Ikan Berformalin Beredar di Sejumlah Pasar Tradisional Medan

Detiknewsocean.com, Medan (Sumut) ~ Ikan yang diperjualbelikan di sejumlah pasar Kota Medan disinyalir menggunakan bahan pengawet formalin. Dari 52 pasar tradisional, cuma 2 pasar yang menjual ikan tanpa formalin (bahan pengawet), sedangkan di pasar lainnya diyakini masih menggunakan bahan pengawet berbahaya itu.

Hal ini terungkap saat Komisi D DPRD Medan menggelar rapat pembahasan R-APBD Pemko Medan Tahun 2018 dengan Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Medan di ruang Komisi D, kemarin. Rapat yang dipimpin Ketua Komisi D DPRD Medan Parlaungan Simangunsong ST dihadiri anggota dewan lainnya Drs Godfried Lubis, Abd Rani, Paul MA Simanjuntak, Ahmad Arif, Ibnu Ubayd Dilla dan Drs S Maruli Tua Tarigan ST. Hadir juga Kadis Pertanian dan Perikanan Kota Medan Ir Ihksan Marbun.
Ikan Berformalin Beredar di Sejumlah Pasar Tradisional Medan
Rapat pembahasan RAPBD Kota Medan 2018 bersama Dinas Pertanian dan Perikanan di ruang Komisi D DPRD Kota Medan, Selasa (19/12/2017). (akses.co/din)

Dari pengakuan Kadis Pertanian dan Perikanan Kota Medan Ihksan Marbun terungkap, pihaknya sudah melakukan penelitian di seluruh pasar yang ada di Kota Medan. Terbukti hanya di 2 pasar yang tidak ditemukan ikan berformalin. "Kita tidak dapat berbuat lebih jauh karena sarana dan prasarana serta regulasi belum memadai," ujarnya.

Disebutkan, minimnya pengawasan akibat kurangnya tenaga dan ketiadaan laboratorium. Ketiadaan mobil laboratorium berjalan yang setiap saat dapat memaksimalkan pengawasan, membuat pengawasan kurang efektif.

Terkuaknya pernyataan Kadis atas desakan anggota DPRD Drs Godfried Effendi Lubis MM terkait upaya pengawasan Pemko Medan untuk menjamin mutu ikan dan bagaimana pengawasan terhadap pasar tradisional.

Mendengar pernyataan itu, seluruh peserta rapat tercengang. "Kenapa bisa seperti ini. Apa masalah, ini menyangkut kesehatan warga Medan. Kita tidak boleh diam. Kita minta Pemko untuk memaksimalkan pengawasan agar segera diterbitkan Perwal. Begitu juga masalah pengadaan mobil laboratorium supaya segera dianggarkan," sambung Parlaungan Simangunsong.

Pada kesempatan itu anggota DPRD Komisi D spontan menyepakati rekomendasi untuk penambahan anggaran belanja di Dinas Pertanian dan Kelautan.

Baca :
"Harapan kita, pasokan pangan di Medan harus dapat distabilkan. Untuk itu perlu kebijakan Kadis. Kita prihatin minimnya anggaran di Dinas Pertanian. Untuk swasembada ikan saja kurang. Apalagi untuk pangan, harus ditambah anggaran," timpal Politisi Golkar H Ilhamsyah.

Sebelumnya, Kadis Pertanian dan Perikanan Medan memaparkan, pihaknya menggunakan anggaran di tahun 2018 hanya sebesar Rp 16 miliar. Dana sebesar itu dipastikan belum mampu menjalankan program sepenuhnya. Seperti program pembudidayaan bibit ikan di Medan Tuntungan. Luas lahan 16 Ha belum difungsikan maksimal. Untuk melakukan rehab kolam diprediksikan membutuhkan anggaran Rp 5 miliar. Begitu juga dengan meningkatkan swasembada pangan masih membutuhkan anggaran.

Saat ini, pihaknya sedang giat-giatnya memanfaatkan lahan warga untuk ditanami bawang dan sayuran. Dan ke depan akan dimanfaatkan lahan 5 Ha di Selambo sebagai agro wisata. Upaya yang dilakukan saat ini adalah jemput bola melobi Kementerian Pertanian dan Kelautan. (Hariansib)

Subscribe to receive free email updates: