Trump Minta NASA Kembali Daratkan Astronaut di Bulan dan Mars

Detiknewsocean.com, Jakarta ~ Presiden Amerika Serikat, Donald J. Trump, menyatakan akan meminta NASA untuk mengirim astronaut mereka ke bulan dan Mars.

Permintaan kepada The National Aeronautics and Space Administration (NASA) ini dilakukan bersamaan dengan penandatanganan surat instruksi "Space Policy Directive 1". Surat instruksi itu menyebutkan agar program antariksa Amerika kembali fokus pada penjelajahan manusia.

Trump Minta NASA Kembali Daratkan Astronaut di Bulan dan Mars
Trump minta NASA kembali fokus untuk mendaratkan orang di bulan dan Mars (dok. WikiImages/Pixabay)
Penandatanganan ini juga bertepatan dengan perayaan 45 tahun pendaratan pertama manusia di Bulan menggunakan Apollo 17 mendarat di Bulan. Penandatanganan itu juga turut diharidi oleh Harrison Schmitt, antariksawan yang ikut dalam misi Apollo 17, 45 tahun lalu.

"Untuk saat ini, kita tidak hanya akan menaruh bendera dan meninggalkan jejak kaki. Kita akan menciptakan pondasi dan membuat Mars sebagai tujuan akhir, dan mungkin suatu hari nanti, ke tempat lainnya," ujar Donald, Senin (11/12), seperti dikutip New Science.

Alasan Donald Trump dan Mike Pence bersikukuh mengirim antariksawan kembali ke Bulan bukan hanya untuk tujuan kemajuan sains dan luar angkasa, melainkan untuk tujuan militer agar pasukan militer Amerika dapat hadir di Bulan dan menciptakan pertahanan dan keamanan nasional bagi seluruh rakyat Amerika Serikat.

Mengutip NPR, pengiriman kembali manusia ke Mars ini sudah dilakukan sejak masa pemerintahan Presiden George W. Bush hingga Barack Obama.

SpaceX sebagai salah satu perusahaan kedirgantaraan swasta Amerika bahkan menegaskan akan menerbangkan roket dan merilis misi pribadi pertama mereka untuk memutar di sekitar Bulan dan kembali ke Bumi pada 2018 nanti.

Baca :
Perusahaan yang dipimpin Elon Musk bekerja sama dengan NASA untuk membawa antariksawan ke International Space Station di tahun depan. Di tahun yang sama, Boeing yang juga memiliki transportasi luar angkasa akan membawa antariksawan NASA.

Semenjak misi Apollo 17, belum ada misi luar angkasa lain yang membawa manusia ke orbit rendah Bumi. Misi pribadi perusahaan komersial ini menjadi angin segar bagi dunia luar angkasa Amerika yang telah mengistirahatkan pesawat luar angkasanya sejak 2011 lalu dan menggunakan kapsul dari Rusia.

Sejarawan luar angkasa dari The George Washington University menegaskan misi ini bisa dicapai jika Gedung Putih bertekad mewujudkannya dan Kongres setuju mengambil alih pendanaan misi. Demikian dilansir dari CNN Indonesia.  (***)

Subscribe to receive free email updates: