Polres Tanjungbalai Gerebek Gudang Penimbunan BBM, 3 Ton Disita

Detiknewsocean.com, Tangjung Balai, Asahan (Sumut) ~ Personel Reskrim Polres Tanjungbalai meringkus seorang pengoplos Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Hasil penggeledahan petugas, sebanyak 3 ton bensin Premium, minyak tanah dan solar disita dari lokasi gudang penimbunan di Jalan DI Panjaitan, Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Sei Tualang Raso, Jumat (22/12/17).

Kapolres Tanjungbalai AKBP Tri Setyadi Artono didampingi Kasat Reskrim, AKP Burju MH Siahaan kepada wartawan mengatakan, gudang yang berlokasi di Jalan DI Panjaitan Kelurahan Pasar Baru Kec .Sei Tualang Raso itu diduga tempat penimbunan dan pengoplosan BBM.

Polres Tanjungbalai Gerebek Gudang Penimbunan BBM, 3 Ton Disita
Kapolres Tanjungbalai, AKBP Try Setyadi Artono memperlihatkan 3 ton BBM bersubdi yang berhasil disita. (Eko/metro24jam.com)
"Ada tiga jenis minyak yang diduga akan dioplos, premium, solar dan minyak tanah, ujarnya.

"Bahwa pihak kami telah mengamankan satu orang tersangka dalam kasus dugaan penimbunan dan pengoplosan minyak bersubsi itu".

"Barang dari daerah Langkat. Pelaku berinisial IL pemilik gudang, katanya sudah beberapa kali melakukan, alasan untuk masyarakat Tanjungbalai," kata Tri seraya menambahkan barang bukti yang disita 3 ton BBM.

“Tersangkanya berinisial IR, 3 ton minyak bersubsi itu dibawa tersangka dari Kabupaten Langkat. Kapolres juga mengatakan, "3 ton minyak bersubsidi yang telah dioplos itu akan segera diperiksa di laboratorium".

Baca :

“Setelah ketiga jenis minyak itu dioplos. Hasilnya menjadi minyak solar dan Pertalite. Sedangkan minyak yang sudah dioplos itu kemudian diedarkan kembali di wilayah Tanjungbalai ini,” beber Kapolres. 

Kegiatan pengoplosan bensin Premium, tanah dan solar bersubsidi itu dikatakan Kapolres "sudah berlangsung selama hampir enam bulan. Tersangka adalah warga Jalan Sei Cek Ulan, Lingkungan III, Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Sei Tualang Raso, Kota Tanjungbalai dan kini diamankan di Mapolres Tanjungbalai untuk pemeriksaan lebih lanju".

Sementara itu, IL berdalih tindakannya itu untuk diperjualbelikan kembali guna memenuhi kebutuhan masyarakat dan memenuhi kebutuhan pribadi. "Pelaku berdalih tapi kita yakin minyak ini dari subsidi. Jika terbukti mengoplos, pelaku terancam melanggar UU 22 tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi," ujar Tri. (***)

Subscribe to receive free email updates: