Peran Gamawan Fauzi dan Jatah Hadiah Haram Proyek e-KTP

Detiknewsocean.com, Jakarta ~ Bekas Menteri Dalam Negeri, Gamawan Fauzi turut menjadi pihak yang disebut dalam dakwaan kasus korupsi e-KTP Setya Novanto. Gamawan merupakan salah satu pihak yang turut kecipratan duit haram proyek e-KTP.

Dalam dakwaan disebutkan Gamawan berperan untuk dengan menetapkan Konsorsium Percetakan Negara Republik Indonesia (PNRI) sebagai pemenang lelang. Konsorsium PNRI yang terdiri dari sejumlah perusahaan itu menjadi pelaksana proyek e-KTP 2011-2012 senilai Rp5,8 triliun.

Peran Gamawan Fauzi dan Jatah Hadiah Haram Proyek e-KTP
Bekas Mendagri Gamawan Fauzi menjadi pihak yang turut kecipratan bancakan dana haram proyek e-KTP. Gamawan juga berperan dalam penetapan pemenang lelang. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan).
Lihat juga: Adik Gamawan Fauzi Disebut Dapat Jatah Ruko dari Proyek e-KTP

"Pada 21 Juni 2011, Gamawan Fauzi menetapkan Konsorsium PNRI sebagai pemenang lelang dengan harga penawaran Rp5.841.896.144.933," ujar jaksa penuntut KPK, Eva Yustisia, di Pengadilan Tipikor, Jakarta, seperti diberitakan CNN Indonesia, Rabu (13/12).

Penetapan itu ditindaklanjuti dengan menandatangani kontrak nomor 027/886/IK tanggal 1 Juli 2011 dengan jangka waktu pekerjaan sampai 31 Oktober 2012. Pengerjaan proyek e-KTP dibagi menjadi dua, yakni tahun 2011 dan 2012.

Baca :
Untuk pengerjaan tahun 2011 terdapat sembilan item pekerjaan, mulai dari pengadaan blangko e-KTP sampai penyedia jaringan komunikasi dan data. Sementara pengerjaan tahun 2012 terdiri dari tujuh item pekerjaan yang hampir sama dengan pengerjaan tahun 2011.

Lihat juga: Eks Mendagri Tak Dapat Laporan soal Mark Up Anggaran e-KTP

Proyek e-KTP senilai Rp5,8 triliun ini merugikan negara Rp2,3 triliun. Uang sebanyak itu dibancakan ke banyak pihak. Mulai dari anggota DPR, pejabat Kemendagri, sampai pihak swasta pelaksana proyek. Gamawan salah satu pihak yang turut diperkaya dari proyek e-KTP ini.

Jaksa Eva mengungkapkan, Gamawan menerima puluhan juta rupiah serta aset tak bergerak. "Gamawan Fauzi senilai Rp 50 juta serta satu unit ruko di Grand Wijaya dan sebidang tanah di Jalan Brawijaya III melalui Asmin Aulia. (***)

Lihat Juga: KPK Dalami Dugaan Jatah Gamawan Fauzi di Proyek e-KTP

Subscribe to receive free email updates: