AC Milan Aceh AFC Bournemouth Agribisnis Aktor Amdal Arsenal Artis AS Roma Asahan Bahorok Banten Barcelona Batam Batangtoru Batubara Bawomataluo Bengkalis Berita Artis Berita Batam Berita Bisnis Berita Buruh Berita Economy Berita Entertainment Berita Hukum Berita Jakarta Berita Karo Berita Kepri Berita Korupsi Berita Langkat Berita Lingga Berita Lingkungan Berita Medan Berita Narkotika Berita Niaga Berita Otomotif Berita Padang Lawas Berita Pajak Berita Pendidikan Berita Politik Berita Sumatera Utara Berita Tanjung Pinang Berita Technology Binjai Bintan Bisnis Bitung Bola BP Batam Budaya Bundesliga Buruh Chelsea Chelsea FC China Cilacap Cina Cirebon Dairi Danau Toba Deli Serdang Depok Disclaimer DPR Dumai Duri Economy Eden Hazard Eintracht Frankfurt Emerson Energi Entertainment Financial Galang Gaya Hidup HAM Health Hukum Humbahas Humonaria Ilegal Indepth Indragiri Hilir Indragiri Hulu Informasi Inter Milan Internasional ITE Jakarta Jambi Jawa Barat Jawa Tengah Jokowi Kadin Batam Kemenkeu Kementerian Perindustrian Kementerian PUPR Kependudukan Kepri Kesehatan Ketenagakerjaan Keuangan Korupsi KPK Kriminal Kuliner Labuhanbatu Labuhanbatu Utara Lalu Lintas Langkat Life Style Liga Champions Liga Europa Liga Primer Limapuluh Lingkungan Liverpool lo Lokal London Lowongan Kerja Madina Makro Malaysia Manado Manchester City Manchester United Mauro Icardi Medan Menkeu Meranti MotoGP Narkotika nas Nasional Natuna News Nias Selatan Olahraga Otomotif Padang Sidimpuan Pajak Papua Parapat Paris Pariwisata Pekanbaru Pendidikan Hukum Pendidikan Lingkungan pendidkan Pendidkan Economy Penyabungan per Perbaungan Peristiwa Piala Europa Pneumonia Politik Premier League Real Madrid Religius Rembang Rengat Riau Rokan Hilir Rokan Hulu Saiins Sains Sejarah Selat Panjang Selebriti Semarang Sermon Siantar Sibolga Silangit Simalungun Sipirok Sosial Sport Sri Mulyani Style Sulawesi Sumut Surakarta Tajuk Rencana Tangerang Tanjung Balai Tanjung Pinang Tapanuli Tengah Tapanuli Utara Taput Tebing Tinggi Technology Tembilahan Terorisme Thailand The Blues Tokoh Tottenham Hotspur Tourism Tren Valencia Virus Corona Wapres

Detiknewsocean.com, Jakarta ~ Para aktivis pencinta pohon mengkritik pernyataan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno yang terkesan menyalahkan mereka atas tumbangnya beberapa pohon saat Jakarta dilanda hujan deras dan angin kencang, Senin (11/12). 

Pernyataan Sandi dinilai sebagai bentuk lepas tanggung jawab dari persoalan. “Pohon itu tanggung jawab Pemprov untuk lakukan peremajaan,” kata Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Yaya Nur Hidayati kepada Tirto, Selasa (12/12) malam.

Aktivis Kritik Sandiaga Uno Soal Pohon Tumbang di Jakarta
Anggota Koalisi Pejalan Kaki, KPBB dan Thamrin School Of Climate Change melakukan aksi peluk pohon di Jalan Jendral Sudirman, Jakarta, Jumat (22/9/2017). ANTARA FOTO/Makna Zaezar
Yaya bahkan menilai, Pemprov DKI Jakarta kerap bersikap sembarangan dalam urusan menebang pohon untuk proyek pembangunan di Jakarta. “Selama ini Pemprov juga tidak pernah konsultasi ke masyarakat untuk proyek MRT, [pohon] ditebang habis kan. Jadi jangan juga menyalahkan aktivis,” ujarnya.

Ia menyatakan aktivis, khususnya Walhi, tidak keberatan Pemprov memotong bagian ranting dan dahan pohon yang membahayakan masyarakat. Yang ditentang aktivis, kata Yaya, adalah menebang pohon dari pangkal batang sehingga membuat mati. Menurut Yaya menebang habis pohon hanya boleh dilakukan untuk pohon yang sudah mati. “Kalau pohon sudah mati dia harus ditebang karena tidak lagi memiliki kekuatan,” ujarnya.

Sepengetahuan Yaya, hujan deras dan angin kencang biasanya hanya mematahkan bagian dahan atau batang, jarang menumbangkan pohon hingga ke akar. Perkara ini menurutnya bisa diantisipasi dengan pemantauan dan perawatan rutin. “Mereka (pemprov) harus regular memantau supaya pohon [juga] tidak mengganggu jaringan listrik, telpon,” katanya.

Yaya menilai Pemprov DKI belum merata memperhatikan dan merawat pohon-pohon di Jakarta. Hal ini tampak dari masih banyaknya pohon di jalan-jalan nonprotokol yang pertumbuhannya mengancam keselamatan warga dan mengganggu fasilitas umum. “Di daerah pinggir yang bukan jalan utama jarang dipantau. Banyak sekali saya lihat pohon dahannya mengganggu kabel dan berisiko buat masyarakat,” ujarnya.

Menebang Pohon Membuang Investasi

Ketua Koalisi Pejalan Kaki Alfred Sitorus menilai pernyataan Sandi tidak mendasar. Menurutnya, fakta di lapangan menunjukkan jumlah pohon di Jakarta terus berkurang akibat pembangunan. “Ya itu salah besar karena pohon kan ada treatment-nya. Apa iya itu [pohon tumbang tak bisa dicegah] terhambat oleh aktivis?” kata Alfred.

Kehadiran pohon di Jakarta mestinya dipandang sebagai investasi. Sebab saban tahun Pemprov mengeluarkan anggaran untuk pengadaan dan perawatan pohon. Alfred mengatakan sangat disayangkan apabila pohon yang sudah berusia di atas 25 tahun ditebang tanpa pertimbangan matang demi pembangunan. Apalagi ruang terbuka hijau juga masih di bawah 10 persen, jauh dari persyaratan.

Baca :
“Kan sia-sia investasinya (biaya yang dikeluarkan) selama 25 tahun,” ujar Alfred.

“Jadi miris kota selevel Jakarta ruang terbuka hijaunya di bawah 10 persen.”

Kecemasan atas merosotnya jumlah pohon di Jakarta pernah diekspresikan Alfred dan Koalisi Pejalan Kaki lewat aksi peluk pohon September 2017 lalu. Alfred mengatakan aksi itu sebagai kritik atas pembangunan di Jakarta yang mengabaikan keberadaan pohon. “Karena di Jakarta yang Jalan Sudirman-Thamrin yang pohonnnya banyak ditebangi,” katanya saat dikutip dari Tirto.

Pemrov DKI mestinya memahami secara bijak kritik aktivis terhadap merosotnya jumlah pohon di Jakarta. Sebab kata Alfred aktivis tidak pernah melarang pemprov memangkas atau menebang pohon yang nyata-nyata membahayakan masyarakat. “Kami tidak pukul rata semua pohon harus berdiri,” katanya. (***)

Author Name

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.