) menyesalkan acara pertemuan dikantor camat Bengkong terkait pembahasan harga jual lahan/Kavling kepada warga yang tidak dihadiri oleh pihak BP Batam selaku pemegang Hak Pengelolaan Lahan (HPL).
” Kita mau dengar berapa sebenarnya pihak perusahaan membayar UWTO kepada BP Batam, kok malah lahan/kavling dijual kepada warga sebesar Rp.285.000/m2 sampai dengan Rp.700.000/m2,kami dari warga sangat mengharapkan pimpinan baru BP Batam supaya transparan dan terbuka serta tidak ada dusta prihal menyikapi harga penjualan lahan kepada warga yang dilakukan oleh perusahaan ” pinta Pak Yoga.

Hingga berita ini diterbitkan pimpinan BP Batam maupun Deputi III BP Batam yang membidangi lahan belum berhasil ditemui media ini untuk dimintai keterangannya, demikian dikutip dari DETIKGLOBALNEWS.COM.(***)

Subscribe to receive free email updates: