Muller: Kronologis Lahan KP.Sei Nayon "Ganti Tebas Tahun 2003"

Detiknewsocean.com, Batam (Kepri) ~ Berdasarkan penuturan Muller Pandiangan bahwa pada tanggal 23 April 2003, dia telah membeli tanah 3 Kavling ” GANTI TEBAS” dengan ukuran lahan 12 x 22 meter, berlokasi di Bengkong Kolam Dalam, sekarang berganti nama menjadi ” Sei Nayon ” kelurahan Sadai kecamatan Bengkong.

Muller menjelaskan pada media ini bahwa selama 13 tahun lamanya menjadi pemilik lahan tersebut sampai di tahun 2016 tidak ada perselesihan apa pun, sampai akhirnya kami memutuskan untuk membangun dengan memasok material berupa Batako berjumlah 150 biji dan pasir 1 lori Damtruk, terang Muller.

Muller: Kronologis Lahan KP.Sei Nayon  "Ganti Tebas Tahun 2003"
Bukti Surat Lahan KP.Sei Nayon  "Ganti Tebas Tahun 2003"

Ketika kami ingin membangun tanah milik kami tersebut kami di cegat dan di larang oleh pak RT setempat, dengan berat hati kami pun terpaksa meletakkan material bahan bangunan yang telah kami persiapkan itu di sebelah rumah warga yang kosong, sehingga menjadi hilang dan terbuang sia – sia.Lalu dengan waktu tidak begitu lama ada sebuah papan pengumuman di atas lahan saya tersebut bahwa ” lokasi ini akan di bangun Balai Pertemuan ” ucap Muller seperti dilansir dari Detikglobalnews.

Muller menambahkan, padahal RT 02 pak Adi Sutemon saat itu baru menjabat sebagai ketua RT lebih kurang 6 bulan dari masa pemelihan,kok bangunan pondasi di bongkar dan kavling saya di ambil dengan semena – mena tanpa melakukan perundingan terlebih dahulu.

Baca :

Ini surat kavling saya (GANTI TEBAS) dan pemilik pertama masih berada di kota Batam, ini bukti kwitansinya di lengkapi tanda tangan, saksi, dan pihak RT/RW Kampung Sei Nayon serta di bubuhi masing – masing stempel saat membuat surat pernyataan, ungkap Muller Pandiangan.

Saya berharap kepada pihak kepolisian agar segera melanjutkan proses hukumnya untuk mengungkap kebenaran siapa di balik semua ini, bila perlu menghadirkan pemilik lahan pertama serta ketua RW 12 Kampung Sei Nayon , untuk diminta keterangannya di hadapan penegak hukum, agar permasalahan yang saya hadapi saat ini bisa mendapat perlindungan hukum secara terang benderang, pinta Muller Pandiangan. (***)

Subscribe to receive free email updates: