AC Milan Aceh AFC Bournemouth Agribisnis Aktor Amdal Arsenal Artis AS Roma Asahan Bahorok Banten Barcelona Batam Batangtoru Batubara Bawomataluo Bengkalis Berita Artis Berita Batam Berita Bisnis Berita Buruh Berita Economy Berita Entertainment Berita Hukum Berita Jakarta Berita Karo Berita Kepri Berita Korupsi Berita Langkat Berita Lingga Berita Lingkungan Berita Medan Berita Narkotika Berita Niaga Berita Otomotif Berita Padang Lawas Berita Pajak Berita Pendidikan Berita Politik Berita Sumatera Utara Berita Tanjung Pinang Berita Technology Binjai Bintan Bisnis Bitung Bola BP Batam Budaya Bundesliga Buruh Chelsea Chelsea FC China Cilacap Cina Cirebon Dairi Danau Toba Deli Serdang Depok Disclaimer DPR Dumai Duri Economy Eden Hazard Eintracht Frankfurt Emerson Energi Entertainment Financial Galang Gaya Hidup HAM Health Hukum Humbahas Humonaria Ilegal Indepth Indragiri Hilir Indragiri Hulu Informasi Inter Milan Internasional ITE Jakarta Jambi Jawa Barat Jawa Tengah Jokowi Kadin Batam Kemenkeu Kementerian Perindustrian Kementerian PUPR Kependudukan Kepri Kesehatan Ketenagakerjaan Keuangan Korupsi KPK Kriminal Kuliner Labuhanbatu Labuhanbatu Utara Lalu Lintas Langkat Life Style Liga Champions Liga Europa Liga Primer Limapuluh Lingkungan Liverpool lo Lokal London Lowongan Kerja Madina Makro Malaysia Manado Manchester City Manchester United Mauro Icardi Medan Menkeu Meranti MotoGP Narkotika nas Nasional Natuna News Nias Selatan Olahraga Otomotif Padang Sidimpuan Pajak Papua Parapat Paris Pariwisata Pekanbaru Pendidikan Hukum Pendidikan Lingkungan pendidkan Pendidkan Economy Penyabungan per Perbaungan Peristiwa Piala Europa Pneumonia Politik Premier League Real Madrid Religius Rembang Rengat Riau Rokan Hilir Rokan Hulu Saiins Sains Sejarah Selat Panjang Selebriti Semarang Sermon Siantar Sibolga Silangit Simalungun Sipirok Sosial Sport Sri Mulyani Style Sulawesi Sumut Surakarta Tajuk Rencana Tangerang Tanjung Balai Tanjung Pinang Tapanuli Tengah Tapanuli Utara Taput Tebing Tinggi Technology Tembilahan Terorisme Thailand The Blues Tokoh Tottenham Hotspur Tourism Tren Valencia Virus Corona Wapres

Detiknewsocean.com, Jakarta ~ Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap 4 pegawai Badan Pemeriksa Keuangan terkait suap motor Harley Davidson, Senin (18/12/2017). Keempatnya bakal diperiksa buat tersangka Sigit Yugoharto, auditor VII B2 BPK yang menjadi tersangka dalam kasus tersebut.

Keempat pegawai BPK itu adalah Caecilia Ajeng Nindyaningrum, Muhammad Zakky Fathany, serta dari Sub Auditorat VII Bernard S Turnip dan Andry Yustono.

4 Pegawai BPK Diperiksa KPK Terkait Suap Harley Davidson
Juru Bicara KPK Febri Diansyah (kiri) bersama Kabiro Humas BPK Yudi Ramdan Budiman memberikan keterangan pers terkait kasus suap motor Harley Davidson kepada auditor BPK di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (22/9/2017). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
"Mereka akan diperiksa untuk tersangka SGY (Sigit Yugoharto)," ucap Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Senin (18/12/2017).

Caecilia Ajeng Nindyaningrum bukan kali ini saja diperiksa KPK, ia juga pernah diperiksa pada 28 September 2017. Caecilia diduga mengetahui proses pemberian suap dari eks General Manager PT Jasa Marga Cabang Purbaleunyi Setia Budi kepada Sigit. Namun, Febri enggan memberi penjelasan lebih jauh terkait peran Caecilia dalam kasus ini.

Dalam kasus ini, KPK sudah menetapkan auditor BPK Sigit Yugoharto dan eks General Manager PT Jasa Marga Cabang Purbaleunyi Setia Budi sebagai tersangka kasus suap moge Harley-Davidson kepada auditor BPK. Kasus ini terkuak setelah KPK melakukan penyelidikan dugaan suap berkaitan Pemeriksaan BPK. Sigit diduga menerima satu unit motor Harley-Davidson Sportster 883 dengan estimasi nilai Rp 115 juta dari Setia Budi untuk pemeriksaan dengan tujuan tertentu terhadap PT Jasa Marga Persero pada 2017.

Dalam proses penyidikan, KPK mendapat informasi indikasi kelebihan pembayaran terkait pekerjaan pemeliharaan periodik rekonstruksi jalan dan pengecatan marka jalan yang tidak sesuai atau tidak dapat diyakini kewajarannya. Temuan tersebut merupakan hasil audit anggaran 2015-2016.

Baca :
Sigit selaku penerima dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001.

Setia selaku pemberi dijerat dengan Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001.

Berkas Setia Budi sudah dilimpahkan ke tim penuntut umum Senin (11/12) pekan lalu. Kini dia menunggu sidang yang akan dilaksanakan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, demikian dirilis dari Tirto. (***)

Author Name

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.