Kepentingan Perusahaan, PT BTG Batam Bangun Tembok Permanen Makan Row Jalan

Detiknewsocean.com, Batam (Kepri) ~ Sikap Pemerintah Kota Batam dinilai tebang pilih terkait penertiban bangunan liar. Hal ini terlihat bangunan tembok permanen berdiri di sepanjang row jalan Brigjen Katamso, Tanjunguncang, Kecamatan Batuaji.

Salah satunya adalah row jalan depan PT Batam Teknologi Gas (BTG) yang dibangun tembok permanen tepat disamping Polsek Batuaji, milik dan untuk demi kepentingan perusahaan tersebut.

Kepentingan Perusahaan, PT BTG Batam Bangun Tembok Permanen Makan Row Jalan
Row jalan depan PT Batam Teknologi Gas (BTG) ini dibangun tembok permanen untuk kepentingan perusahaan di simpang Polsek Batuaji/Batamtoday. Foto: Yosri Nofriadi

Tembok beton setinggi dua meter itu pertama kali dibangun perusahaan di sisi kiri. Namun di tengah pembangunan, pihak Kecamatan mengingatkan dan mencoba memanggil perusahaan.

Tapi pihak perusahaan tidak mengindahkan dan malah menambah tembok sepanjang 400 meter di sebelah kanan perusahaan.

“Kemarin sudah kita panggil dua kali pihak perusahaan, tapi mereka tidak mau datang dan malah menambah tembok di sebalah kanannya,” kata Camat Batuaji Pridkalter, Jumat (17/3/2017).

Menurut dia, Row jalan yang sebelumnya dijadikan kios liar dan warung ini merasa dimiliki pihak perusahaan, karena saat ditertibkan tim terpadu perusahaan turut memberikan ganti rugi.

“Jadi mereka merasa lebih memilikinya. Makanya sekarang mereka sesuka hatinya saja,” ujarnya.

Seperti dilansir dari Sindo Batam, bahwa sekuriti PT BTG mengakui tembok beton tersebut milik perusahaan. Meski begitu, para sekuriti ini mengaku tidak mengetahui jelasnya.

Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Tanjunguncang, Leo, menegaskan pembangunan tembok permanen yang menyatu dengan kawasan perusahaan itu dinilai penuh dengan unsur kepentingan pihak tertentu.

Pihak pemerintah dianggap pilih kasih dan lebih mengedepankan kepentingan perusahaan dibandingkan kepentingan umum. Jika itu tetap dibiarkan maka akan muncul persoalan baru nantinya.

"Masyarakat bisa saja berpikir, perusahaan bisa bangun di atas row jalan, kenapa masyarakat tidak. Ini kalau dibiarkan bisa-bisa sepanjang jalan ini akan ramai nanti dengan bangunan permanen seperti ini," ujar Leo, saat dikutip dari Batamtoday, Rabu (7/2/2018).

Row jalan depan PT Batam Teknologi Gas (BTG) ini dibangun tembok permanen untuk kepentingan perusahaan di simpang Polsek Batuaji/Batamtoday. Foto: Yosri Nofriadi)

Untuk itu, Leo berharap agar instansi pemerintah terkait segera turun melihat aktivitas pembangunan di atas row jalan itu, agar persoalan pembangunan di row jalan nanti bisa dihindari ke depannya.

"Pemerintah harus tegas agar tidak menimbulkan kecemburuan sosial di sini," ujar Leo.

Pantauan di lapangan, lokasi lahan penghijauan depan PT BTG itu sudah tertutup tembok setinggi tiga meter. Bahkan tembok dalam yang semula merupakan perbatasan kawasan perusahaan dengan lokasi row jalan sudah dibongkar. Row jalan sudah menyatu dan menjadi bagian dari kawasan perusahaan.

Sekretaris Satpol PP Kota Batam, Fridkalter, saat dikonfirmasi enggan berkomentar banyak, sebab saat penertiban lokasi buffer zone itu berjalan, dia belum menjabat sebagai Sekretaris Satpol PP Kota Batam.

"Memang dulu saat penertiban saya masih Camat (Batuaji), sementara itu kewenangan Satpol PP. Tapi tetap akan kami cek lagi persoalan itu," ujarnya.

Pihak PT BTG sendiri enggan memberikan tanggapan atas keluhan warga itu. Saat dicoba konfirmasi, pihak manajemen tidak bersedia menemui awak media. Wartawan yang mendatangi lokasi perusahaan itu hanya bisa menemui petugas keamanan di depan gerbang masuk.

"Tak ada manajemen di sini. Kantornya bukan di sini. Tak ada orang yang mau dikonfirmasi di sini," ujar petugas keamanan di depan perusahaan itu, kemarin.


Row jalan tersebut sebelumnya merupakan kawasan pemukiman liar namun sudah ditertibkan oleh Satuan Polisi Pamong Praja pada tahun 2017 lalu. Penertiban itu bertujuan untuk membebaskan lahan penghijauan dari bangunan apapun.

Namun belakangan, lahan penghijauan itu kembali berdiri tembok permanen yang menyatu dengan kawasan PT BTG. Lahan penghijauan itupun menjadi bagian dari kawasan PT BTG. (***)

Subscribe to receive free email updates: