PDI-P: Rakordasus Menangkan Djarot_Sihar, Banteng Hitam Ukur Kekuatan

Detiknewsocean.com, Medan (Sumut) ~ Mempersiapkan langkah pemenangan pasangan Djarot Saiful Hidayat-Sihar PH Sitorus di Pilgub Sumut Juni mendatang, PDIP menggelar Rapat Kerja Daerah Khusus (Rakerdasus) yang dihadiri langsung Ketua Umum Megawati Soekarno Putri. Konsolidasi ini kemudian dianggap ajang mengukur kekuatan basis partai ‘Banteng Hitam’.

“Ketua Umum (Megawati Soekarnoputri) mengumumkan, pasangan ini akan membangun harapan baru bagi Sumut. Pak Djarot punya pengalaman yang cukup, tentu saja akan berdedikasi buat masyarakat Sumut. Demikian juga Sihar Sitorus, pengalamannya di dunia olahraga dan sebagai doktor bidang manajemen. Keduanya dianggap mampu membawa tata pemerintahan yang lebih baik dan ingin tampil dengan seluruh kinerja untuk bangsa dan Negara,” ujar Sekjand DPP PDIP, Hasto Kristiyanto usai pembukaan Rakerdasus PDIP Sumut di Hotel Danau Toba Medan, Sabtu (20/1).

PDI-P: Rakordasus Menangkan Djarot_Sihar, Banteng Hitam Ukur Kekuatan
DEKLARASI_Bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut Djarot Syaiful Hidayat dan Sihar Sitorus (Djoss) menghadiri Rapat Kerja Daerah Khusus (Rakerdasus) PDIP Provinsi Sumut di Medan, Sabtu (20/1). Rakerdasus itu membahas pemantapan strategi pemenangan PDIP untuk Pilkada 2018 di Sumut, yang menggelar pemilihan gubernur serta delapan pemilihan bupati dan wali kota/SUTAN SIREGAR/SUMUT POS.

Mengandalkan kekuatan infrastruktu partai, Hasto menyebutkan, PDIP khususnya di Sumut telah membangun komitmen bersama, bagaimana mesin partai yang ada bisa bergerak menggalang kekuatan rakyat, mengingat kemenangan akan dapat diraih melalui suara pilihan rakyat terbanyak di Pilgub 27 Juni nanti. Sehingga penegasan demi penegasan katanya, terus disampaikan Ketua Umum Megawati terhadap seluruh kader yang hadir di Rakerdasus tersebut.

“Langkah internal, tentu saja infrastruktur partai sudah dipersiapkan, langsung diaktifkan. Perekrutan saksi akan dilakukan, pelatihan saksi, pelatihan juru bicara partai dan juga menumbuhkan semangat gotong royong. Kami juga akan membuka rekening gotong royong, terbuka untuk publik, diaudit, dan transparan,” sebutnya.

Menanggapi upaya keras PDIP di Pilgub kali ini dengan pengalaman dua kali kekalahan di Pilgub sebelumnya (2008 dan 2013), Hasto menyampaikan bahwa dalam rapat internal (Rakerdasus) yang digelar tertutup itu, Megawati menegaskan soal komitmen dan konsistensi seluruh kader dan pengurus partai hingga tingkat paling bawah. Sanksi keras pengunduran diri hingga pemecata pun akan dilakukan jika ada kader yang tidak loyal terhadap keputusan partai. Sebab katanya, sikap disiplin dalam berpartai termasuk untuk meraih kemenangan di Pilgub 2018 kali ini, sangat diperlukan.

“Dua kali kalah, tentu saja partai belajar dari kekelahan di masa lalu. Kita lihat partisipasi pemilih sangat rendah. Dan sekarang partai jauh lebih siap dari sebelumnya,” sebutnya.

Selain itu, kesiapan lainnya yakni sekolah para calon kepala daerah yang biasa dilakukan PDIP untuk mempersiapkan sosok yang diusung partai, bertarung di ajang pesta demokrasi, di kabupaten/kota dan provinsi. Namun dalam hal ini, hanya bakal calon wakil gubernur, Sihar Sitorus yang akan mengikuti sekolah dimaksud. Sebab Djarot sendiri, dianggap sudah pernah mengikuti pelatihan khusus tersebut pada saat pencalonan di Pilgub DKI Jakarta.

Baca :

“Di sekolah itu nanti akan diajarkan tata pemerintahan yang baik, di mana Bapak Ganjar Pranowo, Ibu Risma dan lainnya akan hadir sebagai pengajar. Demikian juga beberapa menteri akan hadir untuk memperkuat integrasi antara kader-kader PDIP sebagai calon kepala daerah dengan pemerintahan Bapak Joko Widodo. Mengingat pilkada ini juga momentum untuk memperkuat kondolidasi pemerintahan Pak Jokowi,” katanya saat dikutip dari Sumutpos.

Sementara pengamat Politik dan Pemerintahan dari UMSU, Rio Affandi Siregar mengatakan bahwa Pilgub Sumut kali ini merupakan momen untuk menakar seberapa besar kekuatan basis massa PDIP di provinsi ini. Meskipun diakuinya banyak pihak menganggap bahwa pilkada serentak 2018 ini adalah ajang pemanasan sebelum Pilpres 2019.

“Kita melihat dari berbagai dinamika yang terjadi, ini adalah alat ukur kekuatan basis massa. Karena dari segi koalisi, PDIP terkesan akan jalan sendiri seiring dengan munculnya kisruh di internal PPP di Sumut soal dukungan pencalonan, meskipun di pusat memberikan restu secara resmi. Sehingga PDIP dan seluruh basis massanya yang militan, harus bekerja keras untuk bisa memenangkan pasangan Djarot-Sihar,” katanya. (***)

Subscribe to receive free email updates: