AC Milan Aceh AFC Bournemouth Agribisnis Aktor Amdal Arsenal Artis AS Roma Asahan Bahorok Banten Barcelona Batam Batangtoru Batubara Bawomataluo Bengkalis Berita Artis Berita Batam Berita Bisnis Berita Buruh Berita Economy Berita Entertainment Berita Hukum Berita Jakarta Berita Karo Berita Kepri Berita Korupsi Berita Langkat Berita Lingga Berita Lingkungan Berita Medan Berita Narkotika Berita Niaga Berita Otomotif Berita Padang Lawas Berita Pajak Berita Pendidikan Berita Politik Berita Sumatera Utara Berita Tanjung Pinang Berita Technology Binjai Bintan Bisnis Bitung Bola BP Batam Budaya Bundesliga Buruh Chelsea Chelsea FC China Cilacap Cina Cirebon Dairi Danau Toba Deli Serdang Depok Disclaimer DPR Dumai Duri Economy Eden Hazard Eintracht Frankfurt Emerson Energi Entertainment Financial Galang Gaya Hidup HAM Health Hukum Humbahas Humonaria Ilegal Indepth Indragiri Hilir Indragiri Hulu Informasi Inter Milan Internasional ITE Jakarta Jambi Jawa Barat Jawa Tengah Jokowi Kadin Batam Kemenkeu Kementerian Perindustrian Kementerian PUPR Kependudukan Kepri Kesehatan Ketenagakerjaan Keuangan Korupsi KPK Kriminal Kuliner Labuhanbatu Labuhanbatu Utara Lalu Lintas Langkat Life Style Liga Champions Liga Europa Liga Primer Limapuluh Lingkungan Liverpool lo Lokal London Lowongan Kerja Madina Makro Malaysia Manado Manchester City Manchester United Mauro Icardi Medan Menkeu Meranti MotoGP Narkotika nas Nasional Natuna News Nias Selatan Olahraga Otomotif Padang Sidimpuan Pajak Papua Parapat Paris Pariwisata Pekanbaru Pendidikan Hukum Pendidikan Lingkungan pendidkan Pendidkan Economy Penyabungan per Perbaungan Peristiwa Piala Europa Pneumonia Politik Premier League Real Madrid Religius Rembang Rengat Riau Rokan Hilir Rokan Hulu Saiins Sains Sejarah Selat Panjang Selebriti Semarang Sermon Siantar Sibolga Silangit Simalungun Sipirok Sosial Sport Sri Mulyani Style Sulawesi Sumut Surakarta Tajuk Rencana Tangerang Tanjung Balai Tanjung Pinang Tapanuli Tengah Tapanuli Utara Taput Tebing Tinggi Technology Tembilahan Terorisme Thailand The Blues Tokoh Tottenham Hotspur Tourism Tren Valencia Virus Corona Wapres

Sidang Korupsi e-KTP: Setya Novanto Gelengkan Kepala Saat Kuasa Hukum Bacakan Eksepsi

Detiknewsocean.com, Jakarta ~ Pembacaan eksepsi (nota pembelaan) terdakwa kasus dugaan korupsi pengadaan e-KTP Setya Novanto (Setnov) masih berlangsung di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Rabu (20/12/2017). Sidang kasus korupsi e-KTP dimulai sejak pukul 10.00 WIB.

Nota pembelaan dibacakan bergantian oleh tim kuasa hukum Setnov. Saat pembacaan eksepsi, Setnov terlihat ikut membaca tanpa suara dokumen tersebut dari kursi pesakitan.

Sidang Korupsi e-KTP: Setya Novanto Gelengkan Kepala Saat Kuasa Hukum Bacakan Eksepsi
Suasana sidang dengan agenda pembacaan eksepsi terdakwa pada perkara dugaan korupsi pengadaan e-KTP Setya Novanto, PN Jakarta Pusat, Rabu (20/12/2017). tirto.id/Lalu Rahadian
Berdasarkan pantauan Tirto, Setnov terlihat terkonsentrasi pada lembar demi lembar eksepsinya. Mengenakan batik lengan panjang berwarna hitam, ia juga sesekali terlihat menggeleng-gelengkan kepalanya saat pembelaan dibacakan kuasa hukum.

Setya Novanto menggelengkan kepala beberapa kali saat kuasa hukum membacakan perbedaan-perbedaan antara isi dakwaan kliennya dengan milik Irman dan Andi Agustinus alias Andi Narogong, terpidana pada kasus yang sama.

Menurut pengacara Setnov, Maqdir Ismail, poin utama eksepsi kliennya ada pada hilangnya sejumlah nama mantan anggota DPR RI di dakwaan. Nama-nama yang hilang itu sebelumnya terdapat dalam dakwaan untuk Irman dan Andi Narogong.

Maqdir menilai tak disebutnya nama-nama politisi seperti Ganjar Pranowo, Yasonna Laoly, Olly Dondokambey, Nazaruddin dan Anas Urbaningrum, memiliki dampak serius pada konstruksi korupsi e-KTP versi jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Selain itu, poin penting eksepsi lainnya adalah dakwaan jaksa KPK soal uang yang diterima Setnov. Maqdir berdalih catatan penerimaan uang itu belum pernah muncul di dakwaan terdakwa lain.

Dalam sidang hari ini istri Setnov, Deisti Astriani Tagor, terlihat hadir di ruang sidang. Ia juga terpantau ikut membaca salinan eksepsi dari kursi penonton.

Baca : 
Selain membaca, sesekali Deisti terlihat menguap dan berdiskusi dengan dua rekan perempuannya. Ia juga kerap melihat ke arah Setnov dan arena persidangan dari kursinya yang berada di baris terdepan dari jajaran penonton.

Peran Setnov dalam dugaan korupsi e-KTP disebut besar karena ia bisa memastikan usulan anggaran proyek sebesar Rp5,9 triliun akan disetujui DPR RI. Ia disebut meminta agar para pengusaha memberi fee sebesar 5 persen untuk anggota DPR RI di Komisi II kala itu.

Peran penting Setnov dibayar dengan uang senilai 7,3 juta dolar AS dan jam tangan mewah merek Richard Mille seri RM 011 seharga 135.000 dolar AS. Uang untuknya diberikan dari bagian pembayaran PT Quadra Solution kepada Johannes Mariem melalui perusahaan Biomorf Mauritius dan PT Biomorf Lone Indonesia. Uang itu diberikan oleh seseorang bernama Made Oka Masagung. Demikian dilansir dari Tirto. (***)
[blogger]

Author Name

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.