Rapat Warga Tiban Lama Batam Dengan Pihak PT.BMS, 11 Poin Pokok Pembahasan Terkait Lahan

Detiknewsocean.com, Batam (Kepri) ~ Tahun ini status lahan di kota Batam dengan gencar – gencar nya pihak pengusaha akan melakukan rencana penggusuran terhadap ratusan bangunan rumah milik warga Tiban Lama, dimana salah satu perusahaan telah mengklaim lahan tersebut milik nya atas pemberian dari BP Batam.

Samuel warga Tiban Lama RT 07/ RW 06, menjelaskan pada tim media ini, saya tidak tau tahun berapa BP Batam mengalokasikan lahan ini kepada PT. Bumi Mahkota Sejahtera (BMS), padahal bangunan rumah warga sudah berdiri selama puluhan tahun.

“Mohon BP Batam agar menjelaskan tata cara pemberian lahan kepada pihak perusahaan, karena ini bukan lahan kosong ataupun hutan belantara, kalau untuk melakukan kewajiban pembayaran Uang Wajib Tahunan (UWT) masyarakat sendiri pun mampu“ tegas Samuel.
Rapat Warga Tiban Lama Batam Dengan Pihak PT.BMS, 11 Poin Pokok Pembahasan Terkait Lahan

Masih kata Samuel, Kalau perusahaan ini memohon kan lahan untuk peruntukan perumahan kenapa pihak BP Batam tidak menyerahkan kepada warga, mengingat kondisi bangunan rumah warga sudah berdiri secara permanen, mengapa kami sebagai rakyat Indonesia sendiri di tanah air tercinta ini selalu dihantui dengan rasa ketakutan serta ancaman penggusuran yang dipandang sebelah mata, ini benar – benar tidak adil, ucap Samuel lagi saat dikutip dari Detikglobalnews.

Samuel mengatakan bahwa pihak yang mengatasnamakan perusahaan beberapa waktu yang lalu telah melakukan pertemuan di kantor camat Sekupang, bersama warga Tiban Lama RW 06 & RW 07 pada hari Kamis (23/11/2017) Pukul 09;30 WIB, dengan tujuan rapat/diskusi mengenai perbatasan lahan milik PT. Bumi Mahkota Sejahtera (BMS) sebagai pihak pengembang/ Developer (Tiban Ayu).

Sementara peserta yang menghadiri rapat tersebut antara lain :
  1. RM.Arman Camat Sekupang beserta staf, Addi Hamus. SE Lurah Tiban Lama
  2. Kapolsek Sekupang yang di wakili Boy. S.Panggabean Kamtibnas Tiban Lama,
  3. LPM Tiban Lama,
  4. Utusan PT.BMS,
  5. Tokoh dan Pemuka Masyarakat Kelurahan Tiban Lama.
Dalam rapat tersebut ada 11 poin pokok pembahasan antara lain :

1. BHP Hutagalung Ketua RW 07 dengan tegas mengatakan sebagai berikut :
  • “Mungkin pertemuan seperti ini sudah sangat membosankan dan sangat melelahkan, karena sudah dua kali warga di undang ke kantor camat ini, akan tetapi kami tetap menghargai undang Camat pada hari ini.
  • Manurung utusan PT.BMS sudah melakukan berbagai cara, menggusur melalui Ditpam, mengiming imingi ganti kavling dan mengimingi bangun rumah dan sebagainya.
  • Dulu ada surat yang saya tanda tangani dari Bu Zurniati Camat lama yang isinya, antara Tim l untuk sepakat mengikuti tapal batas Peta Lokasi (PL) yang dikeluarkan oleh mahasiswa Unrik, akan tetapi sampai isitu stop.
2. Harapan M.Arman Camat Sekupang untuk komitmen atas hasil diskusi/rapat, dan berharap agar permasalahan ini dapat di selesaikan dengan waktu yang sesingkat-singkatnya.

3, Pihak pengembang (PT.BMS) akan memberikan sagu hati menurut kategori bangunan ada tiga jenis yaitu :
  • Setengah Bangunan di hargai Rp 10.000.000.
  • Bangunan Semi Parmanen di hargai Rp 15.000.000.
  • Bangunan Parmanen Rp 25.000.000.
4. Ketua RW 06 meminta kejelasan titik koordinat wilayah, dan Kordinasi dalam setiap tindakan dan saling menguntungkan dalam setiap tindakan.

5. Sementara Sidabutar Tokoh RW 07 menjelaskan sebagai berikut :
  • Tidak ada masyarakat RW 07 yang tidak menyetujui pembagunan gereja, akan tetapi masyarakat RW 07 menolak pemindahan gereja.
  • Penyelesaian perbatasan lahan dilakukan di BP Batam.
  • Warga RW 07 tidak ada menduduki lahan PT.BMS, dan warga menolak sagu hati Tata acara PT.BMS yang di tanda tangani BP Batam
6. Pihak PT.BMS menanggapi sebagai berikut :
  • Pengukuran ulang dan Pematokan untuk menentukan batas lahan dari Gambar PL atas nama PT.BMS yang berbatasan dengan pemukiman Tiban Kampung pada sisi A-O-N-M-L pada koordinat Gambar PL sudah di lakukan bersama BP Batam pada Tanggal 23 Maret 2017 dan Tanggal 13 Juni Tahun 2017. (pengukuran yang dilakukan tanpa mengundang masyarakat Tiban Lama khususnya warga RW 07 dan RW 06).
  • Diharapkan pihak terkait (warga RW 07/RW 06) untuk mempersiapkan berkas berkas yang dapat menyelesaikan permasalahan.
7. Tokoh masyarakat RW 07 Nainggolan menayakan dengan tegas tiga hal kepada utusan PT.BMS sebagai berikut :
  • Kecamatan Sekupang hanya mempasilitasi antara pihak pengembang dengan warga, akan tetapi yang mengeluarkan PL (Peta Lokasi) dan yang mengetahui tapal batas adalah pihak BP Batam, mestinya dalam rapat/diskusi ini pihak BP Batam dihadirkan ikut serta agar titik permasalahan dapat ditemukan.
  • Mengapa dalam rapat/diskusi ini tidak ada pihak PT.BMS yang hadir, dua orang yang mengaku Tanjung sebagai wakil PT.BMS bukan karyawan PT.BMS melainkan aparat TNI dari Kodim, dan apa kapasitas bapak berdua terkait permasalahan ini, mengapa bapak sebagai aparat yang menghadiri acara rapat tersebut?
  • Pengukuran ulang dan Pematokan untuk menentukan batas lahan dari Gambar PL atas namaPT.BMS yang berbatasan dengan pemukiman Tiban Kampung yang sudah di lakukan bersama BP Batam pada Tanggal 23 Maret 2017 dan Tanggal 13 Juni Tahun 2017. Mestinya saat pengukuran yang dilakukan mengundang masyarakat Tiban Lama khususnya warga RW 07 dan RW 06.
8. Arman Camat Sekupang dengan wajah kaget menjelaskan sebagai berikut :
  • Baru pertama ini saya jumpa dengan bapak Tanjung ketepatan dua duanya sama – sama Tanjung, dan baru hari ini saya ketahui bahwa Bapak Tanjung berdua adalah aparat, benar pertanyaan warga apa Kapasitas bapak dalam permasalahan ini, karena pungsi TNI tidak boleh berbisnis jadi tolong di jawab pertayaan warga tersebut.
  • Adanya permasalahan yang mencakup Wilayah Kecamatan Sekupang sehingga dilakukan diskusi melalui Pemerintah Kota Batam yaitu Kecamatan Sekupang
  • Penyelesaian masalah melalui hukum yang berlaku sehingga diperlukan Faktor pendukung.
9. Sekretaris RT 03 RW 06 dengan tegas meminta pihak PT.BMS menghentikan pembagunan pagar tembok pembatas karena tapal batas antara Tiban Lama dengan PT BMS belum ada titik temunya.

10. Simatupang Sekretaris RT 03 RW 07 dengan tegas mengatakan, “ Setiap adanya tindakan (PT.BMS) terkait perbatasan Tiban Lama, di harapkan PT.BMS memberitahukan melalui surat menyurat yang diketahui RT-RW

11. Demikian juga Erni Sianturi warga RT 03 RW 07 dengan kesal dan cape karena permasalahan ini tak kunjung selesai dan anaknya yang masih anak-anak merasa ditakut takuti karena isu PT.BMS akan menggusur pemukiman warga RW 07 dan RW 06.

Baca :
Dengan tanya jawab antara warga RW 07 – RW 06 dengan pihak PT.BMS, yang tidak menemukan titik temu, maka M.Arman Camat Sekupang mengambil kesimpulan sebagai berikut;
  • Akan diadakan pertemuan selanjutnya dengan waktu yang disesuaikan.
  • Mengundang / menghadirkan tokoh yang benar benar memahami permasalahan
  • Setiap pihak untuk membawa dokumen terkait
  • Mengundang / menghadirkan pihak BP Batam dalam pertemuan berikutnya, dan camat berjanji akan menyurati BP Batam. ( *** )

Subscribe to receive free email updates: