Tertipu Rp300 Juta Lebih, Warga Pekanbaru Polisikan Oknum PNS, Modusnya Dijanjikan Jadi Pegawai Hingga 'Jual' Nama Bupati

Detiknewsocean.com, Pekanbaru (Riau) ~ Pria bernama Dahlumri akhirnya melapor ke Polresta Pekanbaru, setelah anaknya tak kunjung diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Padahal lelaki 57 tahun ini sudah membayar ratusan juta Rupiah kepada oknum PNS yang menjanjikan sanggup menjadikan anaknya sebagai PNS di Kabupaten Rohul.

Tak main-main, korban merasa dirugikan senilai Rp323.500.000, di mana uang itu diberikan kepada sang oknum berinisial US alias Ummi agar anaknya bisa jadi PNS. Uang tersebut disetor korban secara bertahap. Namun sampai laporan dibuat, wanita 37 tahun itu tak juga menepati janjinya.
Tertipu Rp300 Juta Lebih, Warga Pekanbaru Polisikan Oknum PNS, Modusnya Dijanjikan Jadi Pegawai Hingga 'Jual' Nama Bupati
(Illustrasi Penipuan/Detiknewsocean.com)
Informasi dari kepolisian, kasus ini bermula pada Juni 2013 silam, di mana US alias Ummi mengatakan kalau dirinya akan mengundurkan diri jadi PNS, sehingga bisa digantikan oleh keluarga tanpa melewati tes. Mendengar itu, Dahlumri pun tergiur dan berniat memasukkan anaknya yang baru tamat kuliah S2.

Untuk memuluskan rencana ini, US pun meminta sejumlah uang, dan korban pun menyanggupi. Awalnya diberikan Rp50 juta sebagai DP, lalu berlanjut lagi Rp20 juta sebagai administrasi, hingga akhirnya secara keseluruhan senilai Rp323.500.000.

Oknum PNS itu berjanji bahwa anak korban akan diangkat menjadi PNS di Kabupaten Rohul. Tak tanggung-tanggung, UM berani menjamin, jika anak Dahlumri tidak diterima, dirinya akan mengembalikan keseluruhan uang tersebut tanpa kurang sepersen pun.

Tiga bulan lamanya korban menunggu kepastian. Ketika itu UM beralasan, bahwa Bupati Rohul lagi ada masalah, jadi belum bisa menandatangani SK pengangkatan anak Dahlumri sebagai PNS. Lagi-lagi korban percaya. Namun setelah dinanti-nanti, ternyata itu tidak juga terealisasi.

Baca :
Akhirnya kesabaran korban habis juga. Uangnya ratusan juta Rupiah sudah melayang namun anaknya tak kunjung diangkat menjadi PNS. Dahlumri kemudian melaporkan sang oknum ke Polresta Pekanbaru terkait dugaan penipuan/penggelapan yang dilakukan US.

Kasubag Humas Polresta Pekanbaru Iptu Polius Hendriawan, Jumat (3/11/2017) pagi membenarkan terkait laporan tersebut. Kasusnya masih dalam proses, setelah resmi dilaporkan oleh korban. "Laporannya sudah diterima, tentu akan ditindak lanjuti," tutupnya, demikian dikutip dari goriau.com. (***)

Subscribe to receive free email updates: