Muller Minta Pelaku Pengrusakan Pondasi Bangunan Lahan Miliknya di Tangkap

Detiknewsocean.com, Batam (Kepri) ~ Muller sangat berharap adanya penegakan hukum di kepolisian Polda Kepri atas laporan dugaan telah terjadinya pengerusakan/pembongkaran pondasi bangunan di atas lahan miliknya yang terjadi di Kampung Sei Nayon kelurahan Sadai kecamatan Bengkong pada tanggal 13/10/2016 beberapa tahun yang lalu.

Muller menceritakan kronologi kejadiannya bahwa pada tanggal 13/10/2016, dia mendapat undangan dari pak RT Kampung Sei Nayon untuk melakukan kegiatan gotong royong, tiba – tiba di hadapan saya salah seorang warga menghancurkan pondasi lahan kami, rasa emosi yang sangat membrontak terpaksa saya harus menahan diri, karena jumlah mereka saat itu cukup banyak apalagi saya mengidap penyakit jantung dan darah tinggi, mau tidak mau harus menahan diri agar penyakit saya tidak kumat sesuai saran dokter, ungkapnya pada media ini (23/01/2018).

 Muller Minta Pelaku Pengrusakan Pondasi Bangunan Lahan Miliknya di Tangkap
Kondisi Pondasi Bangunan yang rusak diatas lahan milik Muller Pandiangan. 

” Bangunan yang di hancurkan berukuran 6 X 8 meter dengan tinggi pondasi 1 Meter yang terletak di tengah lahan ” kata Muller.

Dengan kejadian ini besok harinya saya mendatangi kantor Polsek Bengkong guna membuat laporan polisi saat itu terkesan tidak di gubris dan akhirnya saya melaporkan ke pihak kepolisian yang kedua kalinya secara tertulis pada tanggal 25/07/2017, ungkap Muller saat dilansir dari Detikglobalnews.

Dengan berjalannya waktu laporan tertulis yang telah saya berikan pada Polsek Bengkong tidak kunjung membuahkan hasil dan akhirnya saya memutuskan untuk melapor ke kantor Polresta Barelang, inti sari laporan tersebut ialah, perihal pengerusakan pondasi bangunan rumah yang terjadi di Kampung Sei Nayon Bengkong, tutur Muller.

Baca :

”Ini foto pondasi bangunan di atas lahan saya sebelum di rusak oleh pelaku, tragisnya lagi pelaku dengan segaja merusak di depan mata saya sendiri dan juga di depan pak RT, serta di hadapan masyarakat saat kami melakukan kegiatan gotong royong ” ucap pandiangan dengan nada kesal.

Muller menambahkan bahwa pada tanggal 28/11/2017 pukul 11 Wib pagi, dia sudah memberikan barang bukti dengan laporan asli satu lembar, setelah itu saya di suruh untuk menemui kanit Reskrim, setelah pertemuan dengan beliau, ia mengatakan di pending dulu dengan alasan ia takut jika kalau nanti ada surat aslinya ia malah terikut masuk penjara dan akhirnya barang bukti laporan asli sudah diambil kembali, alhasil tidak ada lagi bukti pengaduan karena tidak sempat saya foto copy, ungkap Meller Pandiangan pada media ini. (***)

Subscribe to receive free email updates: