Ternyata Ini Penyebab Harga Cabai Merah di Pekanbaru Melambung

Detiknewsocean.com, Pekanbaru, (Riau) ~ Beberapa pekan terakhir warga Pekanbaru mengeluhkan mahalnya komoditi cabai merah di sejumlah pasar tradisional. Seperti yang terjadi di Pasar PKL Central Purwodadi dan Pasar Cik Puan Jalan Tuanku Tambusai.

Dimana menurut pengakuan pedagang di Pasar PKL Central Purwodadi, Aziz, bahwa kenaikan harga cabai setiap pekan terus terjadi bahkan sempat tembus angka Rp50-60 ribu per kilogram, sehingga membuat masyarakat mengeluh. Bahkan daya beli masyarakat menurun, karena mereka memilih untuk mengurangi konsumsi cabai merah.

Ternyata Ini Penyebab Harga Cabai Merah di Pekanbaru Melambung
Ilustrasi Cabai Merah
"Otomatis ketika harga mahal daya beli masyarakat ikut berkurang, dimana saat ini untuk cabai merah Sumbar dijual seharga Rp60 ribu perkilogram, cabai merah kotak atau medan dijual seharga Rp50 ribu perkilogram. Sedangkan cabai hijau dijual seharga Rp35 ribu perkilogram," ungkap Aziz, Rabu (15/11/2017).

Kendati melambungnya harga cabai tersebut, pasokan menurut Aziz masih tetap aman dan lancar. Pedagang lainnya juga mengaku hal serupa.

Seperti yang disampaikan oleh Umi, pedagang Pasar Cik Puan ini mengatakan beberapa pekan terakhir cabai merah mengalami kenaikan yang masih tergolong wajar.

"Sekarang cabai merah Rp40 ribu perkilogram, itu udah murah karena kemaren sempat Rp50 ribu. Dengan kenaikan harga cabai ini memang para konsumen pada ngeluh tapi karena kebutuhan juga mereka tetap beli," katanya lagi seperti diberitakan Datariau.com.


Ternyata mahalnya harga cabai merah saat ini menurut penjelasan Dinas Pertanian dan Pertenakan Pekanbaru, El Sabrina karena faktor cuaca di beberapa daerah produsen, sehingga beberapa petani gagal panen.

"Mahalnya harga cabai merah saat ini akibat sejumlah daerah produsen cabai mengalami gagal panen. Untuk mengantisipasi hal ini, kita telah melatih sejumlah petani Pekanbaru agar tetap menanam cabai pada musim penghujang sekalipun," terangnya.

Terkini :
"Para petani di Pekanbaru sudah kita latih bagaimana tetap menanam cabai pada musim penghujan sekalipun dan bisa panen sehingga bisa memenuhi kebutuhan masyarakat. ada sekitar 15 hektar lahan di Rumbai dan Rumbai Pesisir yang sudah ditanami cabe," beber El.

Tidak hanya dari Dinas Pertanian, kalangan legislatif di DPRD Kota Pekanbaru turut mengkritisi mahalnya harga cabai di sejumlah pasar tersebut. Pasalnya di tengah kondisi perekonomian serba sulit kebutuhan masyarakat juga semakin mahal dan semakin sulit didapat seperti halnya kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg.

"Sudahlah cabai merah mahal, gas 3 kg langka, banjir dimana-mana, hampir seluruh warga di Pekanbaru mengeluhkan permasalahan itu. Kita berharap, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Pekanbaru benar-benar melakukan pengawasan ke lapangan. Jangan sampai, ada oknum yang bermain sehingga merugikan masyarakat banyak," ungkap Roem Diani Dewi selaku anggota Komisi II DPRD Pekanbaru.(***)

Subscribe to receive free email updates: