BPOM Batam: Segera Tindak Produsen Air Mineral 'Kangen Water'

Detiknewsocean.com, Batam (Kepri) ~ Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengaku sudah 'mencium' keberadaan air mineral kemasan yang telah beredar luas di tengah masyarakat tanpa izin. BPOM di Batam mengaku bakal segera melakukan penindakan.

"Kami bakal lakukan penindakan. Kami sedang mengatur waktu dan tim," kata Kepala BOPM di Batam, Alex Sander, Senin (15/1/2018).

BPOM Batam: Segera Tindak Produsen 'Kangen Water' di Batam
Ilustrasi air mineral kemasan tanpa izin edar BPOM beredar luas di Batam/apotekefata.wordpress.com.

Alex menyampaikan, pihaknya sudah menerima laporan terkait air mineral 'Kangen Water' yang beredar luas tanpa dilengkapi izin resmi. Hanya saja, dalam melakukan penindakan, BOPM harus melalui beberapa prosedur, seperti memetakan jumlah produk dan tim yang akan diturunkan.

"Barang bukti sudah ada. Kalau ada informasi mengenai gudang dan tempat produksi silahkan sampaikan ke saya. BPOM tidak akan segan-segan untuk menindak," tegasnya seperti dilansir dari Batamtoday.

Diberitakan sebelumnya, air mineral kemasan berbagai merek yang beredar luas di tengah masyarakat rata-rata sudah mengantongi izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BOPM). Namun, tidak untuk merek 'Kangen Water'.

Air minum dalam kemasan (AMDK) ini marak beredar diperjualbelikan di Batam, meski belum memiliki izin edar dari BPOM. AMDK dengan merk Kangen Water ini bahkan terkesan 'siluman' karena konsumennya tidak akan tahu siapa dan di mana diproduksi.

Baca : 

Air mineral yang dikemas dalam botol plastik itu, seharusnya tidak dijual bebas karena tertera tulisan 'untuk kalangan sendiri'. Namun faktanya, sudah menjadi barang dagangan di berbagai toko dan kedai kopi.

Sekjen LSM Batam Monitoring, Lamsir, menyampaikan, Balai POM di Batam sudah sepatutnya turun ke lapangan untuk melakukan penindakan. Sebab, pihaknya khawatir akan kandungan di dalam air mineral kemasan itu.

"Kita tidak tahu apa saja kandungan di dalam air mineral itu. BPOM harusnya bisa menjelaskan biar tidak ada keraguan masyarakat untuk mengkonsumsinya," kata dia, Kamis (11/1/2018). (***)

Subscribe to receive free email updates: