Pemprovsu-FORSEAA Gagas Lake Toba Forum, 30 Dubes Asean Afrika Akan Hadir

Detiknewsocean.com, Danau TobaMedan (Sumut) ~ Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) bersama Forum of Small Medium Economic Africa Asean (FORSEAA) akan menggelar Lake Toba Forum. Rencananya, gelaran itu akan dihadiri puluhan duta besar (Dubes) negara-negara Afrika dan Asean pada pertengahan Desember mendatang.

“Lake Toba Forum direncanakan akan digelar setiap tahun dalam rangka membahas pengembangan Usaha Kecil Menengah (UKM) di bidang industri kecil, pariwisata/budaya, pertanian/pengolahan pangan dan inovasi pengetahuan serta tekonologi di negara-negara Afrika dan Asean,” ujra Gubernur Sumatera Utara HT Erry Nuradi didampingi Duta Besar Seychelles untuk Indonesia Nico Barito usai menggelar Rapat Persiapan bersama kabupaten/kota untuk kawasan Danau Toba di Museum Negeri Sumut, beberapa waktu lalu.
Pemprovsu-FORSEAA Gagas Lake Toba Forum, 30 Dubes Asean Afrika Akan Hadir
BERSAMA: Gubernur Sumut HT Erry Nuradi bersama Duta Besar Seychelles untuk Indonesia Nico Barito dan lainnya diabadikan bersama usai melakukan pertemuan, belum lama ini. Foto: IQBAL/SUMUT POS
Tengku Erry mengatakan, Lake Toba Forum merupakan salah satu upaya pihaknya untuk memajukan kawasan Danau Toba. Dengan menggandeng Nico Barito, diharapkan Lake Toba Forum mampu mengangkat Danau Toba sebagai salah satu destinasi andalan dunia.

“Beliau pernah bertugas di PBB dan pada tahun 2005, Sumut pernah menjadi tuan rumah Lake Toba Summit, pertemuan gubernur seluruh dunia dan beliau lah yang memprakarsai,” jelas Tengku Erry.

Guna memajukan kawasan Danau Toba, Nico akan membawa 25 hingga 30 Dubes negara-negara Afrika dan Asean untuk hadir pada Lake Toba Forum.

“Ini adalah salah satu hal yang baik sekali. Karenanya para kepala daerah diharapkan bisa menyampaikan peluang investasi di daerahnya. Ini tentu peluang yang harus dimanfaatkan dengan sebaiknya. Forum ini diharapkan teragendakan setiap tahun,” tukas Tengku Erry.

Dalam kesempatan itu, Nico Barito menjelaskan tujuan dari penyelenggaraan Lake Toba Forum untuk mengangkat danau toba. “Mudah mudahan bisa digelar setiap tahun agar program tahunan bisa dievaluasi dan ada progress ke depan,” katanya saat dilansir dari Sumutpos.

Menurut Nico, hal paling utama dalam pengembangan kawasan Danau Toba adalah membangun kesertaan masyarakat. Bicara pembangunan Danau Toba, menurutnya bukan hanya soal investasi dan kapitalis saja.

“Bagaimana Danau Toba bisa berkembang kalau masyarakat tidak siap? Bagaimana Danau Toba bisa maju, kalau infrastruktur tapi air dan sanitasi buruk? Ada dua faktor yang mendongkrak Danau Toba alam dan budaya yang menawan ditambah dengan kearifan lokal,” jelasnya.

Terkini :
Untuk itu, menurutnya masyarakat harus siap. Diantaranya bisa disiapkan melalui forum-forum kecil secara bertahap.

“Mudah-mudahan melalui forum yang dilaksanakan dengan mendatangkan duta besar, biro perjalanan, perusahaan penerbangan internasional, investor hotel, perusahaan penerbangan internasional, kita harapkan Danau Toba terjual karena daya tarik ada,” ujarnya.

Dijelasnkan Nico, FORSEAA adalah sebuah organisasi antar pemerintah dengan sekretariat tetap di Jakarta, Indonesia. Organisasi ini dikukuhkan oleh Keputusan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil RI No 29/Kep/M.KUKN/IX/2014 tanggal 29 September 2014.

Pendiri perdana adalah pemerintah Seychelles dan Indonesia. Tujuannya untuk mengelola kelancaran dari usaha dan program kegiatan demi mewujudkan potensi ekonomi baru melalui kekuatan UKM.(***)

Subscribe to receive free email updates: